Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
CICAK


__ADS_3

Riyan yang duduk santai di ruang TV namun tengah mengutak - atik ponselnya.


Drrrttt Drrrtt


Panggilan dari Devi


"Halo, Assalamualaikum"


"Waailaikumsalam, pa kabar dek?"


"Baik kakaku, ada apa nih tumben nelpon?"


"Gimana kabar Umi? Abah?"


"E-ee Baik kak, ada apa?"


"Ga apa cuman khawatir aja"


"Em kakak kapan mau pulang?"


"Minggu depan kayaknya"


"Kenapa tidak minggu ini aja sih"


"Ada acara Dev, kakak mau ke bromo"


"Oh bulan madu ya kak, tapi kok ke bromo?"


"Hushh ngawur aja ngerti apa kamu!"


"Hihi"


"Yasudah kalo ada apa - apa sama Abah dan Umi telpon kakak ya"


"Emm"


"Assalamu alaikum"


Belum sempat Devi menjawab salam Riyan sudah mengakhiri panggilannya. Riyan meletakkan HPnya di atas meja


Dddrrrrtttt - drrrrttttt HPnya berbunyi lagi


*Siapa lagi!


+6281594786xxx


Nomor siapa lagi sih ini*


"Halo" Begitu Riyan mengangkatnya


"Halo mas Riyan"


Ohh Mas Rokim


"Ya mas"


"Gimana kabarnya?"


"Ee Alahamdulillah baik, mas sendiri?"


"Untuk pemberangkatan ke Bromo tolong sampaikan di grub besok, kita berangkat jam 2 pagi, seperti biasanya"


"Ohh iya mas, siap! Apa ada lagi?"


"Gimana, malam - malamnya?"


"Ehh, hehe anu"


"Enak ya?"


"Hah?"


"Loh kok hah itu lo mas?"


"Belum"


"Oh belum"


"Tapi sudah siap kan?"


"Hehe Insya Allah"


"Yasudah, trimakasih Assalamu alaikum"


"Waalaikum salam"

__ADS_1


Riyan meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.


Ddrrrrrtttt Dddrrtttt Dddrrrrttt


Ada telepon lagi


"Siapa lagi sih"


Tanpa melihat siapa yang menelpon Riyan langsung mengangkatkanya


"Halo"


"Heyy bro, kemana saja kau, mentang - mentang sudah nikah, kau lupa sama kita"


Daren mengecek kembali layar ponselnya


Tombro


"Sorry bro, kerja aku sekarang"


"Wih jadi kerja dimana nih?"


"Kampus AB"


"Wih boleh juga tuh"


"Yah begitulah, gimana - gimana besok ikut kan?"


"Jelas dong"


"Oke Luki juga ikur kan?"


"Iya lah"


"Oke sampai ketemu besok"


"Ehh bro, tunggu"


"Ya"


"Di kampus AB ceweknya cakep - cakep ya"


"Lihat aja sendiri"


"Oke kapan - kapan bolehkan mampir kantormu"


Riyan mengakhiri panggilannya


"Masih jomblo aja tuh anak"


"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" Nur berteriak histeris


Riyan berlari menuju sumber suara


"Ada apa?" Nur berdiri diatas ranjang


"Itu"


"Apa sih" Nur menunjuk ke lantai, tapi yang dilihat Riyan dilantai tidak ada apa - apa


"Gak ada apa - apa"


"ADA!"


"Iya ada itu ada apa?"


"Cicak"


"Lah mana orang ga ada apa - apa gini" Nur menengok ke arah lantai


"Tadi aku ngijek mas"


"Gak ada sayang" Riyan celingukan mencari cicak dilantai


"Masa?"


"Iya kok, mungkin cicaknya masih nempel di kaki kamu"


"AAAAAAAAA" Nur mengibas kibaskan kaki kirinya yang tadi menginjang cicak dan tanganya berpegangan pada dinding.


"Udah - udah orang ga ada kok"


"Ihh mas tadi itu bener aku nginjak cicak"


"Iya - iya tapi cicaknya udah ga ada mungkon dia kabur, karena kamu ga mau bertanggung jawab"

__ADS_1


"Ngapain juga bertanggung jawab sama cicak?"


"Ya kan dia kesakitan pasti tadinya kamu injek"


"Ihhh" Nur memegangi betisnya telapak kaki kirinya menempel pada tembok


"Udah turun"


"Gak mau"


"Mau sampe kapan disitu terus"


"Kaki aku masih geli"


"Emang cicaknya tadi gelitikkin kaki kamu? Enggak kan?"


"Enggak"


"Yaudah turun" Nur duduk di tengah ranjang


"Cuci dulu kaki kamu"


"Beneran udah ga ada cicak?"


"Gak ada Sayang"


"Aku takut nginjak lantai jadinya"


"Terus, mau di gendong"


"Gak ahh lagian ngapain sih cicak di lantai kan biasanya di dinding" Nur jalan berjinjit - jinjit menuju kamar mandi dengan hati - hati, matanya selalu waspada mengawasi bila mana ada cicak lagi.


☜☆☞


Usai mencuci kaki Nir kembali ke kamar


"Mas mau kemana?" Melihat Riyan pakai celana panjang dan jaket


"Mau ke supermarket, ikut yuk, buduan ganti, pakai jaket ya aku tunggu di ruang TV"


"Emmm"


Nur mengganti dress rumahannya dengan kaos warna peach dan celana levis hitam serta jaket hitam rambutnya dikuncir asal


"Ayo mas" Nur berdiri di depan Riyan


"Kamu cantik" Riyan berdiri


"Trimakasih mas" Nur memeluk Riyan sejenak kemudian melepasnya.


"Kita mau beli apa"


"Persiapan buat besok"


"Oke"


Keduanya berangkat berboncengan diatas motor Riyan. Nur memeluk suaminya erat seakan tak mau diambil siapapun. Ini pertama kalinya mereka keluar rumah berdua setelah menikah.


"Kenceng amat peluknya"


"Hmmm" Nur makin mengeratkan pelukkannya


"Sakit sayang, gak bisa nafas jangan kenceng - kenceng dong" Nur melonggarkan pelukannya


☜☆☞


Setibanya di supermarket


"Yuk" Riyan menggandeng tangan Nur" Tidak melepas tangan Nur Riyan mengambil troli dan mendorongnya.


"Kamu ambil apa aja yang kamu butuhkan"


"Emm apa ya mas, tadi ga di catet dulu sih"


"E iya ya"


"Kita muter - muter aja dulu"


.


≧∇≦


Hai gaiss salam kenal dari author ya, btw ini cerita sebenernya real life ya gaiss tapi aku edit sedikit, tapi dijamin bakal seru kok.


Ini bukan cerita biasa, tapi mohon maaf sebelumnya ya ini pertama kali author nulis dan bikin novel mohon maaf jika typo ada dimana - mana ya author bukan orang yang teliti apalagi orang yang sempurna yakan

__ADS_1


Ayo gais dukung author ya dengan cara komen dan like favorit kan juga kalau bisa vote ya gais itu semangat buat author ..


Dan jangan lupa juga follow ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_ dm dan bilang lagi baca novel author guruku kubawa pulang nanti aku follback siapa tau kita bisa saling kenal lewat sana ya love you gaiss tungguin terus up episode selanjutnya ya


__ADS_2