HARAMKAH?

HARAMKAH?
Paris.


__ADS_3

" apa kamu sedang mendengarkan dia lagi saat ini?" suara wanita cantik jelita itu mengangkat ilham.


"ahh ini...."


"apa kamu begitu mencintai nya melebihi cintamu padaku?"


"Tidak, bukan itu maksudku. Aku hanya..."


"Merindukan dia?"


"hemmm"


"aku kira setelah aku,tidak akan ada wanita yang bisa membuat mu jatuh cinta begitu dalam"


"dia begitu istimewa" jawab Ilham singkat.


Ilham menatap kosong ke arah jendela. dia melihat kota paris di kegelapan malam, meski indah tapi dia merasa hampa dan tidak bisa menikmati nya. Bagaimana bisa dia menikmati keindahan malam kota paris jika hati dia berada nan jauh disana, di suatu tempat bersembunyi di dalam hati seorang wanita, Aiyra.


Ilham memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana, sesekali dia mengerjapkan mata berusaha menahan agar air matanya tak jatuh.


"i'am sorry...."


Ilham menoleh ke arah suara wanita yang tengah berbaring di atas ranjang, wanita cantik yang kini tergolek lemah.


Tinggi semampai dengan kaki yang lenjang, kulit putih bak kapas lembut, Alis yang teratur bak semut beriring, bulu mata yang panjang dan lentik, mata yang berbinar berwarna hitam pudar, hidung sperti perosotan anak TK, lancip. Keyzhia. Wanita yang telah melahirkan Rere dan Reno 8 tahun lalu.


Obsesi Keyzhia yang tinggi pada dunia permodelan, membuat dia tega meninggalkan Rere dan Reno begitu saja seminggu setelah mereka lahir kedunia.


Kini wanita itu tidak berdaya, dengan tuntutan nya yang mengharuskan dia tetap terlihat cantik dengan tubuh yang ideal, Keyzhia melakukan diet yang salah, di tambah dengan pekerjaan nya yang tidak teratur mebuat dia lupa menjaga kesehatan nya. hingga dia diahnosa kanker usus, penyakit nya sudah stdium akhir.


Tubuh profesional nya dulu, kini sudah tan nampak lagi, sekarang dia terlihat bagaikan tengkorak hidup.


Ilham yang masih memiliki cinta untuk Keyzhia, tidak bisa jika dia tidak perduli akan kondisi ibu dari anak-anaknya saat ini. Namun ternyata ruang hati Ilham pun tidak pernah bisa mengusir keberadaan Aiyra dari sana.


Mungkin saat Ilham bersama Aiyra, dia bisa melupakan dan bahkan tidak ingat sama sekali pada wanita yang bernama Keyzhia, tapi saat ini meski ada Keyzhia, dia tidak pernah bisa melupakan Aiyra meski satu detik saja.

__ADS_1


"Kalau kamu begitu mencintainya, kenapa kamu memilih menemaniku disini bahkan pergi tanpa berpamitan padanya"


"Aku tidak ingin melihatnya menangis kalau harus berpamitan padanya, dan untuk menemanimu disini......"


Ilham menghela nafas, dia berbalik dan menghampiri ranjang Keyzhia, dia duduk di samping Keyzhia. Dengan perlahan Ilham membelai wajah Keyzhia.


" aku tidak bisa diam begitu saja saat kamu sendirian, dengan adanya cinta atau tidak dalam hatiku untukmu, yang pasti aku akan menemanimu disini, jangan khawatir... aku tidak akan pernah meninggalkan mu"


Ilham mengecup kening Keyzhia dengan hangat. Andai saja waktu itu keyzhia tidak pergi begitu saja, mungkin saat ini Ilham tidak akan memikul beban seberat ini.


Aiyra, Ah! dia adalah gadis istimewa. Meski Ilham pergi tanpa pamit tapi dia masih sangat mencintai dan menunggu kedatangan nya sampai saat ini.


****


"Hallo Bel"


"kakak, kemana saja? Kenapa baru angkat telepon ku? apa nenek sihir itu telah mengambil Kakakku lagi?"


"Diamlah, bicara yang sopan"


"bagaimana kabarnya sekarang?"


"dia itu zombie yang cantik Kak, dia itu telah menjadi mayat hidup sekarang, berjalan dan beraktivitas seperti manusia, hanya saja tapa ruh"


"hemm"


"dia tidak akan menunggu mu lagi jika kakak datang kesini dan membawa nenek sihir itu ke hadapannya langsung"


"apa harus seperti itu?"


"dia sekarat! bukankah kematian adalah hadiah terindah untuk manusia yang sesang sekarat? Tidak ada yang bisa menyembuhkan atau membunuh dia saat ini, hanya dirimu yang bisa."


"apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"membunuh atau memberikan nya kehiduu, semua ada di tangnmu Kak, tapi aku sarankan kembali lah dan tinggalkan perempuannya laknat itu, apa yang Kakak harapkan dari dia saat ini?"

__ADS_1


"kakak hanya ingin menghabiskan waktu yang terlewat bersamanya Bel"


"apa Kakak tau, aku mulai tidak menyukaimu sakarang, kenapa kakak tidak sadar bahwa anak anakpun tidak menyukai nenek sihir itu, mereka anak yang cerdas dan mereka benar telah memilih Aiyra sebagai Mommy mereka"


"hentikan!"


"cukup Kak, jangan menyesal saat Aiyra menjadi mikik orang lain"


Tut Tut Tut


Pembicara mereka terputus. nafas Ilham turun naik dengan cepat, dia merasa sangat marah mendengar ucapan Abel adik bungsunya, bagaimana kalau Aiyra benar benar menjadi milik orang lain? Ilham marah dan melempar semua barang yang ada di sampingnya membuat anak anak yang sedang tertidur lelap menjadi terbangun, mereka kaget dan ketakutan melihat barang barang berserakan di bawah dan sebagian di antaranya hancur.


"Daddy....ada apa?"


"Kenapa semuanya rusak?"


Ilham masih berusaha mengatur nafasnya dan emosinya agar anak anak tidak terkena imbasnya.


"tidak apa-apa sayang, tadi ada kecoa jadi Daddy melempar kecoa itu, tapi dia lepas" ucap Ilham berbohong. Rere dan Reno sudah cukup besar saat ini usia mereka sudah hampir 8th.


"Daddy, apa Daddy tidak merinding Mommy? kenapa aku begitu merindukan dia? aku ingin seeprti Daddy yang bisa melupakan Mommy, tapi aku dan Rere tidak bisa"


"kenapa kalian tidak bisa menerima Mom Keyzhia?"


"bukankah dulu dia juga tidak bisa menerima kami berdua?"


Perkataan Reno menusuk langsung di jantung Ilham. Tangan yang awalnya memegang bahu Reno kini turun perlahan, mata Ilham memandangi wajah anaknya bergantian.


"Daddy, kami merasa terbuang dan merasa tidak inginkan hingga Mommy datang dan memberikan apa yang kami mau"


"Daddy maaf, Rere hanya punya satu Mommy, Mommy Aiyra, no Mom keyzhia. i'am sorry Daddy"


Rere dan Reno kembali ke kamar mereka, setelah membuka Ilham mematung di buatnya.


Semenjak mereka ke paris, baik Rere atau Reno tidak pernah ada yang mau bertemu dengan Keyzhia meski Ilham telah menjelma segalanya, tapi mereka hanya punya satu ibu dalam hati mereka. Hanya ada Aiyra Mommy mereka di dunia ini.

__ADS_1


Beruntung Keyzhia tidak pernah mempermasalahkan hal itu, entah karena dia memahami karena dulu dia meninggal kan anak anaknya atau dia memang tidak peduli sama sekali dengan kehadiran anak anaknya. Bagi Keyzhia, kehadiran Ilham lah yang paling penting saat ini, dimana sekarang tidak ada yang peduli padanya saat kondisinya dalam keadaan sekarat.


__ADS_2