Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Penghujung Bujang


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 00.00 dini hari


Riyan tak juga dapat memejamkan matanya, dipandangnya setelan tuxedo yang menggantung ditembok kamar kontrakan.


"Aku besok nikah, bakalan jadi orang yang sangat dibutuhkan istri dan anak - anakku kelak, Ya Allah apakah ini semua jawaban dari doa - doaku, aku capek bertahun - tahun merasa disia - siakan keluargaku sendiri, semoga kelak anak dan istriku dapat menghargai dan menerimaku apa adanya.


Aku akan berusaha semampuku membahagiakan mereka" batin Riyan


Tak terasa airmatanya mengalir sesaat kemudian tertidur.


Tak sampai tertidur pulas Riyan terbangun waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari Riyan bersiap mengemas semua barangnya ke koper


"Gak nyangka banyak kenangan disini, makasih Tom, Luk aku bakal sangat kangen kalian" Riyan mengusap foto yang dipegangnya foto bersama dua sahabatnya Luki dan Tombro


Riyan meenyeret kopernya keluar kamar


Nampaknya Luki dan Tombro juga sudah bangun ada suara berisik diantara kamar mereka ya apalagi kalo ga debat antara Luki dan Tombro


"Hei bujang kalian mau antar aku gak" Ucap Riyan dipintu kamar Tombro yang terbuka


Luki lantas memeluk Riyan dan menangis


"Apa an sih Luk, kenapa jadi cengeng gini sih?" tanya Riyan heran


"Kamu gak ngerti perasaan aku Yan aku antara sedih dan seneng, sedih karena disini gak bakal ada kamu lagi dan seneng akhirnya temenku yang jomblo udah mau kawin hiks hiks" Ucap Luki disela tangisnya


"Alah lebay kau Luk" Tombro menghampiri Luki dan Riyan

__ADS_1


Mereka bertiga berpelukan seperti teletubis


"Gak nyangka bro kau bahkan secepat ini melepas masa bujangmu" Ujar Tombro sembari memeluk Riyan


Riyan hanya mengangguk membalas pelukan Tombro


Luki merasa disingkirkan oleh Tombro kembali merebut pelukan Riyan


"Terimakasih buat kebersamaannya selama ini, kalian sahabatku yang paling ngerti" Ujar Riyan menepuk punggung Luki dan Tombro


"Jangan lupain kita bro, noh ointu selalu kebuka buat kau, kalau ada apa - apa tetap hubungi kita, kita siyap menerima curahan hati kau" Ujar Tombro


"Iya Luk kalo lagi ada masalah jangan sungkan - sungkan buat cerita, ya meskipun kita belum pengalaman setidaknya mungkin kuta bisa melegakan hatimu" Timpal Luki


"Iya aku bakal kangen berdebat dengan kalian" Riyanpun meneteskan air mata


"Siap bos berangkat" Ujar Tombro melangkah keluar


Luki membantu Riyan membawa barang - barang Riyan


Perjalanan 30 menit dari kontrakan akhirnya sampai juga di alamat yang dituju.


Nampak sebuah gedung yang besar tapi sepi


"Kau yakin Yan ini tempatnya?" Tanya Tombro


"Iya yakin, coba kamu majukan mobil ke arah pos satpam" Tunjuk Riyan ke sebuah pos didekat gerbang yang tingginya hampir setengah gedung itu

__ADS_1


Tombro melaju kearah tersebut


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya satpam yang muncul


"Iya Pak kami kesini disuruh mas Rokim" Jawab Tombro


"Jam segini mau ngapain kalian disini nyari demit? " jawab satpam satunya lagi


Tombro mulai geram, dilihatnya jam digital di mobilnya menunjukkan pukul 03.00 sebelum subuh


"Saya Riyan pak, saya mau nikah disini nanti mas Rokim sudah atur semua, kalo ga percaya silahkan tanya mas Rokim sendiri" Sahut Riyan


Nampaknya satpam itu sedang telepin seseorang, kemudian mengacungkan jempol pada temannya


"Yaudah silahkan masuk mobil pengantin parkir di basement saja"


"Oke boss"


Dibasement ternyata tak seperti dugaan mereka sudah banyak mobil - mobil yang terparkir disana.


"Wihh gila dari depan tadi kelihatan serem disini malah banyak mobil, kau undang berapa orang Yan?" tanya Tombro heran


"Gak tau aku mah terima beres aja" jawab Riyan juga bingung.


∑( ̄□ ̄;)


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2