
Keesokan paginya dikontrakan Riyan dan kedua temannya
"Kringgggg kringgggg kringgggg kringgggg" Bunyi nyaring suara jam beker jadul Riyan
Namun sang pemilik hanya mematikannya dengan sebelah tangan sambil posisi tetap tengkurap dan menenggelamkan kepala pada bantalnya lanjut tidur.
Luki sedang aktifitas rutin dikamar mandi, Tombro jelas masih tidur
Beberapa saat kemudian...
"Sepi amat kek kuburan, kuburan aja kalo kamis kliwon rame ini orag pada kemana sih" Gerutu Luki
"Brak brak brak brak brak"
Luki menggedor pintu kamar Tombro
"Ceklek" Pintu dibuka
"Apa woy berisik" Bentak Tombro dengan mata yang masih terpejam
"Ayo berangkat udah siang ini" Luki mengingatkan
"Kemana sihh" Tombro sambil garuk - garuk kepala
"Ehh ikan Tombro kamu ga kuliah apa inget hari ini saudara kembarmu kunjungan kalo dia lebih... " belum sempat Luki meneruskan bicaranya
"Bruakkk" Suara pintu ditutup
"Anjay tuh anak" gerutu Tombro
Dua menit kemudian
"Ceklek" Pintu dibuka
"Ayo Luk jadi berangkat gak?" Bentak Tombro pada Luki yang mendapati Luki sedang telponan sama pacarnya
"Ehh ehhh iya, bentar ya sayang abang ke kampus dulu ya kamu jangan lupa sarapan muahhh"
"Ihhh dasar Bucin, cepet!" Bentak Tombro
Setibanya digarasi
__ADS_1
"Loh ini motor Riyan dia ga ngampus apa hari ini?" Tanya Luki
"Dahlah biarin galau dia, nih kau yang nyetir" Tombro melemparkan kunci mobilnya
"Siap bosss" ujar Luki sembari menangkap kunci mobil Tombro kemudian memanaskan mesin mobil sebentar lalu berangkat.
Didalam Mobil saat lampu merah
"Duuuuuttt tuut tut tut" Suara kentut Tombro
"Dihh Tom kamu jorok banget sih tahan napa dimobil kentut bau lagi duh" Ujar Luki sambil menutup hidungnya dengan sebelah tangan
"Hehe aku belum buang hajat tadi,kau sih ngomel - ngomel kayak emak - emak aja" Jawab Tombro seolah ga bersalah
"Ahhhh" Luki membuka kaca jendelanya sedikit
"Rasain emang enak haha, ehh tapi bener dahh kentut aku bau sangat, yahhh gapapa lah dari pada gabisa kentut yakan" batin Tombro
"Kamu makan apa an sih Tom bau banget" tanya Luki sambil fokus nyetir
"Kenapa kentutku nano - nano ya, haha lagian mana ada aku makan mandi aja enggak" Jawab Tombro
"***** gila kamu ngampus ga mandi pantes tuh cewek ga ada yang mau sama kau" Cerocos Luki
"Pantes kemarin aku deketin si Lita tuh langsung menjauh dia" Batin Tombro
*
Dikamar Riyan
Riyan mulai membuka mata dirasakannya tubuhnya sakit semua pegal - pegal terutama di hati hiks.
Riyan melirik jam "Sudah jam 10 pagi tapi aku masih mager" Gerutu Riyan sembari memeluk gulingnya melanjutkan rebahan sambil main mobile legends tapi ditengah - tengah main ada nomor tak dikenal menelponnya
"***** siapa sih ganggu orang aja"
"Halo siapa" Ucap Riyan dengan nada kesal
"Mas Riyan datang base camp aku tunggu sekarang, ada hal penting yang mau aku bicarakan berdua saja salam Rokim" ucap diseberang telepon
"Rokim ngapain sih aku kan gak ada melakukan kesalahan sama dia kenapa ya duhh takut aku apa lagi diakan Indigo macam Roy Ki itu hih serem" Gumam Riyan sambil melangkah ke kamar mandi
__ADS_1
Setibanya di base camp
"Tumben sepi biasanya rame terus" gumam Riyan
Merasa ada seseorang datang Rokim melamgkah ke ruang depan
"Ohh mas Riyan udah datang sini mas duduk dulu" Rokim mempersilahkan
Mereka berdua duduk bersila diatas karpet
Rokim adalah ketua dari organisasi barikade long hair (bisa dibilang geng gondrong) di kota A
"Ada apa ya mas? tanya Riyan khawatir dia ada masalah dengannya organisasi
"Ohh ndak usah takut gitu mas santai aja" Ucap Rokim sembari menepuk bahu Riyan
"Iya mas tumben - tumbenan gitu saya dipanggil kesini sendirian pula" Ujar Riyan agak takut
"Ohh gini mas mai langsung to the point ya" Rokim melemparkan pertanyaan yang makin membuat Riyan penasaran
"Iya mas ada apa sih ngomong aja" Jawab Riyan sok tangguh
"Jadi gini mas, semalam saya ngimpi ketemu mas sama perempuan asal dayak dan... " Rokim menggantung pernyataannya
Riyan hanya mendengus pelan dan menundukkan kepala
"Saya lihat mas berbahagia sekali" Sambung Rokim
"Hmmm tapi kenyataannya ga seperti itu mas Kim" Ujar Riyan dengan nada sendu
"Baiklah bagaimana apa mas bersedia bercerita barangkali saya bisa bantu" Ujar Rokim
"Bentar mas perasaan saya masih nano - nano nih"
"Hahahahaha" Gelak tawa Rokim
"Emang permen mas" Canda Rokim
"Hmmm"
"*Orang ini bisa becanda juga ya ternyata,aku kira emang selalu dingin dan serem gitu kaya mukanya" batin Riyan
__ADS_1
Bersambung*