
Di kampus Riyan
Riyan sedang berjalan menuju kelas
"Riyan!!!"
Teriak suara wanita dari kejauhan.
Tapi Riyan terus berjalan menuju kelasnya karena Riyan tau itu suara Margareta yang biasanya di panggil Reta cewek yang ngefans berat sama Riyan sejak SMA,namun ntah kenapa Riyan lebih memilih memanggilnya Garet, emang sih rada usil Riyannya
"RIYAN!!! " sekali lagi suara itu semakin keras dan semakin terdengar dekat.
"Hei yan tumben kamu sepagi ini dah datang? " tanya Reta
"Terserah" jawab Riyan ketus
"Kamu tu kenapa sih Yan tiap kali aku deket kamu bawaanya BT mulu, padahal aku juga berusaha jujur waktu itu sama perasaanku kalau aku suka sama kamu bahkan sampai sekarang" ungkap Reta sedikit kesal
Langkah Riyanpun berhenti dan Reta menabrak punggung Riyan.
"Aduh" lenguh Margareta
Riyan maju dua langkah kemudian membalikkan badannya
"Garet" ucap Riyan sedikit ada penekanan saat sebut nama itu kali ini.
Lalu tangan Margareta ditarik oleh Riyan, Margareta senang pipinya memerah, karena Riyan belum pernah sekalipun bersentuhan dengan Reta selama ini, namun Reta tetap teguh memperjuangkan Riyan.
Riyan menajaknya duduk di bangku dekat tempat mereka berdiri.
"Duduk sini!" perintah Riyan sambil menepuk bangku disebelahnya kemudian langsung menghadap Reta,Riyan belum pernah seperti ini sebelumnya.
Retapun senang bukan main jantungnya deg deg an, dia tak mampu memandang wajah Riyan Reta lebih memilih menunduk dan berusaha menghilangkan deg deg annya akibat grogi.
"Margareta" kali ini malah Riyan menyebut namanya dengan sempurna wajah Reta makin memerah dia menahan senyumnya dan jantungnya semakin berdegup kencang.
"Baru kali ini Riyan menyebut namanku dengan benar" ucap Reta dalam hati.
__ADS_1
Reta berfikiran bahwa Riyan akan mengungkapkan perasaannya juga.
"Aku tau kamu suka aku dari dulu waktu kita masih di SMA" ucap Riyan terhenti sejenak kemudian menghela nafas
Retapun makin salah tingkah karena barusan Riyan menyebut kata kita
"Kamu juga tau Ret aku gak pernah menggubrismu tapi, bukan berarti aku benci sama kamu Ret, aku hanya tidak ingin melukai perempuan, kalau selama ini sikapku yang gak pernah menggubrismu itu bikin kamu sakit hati maka aku minta maaf sama kamu Ret" ucap Riyan berusaha mengungkapkannya
"Lihat aku Ret" Reta langsung menatap Riyan matanya berkaca - kaca tidak menyangka bahwa Riyan bisa seperti ini,sekalem ini ga seperti yang biasanya ketus dan jutek jika diajak bicara Reta
"Maafkan aku atas kelakuanku selama ini padamu tapi...." Riyan berhenti sejenak kemudian menatap Margaret serius
"Aku minta tolong dengan sangat padamu, sekarang aku ingin kamu berhenti mengerjar - ngejarku Ret, kita sudah dewasa bukan anak SMA lagi jadi aku putuskan untuk mengambil sikap terhadapmu Ret,Maaf tapi ini permintaanku yang terakhir kalinya tolong jangan kejar aku lagi Ret, Aku tau kamu pasti capek" ucap Riyan dengan nada serius
"Aku rasa kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku Ret, kamu pasti bisa aku yakin" Ucap Riyan tegas dan meyakinkan
DEG !!!
Wajah Reta yang tadinya bersemu dan kegirangan seketika berubah Reta menangis sesenggukan sambil sekali mengusap air matanya yang mengalir di pipi kemudian menutup wajahnya.
DEG?!
Reta tercengang beberapa saat
"Emang kamu sekarang punya pacar?" tanya Reta dengan nada yang tinggi tidak karuan karena tangisnya
"Bukan Ret" Riyan menatap kedepan
"Lalu apa? Kalau kamu gak punya pacar kenapa melarangku berhenti untuk memperjuangkanmu Riyan?
Kenapa?
Apa aku kurang cantik?
Ga seksi?
Ga kaya?
__ADS_1
Aku berusaha yan agar aku bisa masuk universitas A sama seperti kamu Yan" Reta mengucapkannya dengan lancar ntah kenapa padahal dia sedang menangis mungkin ini yang selama ini di pendam di hatinya yang paling dalam
"Aku memang ga punya pacar Ret karena aku gak mau pacaran tapi aku mau melamar dia dan segera menikahinya" Ucap Riyan yakin tanpa ada sedikitpun keraguan
"Aaa-Apa kamu bilang yan? Melamar? Menikahinya? " Reta melongo sampai tak sadar jika ada air matanya yang jatuh menetes di bibirnya yang terasa begitu asin, namun hal itu sudah biasa bagi Reta.
"Siapa dia Yan? Siapa cewek yang akan kamu lamar itu kenapa aku tidak tau" Reta mulai tidak bisa mengontrol emosinya
"Bukan urusanmu Ret, Tolong ikhlaskan dan berhenti memperjuangkan aku, kamu cantik Ret kamu pintar banyak laki - laki di sana yang mengagumimu" ucap Riyan sambil menepuk bahu Reta
"Maaf Ret aku masuk dulu" Riyan dengan tega meninggalkan Reta yang masih menangis sesenggukan di bangku itu.
Namun Riyan yakin tidak akan menoleh pada Reta
Reta hanya bisa melihat Riyan semakin menjauh meninggalkannya menangis sendirian di bangku kampus sepagi ini.
Margareta gadis yang cantik disekolah prestasinya juga lumayan Ok dan dia anak orang kaya, orang tuanya punya Mall di beberapa daerah.
Reta masih bingung akan perkataan Riyan, tapi dia juga heran Riyan tidak pernah seserius itu bicara padanya
"Aku harus bagaimana hiks hiks" Reta bergumam sendiri
"Aaaaaaaaaa" tanpa sadar Reta berteriak namun tidak begitu kencang karena teriakannya tertahan lalu menutup wajahnya yang sudah berantakan itu
Namun tiba - tiba muncul sura seseorang
"Nona kenapa kau siapa yang membuat mu menangis"
Pertanyaaan itu bikin Reta penasaran "siapa sih ganggu aja" batin Reta
Namun Reta segera mengusap air matanya dengan tisu yang selalu ada di tasnya dia juga tidak menyadari bahwa di belakang bangkunya telah berdiri seseorang.
Reta menghela nafas panjang mencoba mengatur keadaan hatinya saat ini, Reta berdiri dan alangkah kagetnya dia melihat seseorang yang rupanya sejak tadi berada di situ tanpa Reta sadari.
Bersambung....
Jangan luka like komennya yang mendukung ya
__ADS_1