
Masih di base camp
Riyan telah menceritakan semua kisahnya kepada Rokim dari awal ketemu Nur hingga peristiwa kemarin yang menjadikan perasaannya nano - nano
"Jadi saya tanya mas Riyan sekarang, apa mas Riyan masih yakin mau menikahi gadis itu?" Tanya Rokim dengan nada sedang menginterogasi
"Iya mas ga tau juga kenapa, tapi saya juga bingung gimana caranya" Riyan jujur
"Apa yang terbesit dipikiran mas saat pertama ketemu dia?" Tanya Rokim lagi
"Aku lihat dia itu ibu dari anak - anakku udah gitu aja mas" Jawab Riyan Terus terang
"Hmmm" Rokim tersenyum
Lalu Rokim mengambil kertas menuliskan sebuah alamat di kertas tersebut
"Ini besok datang kesini, ajak teman mas Riyan dan juga Nur, mas Riyan bisa beli cincin dan mas kawin kan?" Ujar Rokim ceplos begitu saja
"Mmm maksudnya gimana mas?" Riyan tambah bingung
"Jadi hari ini sepulang dari sini ajak Nur bicara bilang besok kalian menikah saya yang atur semuanya, tapu masalah cincin dan mas kawin mas Riyan persiapkan sendiri bisa?" Rokim menjelaskan dengan tegas
"Ii iya mas bisa" Riyan masoh bingung dan kaget
"Kalo mas Riyan ragu ya saya batalkan" Rokim mulai mengancam karena dia tau Riyan masih bingung dengan semua yang serba mendadak
"Iya mas saya yakin, terimakasih sudah membantu" Riyan menyalami tangan Rokim, namun di tepis olehnya
"Gak usah seperti itu besok kalau sudah sah mas Riyan bisa tinggal di rumah saya beserta istri ya memang rumahnya kecil tapi masih layak untuk dihuni" Terang Rokim
Tapi Riyan malah menangis
"Lohh mas Riyan kenapa, ada apa mas?" Tanya Rokim yang sebenernya tau kalau Riyan terharu (Kan Rokim indigo,tapi pura - pura bego)
"Ahh ndak mas Kim saya cuman terharu saja,saudara saya gak ada yang peduli bahkan orang tua saya, tapi mas malah membantu saya sperti ini" Ujar Riyan sambil mengusap air matanya
"Oh begitu yasudah mas tetap bersyukurlah, memang kadang saudara seperti musuh tapi orang lain banyak yang bisa dijadikan saudara" Terang Rokim sambil menrngadahkan kepalanya memandang langit-langit base camp yang ada cicaknya di dekat lampu.
"Iya mas saya gak tau harus bilang apa sama mas selain terimakasih" Ujar Riyan
__ADS_1
"Yang penting mas Riyan tetap bersyukur kepada Tuhan apapun cobaannya tetap bersyukurlah, karena sberat apapun masalah Tuhan pasti akan memberikan jalan" Rokim mulai ceramah
"Baiklah kalu begitu mas bolehkah saya pamit, saya mau menemui Nur" Izin Riyan
"Iya mas silahkan, jangan lupa besok sebelum subuh harus sudah ada disana" Perintah Rokim
"Ha sebelum subuh" Riyan kaget
"Iya mas saya rasa ijab qobulnya yang pas setelah sholat subuh berjamaah" Terang Rokim
"B baik mas terimakasih banyak, saya pamit dulu"
Bagaikan anak kecil dapet permen Riyan langsung nyelonong pergi ke kosan Nur
Riyan melihat jam tangannya
"Ahh sudah jam 3 sore lama juga ya aku ngobrol sama mbah (Rokim)" Riyan ngomong sendiri
"Tok Tok" (suara ketok pintu)
"Ya sebentar" Suara perempuan dari dalam kosnya
"Ehh Yan ada apa Nur masih mandi" Ujar Novi
"Ohhh ooo iya" Jawab Novi heran langsung ke depan kamar mandi
"Dok dok dok" (mengetok pintu kamar mandi)
"Yaa"
"Ada Riyan cepet katanya mau ngajak kamu cari angin"
"Ohhh oo iya iya udah selesai kok"
"ceklek" (pintu dibuka)
"Lahh mana mas Riya nya?" Tanya Nur sambil menyapu ruang kosnya
"Ya diluar lah, ntar kalo aku suruh masuk dikira ngapain lagi, dah sana temui calonmu siapa tau diajak kawin lari hihi" Novi bicaranya emang suka asal
__ADS_1
Nur nyamperin Riyan
"Mas udah lama nunggunya" Ujar Nur mengagetkan Riyan yang dari tadi main Hp
"Ahh ngga juga kok ayo ikut aku" Riyan menggandeng tangan Nur
"Kemana mas?" Tanya Nur heran karena Riyan langkahnya agak terburu - buru
"Udah nurut aja gausah banyak tanya, nih helmmu pakai yang bener" Riyan menyodorkan helmnya
"Udah?" Tanya Riyan saat Nur udah ada diboncengnya
"Hemm" Jawab Nur sedikit kesal dia masih penasaran mau dibawa kemana sama si Riyan
"Kalo udah ya turun" Perintah Riyan
"Ihhh mas nyebelin deh niat ngajak gak sih" Nur bicara dengan nada tinggi kali ini tapi Nur beneran turun
"Enggak-enggak sayang mas cuman bercanda, udah yuk naik keburu tutup tokonya" Ujar Riyan hampir keceplosan
Dengan bibir dikerucutkan Nur naik lagi
"Udah?" Tanya Riyan
Tapi Nur ga menjawab
"Pegangan" sambil menarik tangan Nur untuk memeluk pinggang Riyan tapi Nur meriknya lagi
"Hah yaudahlah yang penting hayuuuu meluncurrrr"
Bersambung.......
Like
komen
share
vote
__ADS_1
love
favoritekan