
Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari, semua
anggota barikade long hair yang akan ikut ke Bromo sudh berkumpul di depan base
camp. Sudah ada Rokim and the team, Luki dan kekasihnya Anggita, si jomblo
Tombro dan pengantin baru Riyn dan Nur.
“Siapa yang belum datang” Tanya Rokim
“Sepertinya ga ada Mas” Jawab Tombro
“Ehh ada, temanku katanya mau ikut” Sahut Nur yang
berdiri disamping suaminya itu.
“Ohh iya, Novi ya katanya mau ikut” Ujar Riyan
kemudian.
“Novi temen kau itu?” Tanya Tombro, Nur hanya
mengangguk
“Ya, sudah selagi menunggu temannya Nur kita
persiapan dulu” Ujar Rokim.
“Baik Mas”
Semua bubar dan menyiapkan barang – barang yang akan mereka bawa ke Bromo,
memasukkannya ke bagasi mobil ada banyak air mineral, peralatan foto, peralatan
medis seperti obat – obatan, senter dan lain –lain.
“Sayang, kamu yakin kemarin udah ngasih tahu si
Novi?” Tanya Riyan.
“Iya mas kemarin aku telfon dia kok dan ngasih
alamat basce camp juga” Nur Nampak panik karena belum melihat batang hidung
temannya itu.
“Jangan – jangan dai lupa lagi” Sahut Riyan
“Ga mungkin mas, dia itu bilang kepingin banget ke
bromo” Nur mrmbrla temannya.
“Coba kamu telfon deh” Riyan menyodorkan ponsel
milikknya.
“Emmm” Nur mencoba menghubungi Novi, beberapa saat
namun tidak adda jawaban, Nur tidak menyerah di telfonnya si Novi berulang
kali.
“Ga bisa dihubungin mas” Setelah berpuluh kali
mencoba menghubungi Novi.
“Ya sudah kalau waktunya berangkat dia belum datang
kita tinggal aja ya, ga enak sama yang lain” Bisik Riyan, Nur hanya mengangguk
mengerti lagian si Novi juga bukan anggota Nur saja bisa ikut karena istri
Riyan.
__ADS_1
Aduh
Nov, kamu gimana sih, kalau beneran di tinggal nanti jangan marahin aku ya Nov,
sku bukan yang punya acara, aaku bisa ikut juga karena mas Riyan.
***
Sepuluh menit kemudian datanglah mobil berwarna
hitam memasuki pelataran base camp.
“Sorry ya guys aku belum telat kan?” Ujar Novi
cengar – cengir. Semabari turun dari mobil. Semua menatap Novi dengan pandangan
sinis, akhirnya Novi merasa tidak enak sendiri, dilihatnya jam tangannyya.
Masih 01.25 kok, kan berangkat jug jam 02.00 katanya, emang salah aku apa?
Nur menghampiri Novi dan menyeretnya.
“Nov, kamu kemana aja sih, aku telfon ga diangkat
juga, itu lagi, mobil siapa yang kamu bawa?” Nur memburu Novi dengan berbagai
pertanyaan.
“Heeee eehhh, yang tadi nelpon itu kamu, aku ga tau
soalnya nomor ga terdaftar di Hp aku aku kira orang mau neror”
HUhhh,
Nur menghela nafas panjang.
“Itu nomor mas Riyan Nov, Hp aku ga ada pulsanya” Nur
mencubit lengan Novi.
“Auhh iya – iya sorry, aku kan juga ga ada nyimpen
“Huhh itu mobil siapa?” Tanya Nur dengan judesnya.
“Mobil aku” Jawab Novi asal, alis Nur berkerut.
“Iya Nur, itu mobil aku yang dirumah ga pernah aku bawa sih, soalnya di kos
kita ga ada garasi, kemarin itu aku pindah kos, jaded lebih jauh kalau dari
sini tapi lebih dekat dengan kampus” Terang Novi.
“Yasudah terus itu mobil kamu, ditaruh sini aja
titipin sama keamanannya Mas Rokim” Nur melangkah menghampiri suaminya yang
sedang berbincang dengan Luki dan Anggita.
“Mas, titpin mobil Novi ya” Luki dan Anggita menoleh
ke sumber suara, Nur memegang lengan Riyan.
“Emm” Riyan mengangguk dan membelai tangan Nur yang
memegang lengannya.
“Emang kenapa ga dibawa?” Tanya Luki.
“Lo gila apa mau naik ke bromo bawa mobil itu” Riyan
menunjuk mobil mercy milik Novi.
“Lah ya emang kenapa?” Luki masih tidak mengerti.
__ADS_1
“Bego! Tanya aja sama cewek mu pasti dia lebih tau!”
Riyan pergi meninggalkan mereka. Nur mengikuti suaminya.
"Ehh ehh mbak" Nur berhenti dan mengengok ke belakang
"Ya" Anggita mendekati Nur dan mengulurkan tangannya.
"Anggita" Nur tesenyum dan membalas jabatan tangan Anggita.
"Panggil aja Nur"
"Ohhh oke"
"Ya gitu berteman jangan sombong - sombong jadi cewek" Luki menghampiri Nur yang tengah berkenalan dengan kekasihnya itu.
"Kok pas nikahan aku dia ga diajak sih mas Luki" Nur mencoba mencairkan suasana setelah sebelumnya suasana berubah jadi canggung.
"Nikahanmu itu pagi buta banget mana tega aku mau ajak dia jam dua pagi berangkat, mana gedungnya serem lagi" perotes Luki sambil mengedikkan bahunya lalu kemudian bergidik mengingat betapa mengerikkannya gedung itu dari luar tapi, isinya menakjubkan.
"Masa sih mas? Jadi kamu sudah nikah? Tanya Anggita
"Iya Riyan itu suaminya" Yang menjawab malah Luki
***
Assalamualaikum.
Hy guys,
salam kenal dari author ya, by the way ini cerita sebenernya real life ya guys
tapi aku edit sedikit biar kesannya lebih dramatis gitu.
Tapi dijamin
bakal seru kok, mohon maaf ya ini masih bab awal jadi kesannya masih ga
nyambung sama judulnya, makanya favoritekan agar kalian bisa tahu jika cerita
ini lagi up, jangan lupa like, komen, vote, rating itu semangatnya authoe buat
lanjutin nulis dan jangan lupa sharenya kalo mau ga mau share juga ga apa- apa
kok ga maksa hehe.
Dan author
mohon maaf dengan sangat jika terjadi kesalahan dalam ejaan kata,tanda baca
maupun penulisan dikarenakan author bukanlah orang yang ssuper duper teliti dan
author juga bukan orang yang sempurna bukan juga yang maha benar karena yang
sempurna dan maha benar itu semata hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.
Trimakasih
mohon dukungan dan pengertiannya ya.
Jangan lupa
follow akun ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_
Kalau mau di
follback bisa banget caranya dm aja “lagi baca novel author Guruku Kubawa
Pulang”
Tungguin terus Up episode selanjutnya
ya
Ohhh ya guys satu lagibaca juga ya Novel aku judulnya KETOS LOVE LIFE ada yang versi chatt story ada juga yang versi novelnya.
__ADS_1
Love U guys :*