
"Gila mau apa sih Garet" Riyan sampai di parkiran dan langsung tancap gas motornya.
Sebelum ke kampus AB Riyan menyempatkan diri ke babershop
"Mas potong dong"
"Wihhh Sam Riyan lama ga kesini sam, apa kabar?" Tanya Diko pemilik babershop
"Baik, cepet potongin rambut aku Dik"
"Ada apa nih mau potong rambut, ga sayang apa?
"Mau kerja nih mau interviu udah cepetan"
Dito memotong rambut Riyan
"Model apa ini sam?"
"Yang penting rapi dah dan aku kelihatan ganteng"
"Oke"
Diko merubah stylish rambut Riyan yang tadinya panjang sebahu lebih sedikit berubah menjadi cepak tapi ga cepak amat ada satu skin head di bagian kiri
"Wihh ganteng juga nih"
"Berapa bro"
"Udah bawa aja sam"
"Yang bener nih"
"Iya nih rambut kamu mau aku jadiin wig bayar pake ini aja ahaha"
"Halah, terserah dah"
"Semoga lancar dan diterima sam"
"Amin,makasih bro"
Riyan tancap gas lagi ke kempus AB.
Sampai di kampus AB banyak mahasiswi yang melirik Riyan ya karena Riyan cowok starter packnya paca ciwi - ciwi sih hihi.
"Ihhh gantengnya"
"Iyaa huhu anak baru kali ya, kaya ga pernah liat dia disekitaran sini"
Riyan berjalan mendekat ke arah mereka
"Misi mbak, gedung B bener yang ini ya" Tunjuk Riyan ke bangunan yang ada di depannya
"Iya mas bener, ada yang bisa dibantu" Ujar Lia salah satu mahasiswi yang memuji kegantengan Riyan tadi.
__ADS_1
"Saya ada urusan di ruang rektor, bisa minta tolong tunjukkan dimana ruangnya?"
"Dengan senang hati" Lia senyum senang
"Baee gaiss" bisik Lia kepada temannya
"Ihh kan keduluan Lia dehh" Gerutu Kia
"Iya ishh mana itu cowok ganteng banget lagi, kira - kira ada urusan apa ya mau nemuin rektor" Tanya Zila
"Mudah - mudahan aja dia bakal kerja disini atau ngampus disini juga gapapa, kan enak ada pemandangan seger liat cowok ganteng kalo lagi bosen haha" Tawa Kia sangat riang
"Eee mas bukan anak kampus sini ya" Lia memulai pertanyaan
"Eee bu bukan mbak" Riyan tampak gugup pasalnya ia akan interviu hari ini juga.
"Hmmm gausah gugup gitu mas biasa aja, kaya ga pernah deket cewek cantik aja mas belum punya pacar ya"
"Nih cewek apa - apan sih"
"Ohh iya mas kita tadi belum kenalan ya, kenalin mas nama aku Lia" Liya menghentikan langkahnya dan mengulurkan tamgannya
Riyan menjabat tangan Lia "Riyan"
"Wow cocok sekali ya namanya orangnya cakep namanya Riyan kayak pas gitu"
"Hadeh bacot"
"Ini tempatnya masih jauh ya"
"Ohh iya makasih ya mbak Lia"
"Panggil Lia aja mas" Lia mengedipkan satu matanya
"Ohh iya Lia saya permisi ya, terimakasih" Riyan segera menuju kedepan ruangan rektor disana sudah banyak para pelamar yang menunggu interviu juga, Riyan duduk dengan para pelamar lainnya.
Setelah kurang lebih empat puluh lima menit menunggu, akhirnya Riyan dipanggil juga
"Riyan Ardiansa" Panggil seorang laki - laki bername tag Budi di ujung pintu
Riyan segera berdiri dan masuk ke ruang interviu.
Yang mewawancarai yaitu rektor sendiri Pak Bisri,
"Perkenalkan nama anda"
"Nama saya Riyan Ardiansa, saya mahasiswa tingkat akhir dari universitas A"
Serangkaian tanya jawab sudah Riyan lakukan dengan baik, kini untyuk menunggu keputusannya Riyan dan pelamar lainnya menunggu hasil keputusan rektor siapakah yang akan dia terima dan menempati posisi apa, pasalnya saat itu ada dua posisi yang lagi dinutujkan yaitu posisi seketaris rektor dan seketaris pribadinya.
Selama kurang lebih lima belas menit.
"Saya langsung saja akan mengumumkan hasil keputusan Pak Bisri, jadi yang akan mengisi posis seketaris pribadi adalah... " Ucap Pak Budi menggantung
__ADS_1
"Pak Hasan. Selamat kepada Pak Hasan, dan ini silahkan pelajari apa saja yang harus bapak kerjakan nantinya" Pak Budi memberikan beberapa lembar kertas ke Pak Hasan
"Selanjutnya untuk posisi seketaris kantor selamat untuk Riyan Ardiansa, yang lainnya mohon maaf dan terimakasih atas antusias anda semua" Pak Budi juga memberikan lembaran kertas kepada Riyan
"Ini kamu pelajari ya"
"Jika ada pertanyaan langsung saja hubungi saya, nomor saya sudah tertera disitu
"Baik Pak terimakasih" Ujar Riyan dan pak Hasan bersamaan
"Selamat bergabung" Pak Budi menjabat tangan Riyan dan Pak Hasan secara bergantian.
"Terimakasih" Jawab Riyan dan Pak Hasan hampir bersamaaan
"Saya tinggal dulu ya saya masih ada urusan" Pak Budi meninggalkan mereka
Riyan dan Pak Hasan hanya mengangguk
"Kenalkan Pak nama saya Riyan" Riyan mengulurkan tangannya
"Panggil Hasan saja gausah Pak, mungkin umur kita gak terpaut jauh juga"
"Bagaima jika mas Hasan?"
"Boleh - boleh, saya masih 30 tahun kok, cuman muka saja yang kelihatan rada tua"
Keduanya tertawa.
"Maaf mas Hasan sepertinya hari sudah mulai sore saya pamit duluan mas"
"Loh ga mau ngopi dulu Yan?"
"Ndak mas istri saya menunggu di rumah"
"Ohh udah nikah to"
"Iya mas mari"
"Iya iya"
Riyan berjalan ke parkiran motornya, sepanjang perjalanan masih banyak bisik - bisik para mahasiswi yang memuji ketampanan Riyan yang bisa terdengar olehnya
"*Apa an sih tuh cewek - cewek gak tau suami orang apa"
TBC
( ̄. ̄)
Hai gaiss salam kenal dari author ya, btw ini cerita sebenernya real life ya gaiss tapi aku edit sedikit, tapi dijamin bakal seru kok.
Ini bukan cerita biasa, tapi mohon maaf sebelumnya ya ini pertama kali author nulis dan bikin novel mohon maaf jika typo ada dimana - mana ya author bukan orang yang teliti apalagi orang yang sempurna yakan
Ayo gais dukung author ya dengan cara komen dan like favorit kan juga kalau bisa vote ya gais itu semangat buat author ..
__ADS_1
Dan jangan lupa juga follow ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_ dm dan bilang lagi baca novel author guruku kubawa pulang nanti aku follback siapa tau kita bisa saling kenal lewat sana ya love you gaiss tungguin terus up episode selanjutnya ya*