Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Rencana


__ADS_3

"Assalamu alaikum, aku pulang" Teriak Riyan


"Waalaikum salam" Nur menghampiri Riyan, mencium tangannya dan mengambil alih tas Riyan serta melepaskan jaket yang Riyan kenakan.


"Aku mandi dulu ya" Riyan mengecup kening Nur


"Emm" Nur menyiapkan makan malam yang sudah ia masak barusan tadi. Sembari menunggu Riyan selesai mandi Nur memilih menonton TV.


Riyan keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri Nur, duduk disebelah Nur dengan telan*ang dada, handuk mengalung di lehernya dan rambut yang masih basah


"Capek ya mas, makan dulu yuk, nanti aku pijitin" Riyan memeluk Nur dari samping, menciuminya hingga tetesan air di rambut basah Riyan mengenai lengan Nur.


"Dikeringin dulu mas rambutnya" Riyan mengambil handuknya dan menyerahkannya kepada Nur.


Nur paham dan gerak cepat mengeringkan rambut Riyan menggosok - gosok dengan handuk. Nur setengah berdiri di belakang Riyan bertumpu dengan kedua lututnya.


Ditengah Nur mengeringkan rambut Riyan sesekali menggodanya, menggelengkan kepalanya.


"Mas diem dulu" Riyan diam. Kemudian menengadahkan kepalanya melihat wajah Nur dibelakangnya.


"Apa sih mas?" Riyan kembali diam dengan kembali ke posisi semula. Lalu Riyan berulah lagi menyandarkan kepalanya ke dada Nur dan menggelengkan kepalanya.


"Mas!" Nur menoyor pelan kepala Riyan agar menjauh.


"Hmmm" Riyan berbalik badan lalu menghujani Nur dengan ciuman di pipi kanan, kiri, kening hidung bibir dan turun ke leher Riyan menyesapnya kuat. Nur hanya memejamkan matanya, menggigit bibir bawah.


"Emmmmhhh" Riyan melepaskannya dan mengamati ekspresi wajah istrinya.Hembusan nafas Riyan masih terasa dekat di wajah Nur, lalu perlahan Nur membuka mata, benar kini wajah mereka hanya berbatas satu centi mungkin.


"Kamu seksi sayang" bisik Riyan.


"Apa sih ayo makan dulu" Nur beranjak dari sofa namun dicegah oleh Riyan.


"Apa lagi sih makan! ayo makan dulu, aku lapar loh"


"Iya - iya ayo"


Kalo cewek pms apa emang bawaanyya ngambek gitu ya, moodnya swing banget bentar - bentar enak sekejap kemudian macannya keluar


☜☆☞


Setelah makan malam, keduanya kembali bersantai di depan TV. Menonton acara yang membosankan.


Nur bersandar di bahu Riyan.


"Mas gimana tadi kerjaannya? Lancarkah?"


Riyan menoleh


"Alhamdulillah, semua berkat doa dari kamu istriku, trimaksih ya"


Cup


Satu kecupan mendarat di kening Nur. Namun Riyan masih memaku didepan wajah Nur.


"Mmm ke kenapa mas?" Riyan hanya bergeleng

__ADS_1


"Kamu cantik"


"Makasih mas, tapi.."


"Kenapa?"


"Udah dari orok kali mas aku cantiknya hehe"


"Bisa aja kamu" Riyan menfusap pucuk kepala Nur


"Kamu pasti bosen ya kalo aku tinggal di rumah sendiri?"


"Iyaa, sedikit sih" Nur menunduk


"Mas"


"Emmm" Riyan menyelipkan anak rambut Nur ke belakang telinga.


"Apa aku boleh bekerja?"


"Boleh, asalkan tidak terlalu berat untukmu, dan juga untukku"


"Kenapa harus berat untukmu juga mas?"


"Ya aku ga mau nanti kamu kecapaian saja"


"Emmm, bagaimana kalau berjualan?"


"Jualan?"


"Mau jualan apa?"


"Bakso, gimana mas?"


"Boleh sih, terus yang masak siapa, bikin bakso lama loh"


"Iya juga sih"


"Yang ringan - ringan aja dulu"


"Apa ya" Nur tengah berfikir


"Kalau snack gimana?"


"Snack?? se nek" Nur manggut - manggut


"Heem ya seperti keripik gitu"


"Lah kan bikinnya juga lama itu mas"


"Nggak gitu sayang, nanti aku kenalin kamu ke temennya Umi dia produksi keripik pisang dan lainnya pokoknya banyak deh macemnya, nanti coba kita bantu jualin, ya siapa tau untung"


"Boleh deh"


Nur diam dan berfikir dimana nanti ia akan menjual keripik - keripik itu ia sudah terbayang akan sekolah - sekolah terdekat dari rumahnya.

__ADS_1


"Sayang"


"Ehh" Nur tersadar dari lamunannya


"Mikirin apa hayo!"


"Enggak cuman cari pemasaran keripik tadi aja mas"


"Bener"


"Iya"


"Sayang, kamu kapan selesainya"


"Selesai apa?"


"Itu" Riyan memonyongkan bibirnya menunjuk kebawah perut Nur


"Mungkin tiga hari lagi"


"Lama sekali"


"Ya normal lah mas ya kalo sebulan itu ga normal"


"Ohh iya-iya" Riyan cengengesan


Apa mas Riyan mau minta jatahnya ya, aduh aku belum siap untuk itu


Nur mengamati wajah Riyan


Riyan yang merasa diperhatikan memalingkan wajahnya


"Apa, kamu lihat apa sih"


"Lihat hantu"


"Mana ada hantu"


"Ada mas, di kota K itu hantunya serem - serem loh"


"Udah gausah bahas yang serem - serem, malem jumat loh!"


"Ohh iya ya"


Keduanya kembali membahas perihal rencana distribusi keripik


.


⁄(⁄ ⁄•⁄ω⁄•⁄ ⁄)⁄


Hai gaiss salam kenal dari author ya, btw ini cerita sebenernya real life ya gaiss tapi aku edit sedikit, tapi dijamin bakal seru kok.


Ini bukan cerita biasa, tapi mohon maaf sebelumnya ya ini pertama kali author nulis dan bikin novel mohon maaf jika typo ada dimana - mana ya author bukan orang yang teliti apalagi orang yang sempurna yakan


Ayo gais dukung author ya dengan cara komen dan like favorit kan juga kalau bisa vote ya gais itu semangat buat author ..

__ADS_1


Dan jangan lupa juga follow ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_ dm dan bilang lagi baca novel author guruku kubawa pulang nanti aku follback siapa tau kita bisa saling kenal lewat sana ya love you gaiss tungguin terus up episode selanjutnya ya


__ADS_2