Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

06.00 pagi, Nur bangun kesisangan karena ia lupa menyalakan jam bekernya semalam.


Sinar matahari yang masih malu – malu kucing itu perlahan masuk ke celah – celah jendela kamar pengantin baru itu,hangat cahayanya menggelitik wajah Nur yang matanya masih memejam.


“Hmmmmhhh” Nur menggeliat, matanya mengawasi sekitar melihat sedikit ada cahaya masuk lewat celah jendela, matanya memicing kemudian tersadar.


“Hah?” Nur langsung duduk dan melihat jam


“Kenapa bisa kesiangan begini sih, aduh kamu juga kenapa ga bunyi?” Nur menyalahkan jam bekernya, kemudian membaliknya


“Yah pantes aja tombolnya OFF”


Nur melihat sekelilingnya lagi


“Aduh iya Masss, bangun mass, masss massss” Nur mengguncang badan Riyan. Perasaan bersalah mulai meyelimutinya, ia teringat jika ri ini adalah hari pertama Riyan bekerja.


Cup bibir Riyan tertahan di bibir Nur, merasa tidak ada penolakan dari Nur Riyan segera melumatnya sebentar kemudian melepasnya


“Morning kiss” Ujar Riyan, namun Nur malah tercengang


Cup, satu kecupan lagi mendarat dipipi kanan Nur


“Ehhh”


“Kenapa?”


“Ohhh, iya mas maaf kesiangan” Nur tertunduk


“Jam berapa sih?” Riyan malah memeluk Nur


“Jam enam” Jawab Nur lirih


“Haaa?” Riyan kaget dan segera menarik HPnya yang ada dimeja untuk memastikannya


“Aduhhh gawat” Riyan lari ke kamar mandi mandi bebek secepat kilat, sedangkan Nur menyiapkan baju Riyan dan memasak nasi goreng, ya itulah yang menurutnya cepat.


Riyan buru – buru memakai pakaiannya dan sarapan dengan buru – buru.


“Makannya pelan –pelan mas biar ga kesedak”


“mau ga buru – buru gimana ini hari pertama aku kerja msa iya mau telat, taruh mana muka aku”


“Udah aku berngkat dulu” Riyan mengecup pucuk kepala Nur


“Hati – hati mas”


“Hmmm”


“Assalamualaikum”


“Waalaikumsalam”


Riyan langsung mamaju motornya dengan kecepatan penuh, waktu tempuh dari tempat tinggal Riyan ke kampus AB kurang lebih 30 menit dengan kecepatan normal, namun kali ini Riyan super ngebut tidak mau terlambat di hari pertamanya ia bekerja.


“Sial lampu merah lagi” Riyan berhenti disamping mobil sport berwarna silver, Riyan melirik mobil itu


“Ya Allah semoga aku segera bias membeli mobil, untuk keluarga kecilku” kaca mobil itupun diturunkan sedikit oleh orang yang duduk di samping kursi kemudi, tampak seorang perempuan berkacamata hitam membuang sampah plastik. Namun sebelum sampah itu jatuh ke jalan Riyan menangkapnya, kemudian melemparnya kembali ke dalam mobil.


“Hei ini bukan tempat sampah!” Teriak wanita dari dalam mobil itu

__ADS_1


“Itu sampahmu Mbok!” Teriak balik Riyan. Lampu sudah kembali hijau Riyan segera melaju.


Sesampainya di kampus AB, setelah memarkirkan motornya dengan aman Riyan segera menuju lift agar cepat sampai di kantornya.


Tapi keberuntungan kali ini tidak memihak kepada Riyan liftnya rusak, jadi dengan terpaksa Riyan menaiki tangga, lumayan kantor Riyan berda di lantai lima.


Hosh, hosh, hosh


“Kenapa sih hari ini pagi – pagi udah ada aja cobaannya”


Riyan berusaha mengatur nafasnya saat sampai di dekat pintu ruangannya, lalu membukanya perlahan pandangannya menyapu setiap sudut ruangan, lalu menuju ke mejanya ya disana sudah tertulis namanya di meja pojok kanan Riyan ardiansa dan tulisan Seketaris berada di tengah. Ia menghela nafasnya “Untung belum ada orang” Riyan segera duduk dan mempersiapkan semua peralatannya.


Riyan tengah berkutat dengan komputer di hadapannya.


“Riyan”


“Ehh”


“Iya Pak”


“Maaf jika mengagetkan, tadi saya ketuk pintu tidak ada yang menyahut” Ujar Pak Budi


“Tidak apa Pak, ada yang bisa saya bantu?”


"Ndak saya hanya memastikan kamu hari ini beekerja, apa yang kamu kerjakan sekarang"


"Memeriksa laporan bulanan, Pak"


"Bisa"


"Masih saya pelajari"


"Yasudah, nanti jika ada tamu yang ingin menemui Pak Bisri kamu duluan yang nemuin ya, jangan bilang kalau Pak Bisri ga datang, bilang yang baik - baik"


"Ya sudah saya tinggal dulu, selamat bekerja"


"Trimakasih Pak"


Riyan melonggarkan dasi dan kerah kemejanya, lalu kembali berkutat pada laporan - laporan didepannya.


Satu jam terasa cepat berlalu, hanya Riyan habiskan dengan membaca laporan dan mempelajarinya.


Kruyuk - kruyuk


"Jam berapa sih, udah laper aja" Riyan melihat jam tangannya


"12.10, disini jam makan siang jam berapa ya"


Riyan menelpon Pak Budi


"Halo, Pak disini jam makan siang jam berapa ya?"


"Dimana - mana jam makan siang itu jam dua belas Riyan. Kamu belum istirahat?"


"Belum"


"Ya sudah segera istirahat waktunya satu jam"


"Ohh iya trimakasih Pak"

__ADS_1


Riyan bergegas menuju cafetaria di terdekat yang dilihatnya kemarin. Riyan lanfsung memesan makanan dan secangkir es kopi.


Riyan makan sendirian tanpa ditemani siapapun, karena Riyan belum mengenal rekan kerjanya kecuali Pak Hasan dan Pak Budi.


Riyan menikmati es kopinya. Tiba - tiba seseorang duduk di depannya. Riyan kaget tapi untung saja tidak tersedak


"Mas aku duduk disini ya"


Riyan hanya menganggukkan kepalanya


"Mas sendirian aja?"


Kembali lagi Riyan menganggukkan kepalanya


"Mas udah makan?"


Riyan hanya menunjukkan bekas makanannya dengan bahasa mata.


"Ihh mas kenapa gak bicara sama sekali sih"


Riyan bingung, apa salah dia sudah jelas pertanyaannya sudah dijawab tanpa harus berbicara


Dasar Wanita


"Ya terus aku harus apa Lisa"


"Kok Lisa sih mas, aku Lia mas Lia masak lupa sih, baru juga kemarin kenalan"


"Ehh iya maaf"


"Dingin banget sih jadi cowok, jangan dingin - dingin mas ntar ga laku loh"


Asal kamu tau aja ya, aku lebih dulu laku daripada cewek gatel kayak kamu Cih


"Udah ya aku balik dulu, banyak kerjaan aku hari ini"


"Mas tunggu dulu, minta nomor telponnya dong"


Riyan tidak mendengarkan Lia dan berbegas meninggalkan cafetaria.


"Mas Riyan ihh" Lia menghentak - hentakkan kakinya


Tiba - tiba pelayan datang


"Permisi mbak ini billnya"


"Emang siapa yang pesen, aku aja belum pesen"


"Tapi meja ini belum membayar tadi mbak, silahkan" Pelayan itu tetap memaksa Lia untuk membayar


Lia akhirnya mengalah dan membayar pesanan Riyan


"Awas kamu mas, bisa - bisanya ninggalin aku,nyuruh bayar makanannya lagi, padahalkan harusnya cowok yang bayarin ceweknya" Lia menggerutu kesal dan kembali ke kampus.


.≧ω≦


Hai gaiss salam kenal dari author ya, btw ini cerita sebenernya real life ya gaiss tapi aku edit sedikit, tapi dijamin bakal seru kok.


Ini bukan cerita biasa, tapi mohon maaf sebelumnya ya ini pertama kali author nulis dan bikin novel mohon maaf jika typo ada dimana - mana ya author bukan orang yang teliti apalagi orang yang sempurna yakan

__ADS_1


Ayo gais dukung author ya dengan cara komen dan like favorit kan juga kalau bisa vote ya gais itu semangat buat author ..


Dan jangan lupa juga follow ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_ dm dan bilang lagi baca novel author guruku kubawa pulang nanti aku follback siapa tau kita bisa saling kenal lewat sana ya love you gaiss tungguin terus up episode selanjutnya ya


__ADS_2