
"Nyampeeeeekkkk" Ujar Riyan sambil menirukan gaya bicara mang Trisna di TOP
"Kita mau kemana sih mas?" Nur turun dan melepas helmnya
"Lohh kamu ga tau ya" Riyan pura - pura bego
"Ya mau tau dari mana sih mas orang kamu ditanya dari tadi juga ga mau jawab" Nur kesal
"Hehe iya habis ini kamu tau kok kan kita udah nyampek" Riyan berkaca di spion lalu meletakkan kedua helmnya
Nur masih bengong dan bingung karena Riyan parkir di pertokoan dan masing - masing toko beda-beda jualannya Nur makin bingun mau ke toko mana
"Udah ayo ntar keburu tutup toko pe" Ujar Riyan terputus dan hampir keceplosan
"Kita mau ke toko apa mas?" Tanya Nur dengan nada masih kesal tapi berjalan dibelakang Riyan
"Udahlah ayo cepet"
"Ngapain kamu dibelakangku"
"Ayo sini" Riyan menggeret tangan Nur hingga berjalan bersebelahan
Sampai di depan toko perhiasan
"Ayo masuk" Ajak Riyan
Nur masih bengong
"Ehh mas kamu mau beli apa sih laki - laki kan gaboleh pake emas-emasan gitu" Ujar Nur heran
"Yahhh siapa juga yang mau pakai" Balas Riyan datar.
"Lahh terus.. " Nur tambah bingung, tapi geer juga
"Mungkin mas mau beli cincin buat aku kali ya" batin Nur
"Selamat datang"
"Mas Riyan ada yang bisa di bantu" Ujar karyawan toko
"Ohh iya mbak mau beli cincin" Ujar Riyan
"Nah kan bener" Nur membatin lagi
"Baik mas mbak cincinnya sebelah sana mari saya tunjukkan" Ajak karyawan itu
"Ehh mbak kok tadi tau nama saya?" Riyan heran
"Ohh maaf mas saya temannya Reta dan juga karyawan Reta, Reta sering cerita sama saya tentang mas dan nunjukin beberapa foto mas jadi saya hafal" ujar karyawan itu tersenyum dengan menunduk sopan
"Oh jadi ini tokonya Reta?" Tanya Riyan datar tangannya tetap menggenggam tangan Nur
"Betul ini toko milik keluarga Reta" ujar karyawannya sopan
"Maaf mau pilih yang mana ini ada keluaran baru koleksi kami" karyawan itu menunjukkan koleksi cincinnya
"Reta siapa reta" batin Nur
"Udah Nur coba kamu pilih" Perintah Riyan
__ADS_1
"Kenapa aku yang milih?" nada bicara Nur masih kelihatan kesal
"Yakan cincinnya buat kamu sayang gimana sih" Riyan mencubit pipi Nur
"Ohh" Ucap Nur datar
Tapi reaksi Nur bikin Riyan dongkol, gimana gak dongkol coba mau dibelikan cincin jawabannya cuman Ohh gitu aja cih.
"Sebentar mbak saya mau bicara sama calon istri saya dulu" Riyan menekankan kata Istri saat bicara dengan karyawan Reta
"Silahkan" Ujar karyawan Reta
"Hah calon istri dia bilang, Reta gimana ya pasti galau nih dia, kasih tau gak ya kalo Riyan kesini beli cincin sama calonnya" batin Karyawan yang bernama Lia itu
"Ayo sini dulu" Riyan menarik tangan Nur menuju ke sofa ruang tunggu dengan kasar
"Aduh pelan napa mas sakit" Nur memegangi pergelangan tangannya
"Kamu kenapa sih? Pms?" Tanya Riyan dengan nada tinggi untung disitu sepi pembelinya hanya mereka berdua karena toko menjelang tutup
"Lahh itu tau" ujar Nur enteng
"Haduhh" Riyan mengeluh dan mengusap wajahnya kasar kemudian duduk disofa
"Sini duduk dulu" Riyan menepuk sofa sebelahnya
Nur menurut
"Kamu kenapa kayak gak suka gitu aku mau beliin kamu cincin, apa kamu ga mau nikah sama aku gara - gara kemarin? Iya" tanya Riyan sedikit emosi
"Uhh kok jadi gini sih, aku takut" batin Nur
Melihat Nur akan menangis Riyan tidak tega
"Ahh yasudah aku kira kamu gak mau nikah sama aku, udah sekalian aku kasih tau aja sekarang" Ujar Riyan bikin penasaran
Nur mengernyitkan dahinya
"Apa mas? " Tanya Nur polos tapi jantungnya deg deg an
"Denger dan ingat, kamu disini aku ajak kesini ini beli cincin pernikahan kita besok, B-E-S-O-K BE SOK!" Riyan bicara serius
"Hahh" Nur kaget jantungnya makin berdegub kencang
Tiba - tiba Nur menangis
"Lah kamu kenapa malah nangis ga suka?" Riyan bingung
"Ahh ndak mas Nur kaget dan seneng bingung ahh kenapa bisa secepat ini? " Tanya Nur sembari mengusap air matanya
Riyan mengenggam tangan Nur
"Kamu tenang aja yang penting sekarang nurut sama aku ya dan berdoa biar besok acaranya lancar" Riyan menenangkan
Padahal Riyan sendiri juga bingung kenapa bisa secepat itu.
Hanya Tuhan yang tahu
"Udah siap pilih cincinnya?" Tanya Riyan yang melihat Nur menyudahi tangisnya
__ADS_1
"Iya mas" Nur tersenyum
"Yaudah ayo tokonya keburu tutup" Ajak Riyan kembali menggandeng tangan Nur
"Mbak cincinnya yang bagus dan harganya terjangkau ya hehe" Ucap Riyan
"Baik mas, mbak silahkan dipilih dulu nanti ada beberapa diskon khusus kerabat begitu aturan disini" Jelas Lia
"Kamu pilih dulu ya" Riyan menyisir rambut belakang Nur dengan jari
"Coba yang ini mbak" Tunjuk Nur pada sebuah cincin yang simple tapi elegan
"Silahkan dicoba dulu mbak" Ujar Lia
"Biasanya di jari yang mana ya" Tanya Nur polos
"Dihh ini anak polos banget sih,cantik juga jelas Reta kalah" batin Lia
"Biasanya di tangan kanan jari manis mbak" Lia menjelaskan
"Ohh iya saya coba ya"
"Silahkan"
"Mas gimana yang ini bagus gak?" Tanya Nur yang mengagetkan Riyan sedari tadi lihat - lihat perhiasan
"Iya bagus itu cocok simple juga desainnya, sakit ga pakai itu?" Tanya Riyan
"Enggak mas" Jawab Nur sambil memandangi cincinnya
"Yaudah kalo kamu suka yang itu aja" Ujar Riyan
"Yang ini mbak" Nur kembali melepas cincinnya
"Baik akan dipacking dan silahkan selesaikan administrasi di kasir" Ujar Lia sopan
Setelah membayar Riyan dan Nur pergi meninggalkan toko dengan wajah ceria tentunya dapet diskon dong hihi
Mereka berdua jalan ke parkiran motor
"Mmm mas bisa duduk disana dulu" Tunjuk Mur pada bangku di dekat taman mini pertokoan
"Hmm" sahut Riyan datar
Merekapun duduk
"Mas Riyan" Ucap Nur Lirih dan tidak berani menatap Riyan
"Iya sayang ada apa?" Tanya Riyan sambil menyisir rambut belakang Nur
"Mmm Makasih ya cincinnya Nur seneng banget mas, semoga ini adalah cincin pertama dan terakhir yang Nur punya" Ujar Nur dengan nada sedikit tertahan menahan tangis bahagianya
"Iya sayang" Riyan gak tau mau bilang apa lagi
....
Kalo baper baca kepolosan Nur jangan lupa like komen suscripe ehhh heheh vote yaaa
__ADS_1