Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Hari Kepo


__ADS_3

Hari ini Riyan sangat semangat sekali ntah apa yang membuat dia sedemikian rupa biasanya dia hanya malas - malasan, usai kegiatannya di kampus nongkrong, pulang, rebahan, main game dan ya seperti itulah


Namun hari ini saja ntah kenapa subuh tadi Riyan nampak sudah bangun padahal ya tidak ada yang membangunkan juga tidak stel alarm Riyan seolah mendapatkan suatu Hidayah dari Tuhan.


Riyan mandi, mengambil wudhu kemudian sholat subuh walaupun sholatnya hanya di kamarnya sendiri ini sudah perubahan pada dirinya, dia berdoa memohon agar semua urusannya dilancarkan.


Kemudian dia bergegas ke dapur menanak nasi dengan bantuan magic com tentunya lalu dia memasak, iya Riyan memang ada bakat memasak sejak dulu.


Riyan memasak omelet keju 3 porsi kemudian dia berniat membangunkan teman - temannya


Tok tok tok


Riyan mengetok pintu kamar Luki


"Apaan sih masih pagi juga" ucap Riyan sambi membuka pintu sambil garuk - garuk kepala


"Buruan sikat gigi sono! Sarapan aku dah masak buat kalian!" perintah Riyan


"Ha? sejak kapan kamu pagi - pagi gini sudah masak tumben juga masakin buat kita biasanya juga dimakan sendiri" Luki kaget sedikit ngomel sambil berjalan menuju kamar mandi


"Tumben sih Riyan tuh kesamber bledek apa ya semalam"


"Wahai Zeuss jangan kau sengat temanku itu" Luki ngomong sendiri di kamar mandi


Hal yang sama Riyan lakukan di kamar Tombro, Riyan memerintahkan Tombro untuk sikat gigi dan ngajak sarapan


"Kau udah kayak emak ku saja sih pagi - pagi udah berisik" ujar Tombro kesal


"Masih ngantuk lah aku nih semalam ngerjain laporan sampe malam" tambahnya lagi


Riyanpun menyeret tangan Tombro ke ruang tengah yang ada satu TV disana.


Baru saja mereka duduk Luki datang


"Masak apa kamu? awas gak enak, jarang - jarang nih aku sarapan sepagi ini pula" Luki sedikit mengejek kepada Riyan


"Oke kalau sampai enak kusuruh kalian bayar satu porsi tiga puluh ribu nasinya lima ribu saja, Hahahaha" Riyanpun bangga karena dia rasa selama ini masakannya enak


"Ok lah kita coba aku lapar sudah" Tombro sambil buka tidung saji dan mengambil piring serta nasi lalu mengambil safu omelet keju itu


Merekapun menikmati sarapannya dengan diam dan tidak sengaja selesai hampir bersamaan kemudian Riyan bertanya kepada mereka "Gimana hmmm enak? ya iya lah kalo ga enak mana habis hahaha" Riyan bangga

__ADS_1


"Beresin tuh cuci piringnya, aku kan udah masak" perintah Riyan


"Beneran kali ini kau macam emakku saja sih Yan" Tombro kesal juga dengan temannya satu ini


"Ok Tom kamu cuci piring aja ya aku yang nyapu" Luki mengelak untuk ambil tugas cuci piring


"Iya - iya sudah sono" Tombro mendorong tubuh Luki


Sementara kedua temannya beres - beres Riyan siap - siap berangkat karena hari ini juga kebetulan ada jam kuliah pagi, didalam kamar Riyan berkaca


"Sebenernya aku juga gak jelek - jelek amat" ucapnya dengan PDnya lalu dia keluar sambil menyambar tas ranselnya dan di ambilnya kunci sepeda motornya di atas lemari


"Aku berangkat duluan ya" teriak Riyan lantang


"Mau kemana kamu Yan?" tanya Luki heran


"Kampus" jawab Riyan sambil memakai sepatu v*ns favoritenya


"Tuhhh anak kenapa sih heran aku" Luki menggelengkan kepalanya dan melanjutkan menyapu


Digarasi Riyan mengambil helm Bogonya di lapnya kaca Helmnya sampai kinclong kemudian dipakainya lalu memanaskan mesin motor vespa matic warna mustard.


Iya Riyan cowok starter pack ya minus gondrong aja sih, cukup beberapa menit lalu Riyanpun segera berangkat


Saat di perempatan lampu merah tak sengaja Riyan melihat Nur berjalan di trotoar sendirian membawa tas dan beberapa buku di pelukannya, Riyanoun menghampirinya


"Hai calon istriku yuk aku antar mau ke kampus kan?" ajak Riyan


"Lohh Mas" Nur masih heran


"Udah kamu tunggu sini bentar ya aku belikan helm buat kamu" sambil senyum Riyan menuju ke toko helm yang lumayan deket hanya kurang lebih tiga ratus meter dari tempat Nur menunggu, tidak sampai 5 menit Riyan kembali dengan membawa helm dan diberikannya kepada Nur helm bogo warna kunyit yang senada dengan warna motor Riyan.


Nur menerimanya dan memakainya


"Trimaksih ya mas" ucap Nur tulus


"Iya calon istriku yuk naik aku anterin sampai kampusmu ya" Riyan girang bukan main


Nur naik ke motor Riyan namun tak segera berangkat, Riyan membalik tasnya dipakainya ransel itu di dadanya, namun tak kunjung berangkat juga tapi Riyan masih diam.


"Ada apa mas" Tanya Nur heran

__ADS_1


"Pegangan" jawab Riyan singkat


"Iya" Nur langsung berpegangan pada handle motor


"Hah yasudalah" gumam Riyan


Di atas motor hening tak ada percakapan Riyan sedikit melirik di kaca spion hanya untuk melihat wajah Nur


" Hmmm,Ohh iya Nur kemarin aku kan belum tau tentang kamu ya,Rumahmu dimana Nur" Riyan mencoba memecahkan keheningan


"Hah? Apa mas" Nur malah bertanya Nadanya agak kenceng kali ini yang di denger Nur kurang jelas karena suaraa GLUBUK, GLUBUK, GLUBUK


"Rumahmu dimana? " kali ini suara Riyan juga agak kenceng karena ia tau Nur kurang mendengarnya


"Belum punya rumah mas" jawab Nur


Riyan agak bingung dengan jawaban Nur, niatnya Riyan sih pingin ngobrol lama dengan Nur tapi waktu terasa begitu cepat tiba - tiba saja sudah ada di depan gerbang kampus B.


Nur turun dan menyerahkan helmnya ke Riyan


"Nanti pulang jam berapa biar aku jemput ya" Riyan menawarkannya dan berharap Nur juga mau


"Tapi maaf mas nanti pulang kuliah Nur harus kerja" jawab Nur jujur karena dia nanti sudah mulai bekerja


"Ohh gitu kerja dimana nanti pulangnya jam berapa aku jemput selesai kerja gimana? Riyan masih ingin tau tentang Nur


"Ohh ndak usah Mas saya biasa jalan kaki kok" jawab Nur sambil senyum yang manis sekali


Namun jawabannya semakin bikin Riyan ingin tau banyak tentang Nur


"Dimana dan jam berapa pulangnya? Aku gak mau pulang dan helm ini nganggur" ucap Riyan sedikit memaksa sambil menepuk helm yang baru dibelinya tadi


"Di resto Malibu mas pulang jam 7 malam" jawab Nur sambil menunduk


"Ok tunggu disana jangan pulang dulu sebelum aku njemput kamu"


Belum sempat Nur menjawab, Riyanpun melajukan motornya menuju kampus A.


Ya karena jarak kampus A dan kampus B lumayan jauh sih disamping itu Dosen pagi ini agak galak juga.


Bersambung.....

__ADS_1


Mohon like dan comentnya ya kakak - kakak readers 😇😇😇😇


__ADS_2