
Meski tangan Aiyra sibuk dengan mempersiapkan bahan bahan untuk membuat dimsum,hatinya masih bergemuruh,pikirannya masih sangat kacau akibat kerjadian malam itu,entahlah itu malam atau pagi,batin Aiyra.
Pekerjaan Aiyra sampai pada tahap pengukusan. Segera Aiyra mengambil panci kecil dan meletakkan nya di atas tungku, Aiyra menyalakan api dan memberikan cukup air oada panci itu. setelah dimsum dimasukan semua,Aiyra menutup pancinya.
Sambil menunggu dimsumnya matang, Aiyra duduk di sofa dan menyalakan TV. Baru beberapa menit dia duduk, bel apartemen Aiyra berbunyi.
*Ting tong
Ting tong*
Aiyra beranjak dari sofa nya,berjalan sambil merapikan kaosnya yang agak terlalu ke atas hingga memperlihatkan pinggang dan perut mulus nya
Ceklekk
"Ilam?" Aiyra kaget. sambil melebarkan bola matanya.
Ilham menerobos masuk tanpa menunggu Aiyra mempersilakan nya di ikuti langkah Aiyra.
Aiyra berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di dada menatap sinis ke arah Ilham dengan segudang pertanyaan yang ada dalam otak nya.
Sementara itu Ilham duduk santai di atas sofa,sambil melihat TV. Dia mengambil toples cemilah Aiyra ke dalam pangkuan nya.
"Ada apa ini? kenapa tiba-tiba kesni dan masuk sebelum dipersilahkan oleh tuan rumah, lagi pula darimana tahu tempat tinggalku" tanya Aiyra panjang lebara.
"dokter nya cerewet seperti ini mungkin pasien akan berdatangan ke poli THT" ucap Ilham sambil terus mengunyah,dia juga minum jus yang sudah di minum Aiyra sebelumnya.
"jus itu sudah aku minum,dan aku punya penyakit menular" ketus Aiyra masih dengan posisi badan yang sama.
"aku ikhlas menerimanya kalau harus tertular" jawabnya santai.
Aiyra mendengus kesal dan pergi meninggalkannya Ilham sendirian. Aiyra pergi ke dapur untuk mengecek dimsum yang tadi dia masak, Aiyra tau dimsum itu belum mateng,dia hanya mencari alasan untuk menghindari Ilham.
Hampir saja Aiyra menyenggol panci yang berisi dimsun, dia terkejut saat sebuah tangan melingkar di perutnya.
" ishhhh... lepaskan Ilham!" Aiyra berontak namun dia sadar bahwa kekuatan Ilham lebih besar daripada dirinya.
"sebentar saja biarkan tetap seperti ini"
__ADS_1
Ilham mengecup lembut pipi Aiyra. Ilham masih bergelayut manja di punggung Aiyra. Untuk waktu yang cukup lama Aiyra membiarkan Ilham seperti ini.
"dimsum nya sudah mau matang,mau makan bareng gak" tanya Aiyra. Ilham menggeleng kan kepalanya janggur dan kumis tipis Ilham menggesek leher Aiyra,dan itu membuat badan Aiyra memanas.
"istriku meninggal saat melahirkan anak-anak kami"
DEG
Sendok yang Aiyra pegang sejak tadi terjatuh, dan menimbulkan bunyi yang membuat mata Ilham terbuka, Ilham melepas pelukannya dan mengambil sendok yang terjatuh. Aiyra masih terdiam mematung.
Ilham membalikan badan Aiyra,dan kini mereka saling berhadapan satu sama lain, Aiyra masih dengan tatapannya yang kosong, Ilham menarik tubuh Aiyra ke dalam pelukannya. sesekali Ilham membelai rambut Aiyra dengan lembut dan mesra. Entah dapat wangsit dari mana tangan Aiyra bergerak ke punggung Ilham,dia membalas pelukan Ilham dengan erat. Ilham tersenyum bahagia.
Aiyra melepaskan pelukan Ilham secepat kilat membuat Ilham yang sedang senyum senyum bahagia kaget di buatnya. Dia melihat Aiyra mematikan kompor dan segera mengangkat panci yang sedang mengukus dimsum.
he he he Aiyra cengengesan manja.
"takut pancinya gosong" tambahnya lagi.
"udah di angkat kan?
"hemmm"
"apa?"
"Pelukan yang tadi,aku masih ingin memelukmu" ucap Ilham genit sambil menarik tubuh Aiyra,dan kini mereka kembali berpelukan.
"aku lapar" bisik Aiyra manja di telinga ilham. Nafas Aiyra yang masuk berhembus di telinga Ilham menimbulkan getaran di dalam tubuhnya.
Ilham mendorong bahu Aiyra agar dapat menjangkau pandangan nya, dia menatap mata Aiyra bergantian, wajah ilham mendekat hingga nafas mereka saling beradu.
Aiyra memejamkan matanya memberi isyarat bahwa dia mengizinkan Ilham untuk melakukan apa yang ada dalam hati Ilham.
Di tarik nya dagu Aiyra, bibir mereka saling bertautan. Ilham mencicip setiap inci bibir Aiyra yang ranum, mengigit kecil bagian atas dan bawah bibir Aiyra, sesekali Aiyra mendesah pelan membuat Ilham semakin terpancing dan melakukan ciuman yang lebih liar.
Ilham yang tidak ingin sesuatu hal terjadi, segera melepaskan bibirnya, namun seperti nya Aiyra masih sangat menikmati nya, kepalanya bergerak mengikuti kepala Ilham yang mundur. Dan mereka pun kembali bercumbu, Aiyra yang baru kali pertama merasakan nikmatnya berciuman seakan tidak ingin kehilangan kenikmatan itu. Meski amatir tapi Aiyra mencium bibir Ilham penuh gairah mengikuti naluri jiwanya.
"Stop" Bisik Ilham. Aiyra yang masih memejamkan matanya menghembuskan nafas kesal.
__ADS_1
Dia segera membalikkan badan ke arah kompor, dan mengambil dimsum per satu dan meletakkan nya di atas piring dengan wajahnya yang merenggut kesal dan sedikit malu.
Ilham tau Aiyra marah, di peluk nya tubuh wanita mungil itu dengan mesra.
"Nanti lagi ya" Bisk Ilham. Ilham melepaskan pelukan nya dan berjalan menuju sofa di depan TV.
"Sudah jadi" Ucap Aiyra riang sambil meletakkan piring di meja. Dia duduk di samping Ilham dan menyandarkan kepala di bahu lelaki itu.
Ilham melirik Aiyra sekilas,lalu kembali melanjutkan menonton acara TV nya sambil meniup dimsum yang masih panas.
"Kenapa melirikku sperti itu" tanya Aiyra yang menyadari lirikan Ilham tadi.
"Tuh..." Ilham memajukan sedikit mukanya menunjuk paha Aiyra yang terbuka karena memakai celana pendek.
Mengetahui hal itu Aiyra merasa malu namun dia memilih untuk berpura-pura cuek.
"bukannya senang ya melihat ku sperti ini" goda Aiyra.
Mulut Ilham berhenti meniup dimsum,dia meletakkan dimsum di piring dan berbalik arah menghadap Aiyra,dengan pandangan genit dia menatap Aiyra. Menyadari hal itu Aiyra beranjak dan berlari ke kamar mandi,tak lupa Aiyra membawa celana panjang yang Longgar.
Mereka kembali duduk berdua menikmati dimsum dan acara TV yang mereka lihat. sambil sesekali tertawa bersama dan saling cubit mesra,namun Ilham selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan,dia mengecup pipi Aiyra di sela sela candaan mereka,dan itu terjadi berulang-ulang,Aiyra yang gemes mencubit perut Ilham, tapi itu membuat Ilham mengambil kesempatan lain,dia mencium dahi Aiyra, humoris dan romantis terjadi di apartemen yang terbilang kecil itu untuk wantu yany agak lama,sampai langit menjadi gelap.
"Jangan bilang mau tidur disni ya"
"Memangnya kenapa?"
"Disni cuma ada satu ranjang,dan aku tidak bisa tidur kalau sempit"
"Masa? bukankah waktu itu di ruangan ku..."
Buukkkk!
Aiyra memukul wajah ilham dengan bantal sofa sebelum Ilham menjelaskan apa yang terjadi malam itu,yang akan membuat Aiyra malu di buatnya.
Ilham berdiri dan bersiap siap untuk pulang, dia berjalan perlahan sperti ribuan ton beban ada di kakinya. Sambil sesekali menghela nafas panjang. Aiyra yg berjalan di belakangnya hanya tersenyum melihat Ilham seperti itu.
Pintu apartemen terbuka,dan Ilham melangkah keluar, Aiyra memeluk Ilham dari belakang sebelum Ilham melangkah lebih jauh lagi. Ilham memegang tangan Aiyra yang ada di perutnya dengan erat, kepalanya menoleh kesamping sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hati -hati di jalan langsung pulang jangan mampir kemana mana ya" ucapnya manja dan ada nada khawatir disana. Aiyra khawatir Ilham bertemu dengan wanita lain. ahh cieee mulai cemburu nihhh .xi xi xi
Ilham mengangguk kepalanya sambil tersenyum mesra. Setalah Aiyra melepaskan pelukannya,Ilham melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan apartemen Aiyra,hingga dia benar-benar pergi dari pandangan Aiyra.