Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Sis Riyan


__ADS_3

Suara adzan berkumandang, Nur membuka mata, menggeliat diatas ranjang.


“Hoammmmm” menelentangkan kedua tagan, meregangkan otot – ototnya


“Dugh”


“Aaaa” kaget.


Menengok ke samping.


“Ohh iya, aku sudah punya suami sekarang”


“Apa tidurku semlam mengganggunya? Apa aku ngorok? Ngelindur? Aaaaa tidak – tidak, jangan pasti aku jelek sekali semalam”


“Huuufffftthhhh” Nur diam sejenak menatap langit – langit kamar yang hampa.


“Aku istri Riyan sekarang, dia sudah menyelamatkan aku dari kesendirian” menatap wajah Riyan.


Riyan masih memejamkan matanya dengan hembusan nafas teratur.


“Aku harus berbakti kepadamu sekarang”


“Aku akan berusaha mejadi istri yang baik, melayanimu baik lahir maupun batin, walaupun aku beum tahu apakah aku mencintaimu, maafkan aku, suamiku…” mencium lembut pipi Riyan


Nur beranjak dari ranjang dan keluar kamar.


*


Pagi itu Nur memasak nasi dan beberapa lauk yang dia beli di penjual sayur kelilig subuh tadi, selesai memasak Nur menyiapkan semuanya di meja makan, menyiapkan setelan kemeja putih serta celana hitam dan dasi.


“Oke semua sudah siap “


“Sayaaaaaaangggggg“ Teriak Riyan dari dalam kamar mandi, tapi Nur tidak mendengarnya, akhirnya Riyan keluar hanya dengan balutan handuk kacil yang dipaksakan meligkar di pinggangnya.


Riyan masuk ke kamar


“AAAAAAAAAAAAAAAA” Nur menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan


“Apasih?”


“Kenapa ga pake baju sih mas?” masih menutup wajah dan memunggungi Riyan


“Iya, jatoh tadi basah deh, kamu juga dipanggil gak dateng” Riyan melepas handuknya hendak memakai celana dalam.


“Maaf mas, aku ga dengar tadi” Nur membuka matanya


“AAAAAAAAAAAAAAAAAA”


“Apa lagi sih?”


“Itu kenapa handuknya dilepas?” Nur kembali menutup wajahnya


Riyan tersenyum


“Ya emang kenapa kan ga ada yang lihat”


“Aku lihat mas”


“Mana mata kamu malah kamu utupi”


“Aduhhh udah cepet di pake mas”


“Emang kamu gamau lihat lagi? Hmmm” Riyan mendekati Nur

__ADS_1


Nur hanya menggelengkan kepalanya.


“Bener nih gamau lihat?” Riyan menyentuh tangan Nur yang masih menutup wajahnya itu, mengambil tangan Nur dan mengarahkan ke bawah perut.


Nur masih menutup matanya


DEG


Jantung Nur berdetak


“Ini apa ya, kok gini” Nur penasaran dan memencet – mencet, benda itu bergerak dan semakin membesar


“Kamu membangunkannya sayang” bisik Riyan ditelinga Nur


“AAAAAAAAAAAAAA”


Nur mengakat tanganya dari benda itu dan mengibas – kibaskannya ke udara.


“hahahaha” Riyan tertawa riang


“Cepet pakai bajumu mas”


"Kamu harus tanggung jawab"


"Tanggung jawab gimana"


Riyan memakai celana dalamnya yang sempat tertunda tadi.


“Udah, tolong keringin rambut aku ya” Riyan menyodorkan handuk


“Jangan pakai itu mas”


“Terus pakai apa?”


“Kamu mau kemana? Keringkan rambut aku dulu”


“Ambil ini mas” menunjukkan handuk


“Lah emang yang ini kenapa?” Riyan mengangkat handuk yang habis ia pakai tadi.


“Itu basah mas”


“Yaudah serah”


“Duduk mas, aku ga nyampe kalau kamu berdiri gini”


Riyan duduk di tepi ranjang Nur setengah berdiri bertumpu dengan kedua lututnya, mengeringkan rambut Rian yang masih panjang itu dengan handuk, ia betul Nur ga punya hair dryer.


“Mas ini yakin mau di potong habis ini?” Nur menggosok – gosok lembut kepala Riyan


“Hmmm” Riyan tengah menikmati gosokan lembut dikepalanya.


“Enak juga ya punya istri, habis keramas ada yang ngeringin rambut, biasanya malah gak aku keringin sampe berangkat ke kampus dengan baju basah bagian atas,sekarang ada yang bantuin, sayang habis ini kupotong rambut ini"


“Mas”


“Hmmm”


“Yakin tuh rambutnya mau di potong?”


“Iya sayang, kan aku mau kerja, mana ada orang kerja di kantor rambut gondrong kaya gini, satpam aja rambutnya rapi”


“Iya mas, aku tahu tapi apa gak sayang gitu kalau di potong, kan manjangin rambut juga lama”

__ADS_1


“Iya sih tapi mau giana lagi, daripada aku ga dapet kerjaan cuman gaa – gara rambut”


“Hmmm, eh bentar deh mas”


“Hmmm”


Nur beranjak dari tempatnya membuka laci nakas mengambil beberapa barang lalu kembali dan menyisir rambut Riyan.


“Mas harus nurut ya”


“Hmmm” Riyan fokus dengan HPnya


Nur memberi bandana warna kuning dikepala Riyan


“Mas selfi yuk pakai HP kamu” ajak Nur


“Yuuk” Riyan memosisikan kamera HPnya


“Sayaaaaaaaannnnnnnnngggggggggggg”


“HIHIHI”


“Ga apa – apa mas sekali ini aja ya”


“Gk ahh” Riyan melepas paksa bandana itu


“Ayolah mas sekali aja, habis ini juga bakal dipotong kan?”


“Huhhh iya” Riyan mulai sewot, tapi tetap melakukan apa yang istrinya mau


“Sini mas diake lagi bandananya”


“Hmmmm” Nur memakaikan lagi bandananya di rambut Riyan, lalu keduanya selfi dengan berbagai gaya


“Kamu cantik deh maas”


“Iya dong” Ucap Riyan bangga


“Lagi ya mas ini stye yang kedua”


“Apa lagi sih”


“Taraaaa” Nur menunjukkan dua ikat rambut warrna pink dengan hiasan strawberry.


“Mau diapain lagi rambut aku”


“Udah mas nurut aja”


Nur mengepang dua rambut Riyan bak anak kecil.


“Awas kau ya nanti akan kau terima hukumnmu itu pda saanya”


“Nahh udah mas yuk foto lagi”


“Oke kali ini kau yang menang, awas nanti ya”


"Nahh imut mas kalo gini kaya dede gumush"


"Kalo yang tadi?"


"Sist Riyan, hihi"


"Awas kamu ya"

__ADS_1


__ADS_2