
Aiyra dan Bram hanya terdiam melihat respon orang tua Aiyra setelah mendengar penjelasan Bram bahwa pernikahan mereka tidak akan pernah ada.
Ayah Aiyra melepas kacamatanya seraya mngehal nafas pendek namun berat.
"saya kecewa Bram, kalau kamu memang tidak mencintai anak saya, tolong jangan permalukan kami seperti ini"
"Bram, tante itu kurang baik apa sama kamu, tante memperlakukan kamu sudah seperti anak sulung di keluarga ini, lalu apa balasannya? semua orang tau kalian bertunangan dan akan menikah. Bagaimana orang akan mengangasihani Rara saat tau calon suaminya mencintai orang lain. Bagaimana mereka akan berkata tentang kami, Tidak Bram!"
" maaf Om Tante,Bram..."
Plakkk
Tamparan keras mendarat di pipi Bram.
" Mama..." Aiyra berteriak. dan langsung berdiri dari duduknya.
"Stop Ma! ini bukan sepenuhnya kesalahan Kak Bram" suara Aiyra masih meninggi.
"Aya...stop"
"Diem Kak, Aya belum selesai bicara"
__ADS_1
" lalau siapa? siapa yang bersalah atas semua masalah disini?"
"Rara...! Rara mencintai orang lain, Rara tidak mencintai Kak Bram Ma....tolong...." suara Aiyra melemah.
" Ayah,," Aiyra bersimpuh di kaki Ayah nya. di pegang erat tangan sang ayah, di pandangannya wajah cinta pertama nya itu dengan penuh harapan.
"untuk pertama kalinya dalam hidup Rara mencintai seorang laki laki, dia membuka hidup Aiyra sangat bahagia setelah Ayah, Rara mencintai nya Ayah, Raea tidak bisa menikah dengan laki-laki lain,tidak dengannya tidak dengan siapapun" Aiyra kini mulai tersedu sedu sambil mencium tangan Ayahnya.
"ayah tidak perlu khawatir, dia juga dari keturunan baik baik, mereka juga orang kalangan atas bahkan jauh di atas kita, dia pemilik RS tempat Rara bekerja saat ini. hanya saja dia....." Aiyra mengehentikan ucapannya.
"dia memiliki dua anak dari pernikahannya yang pertam"
"Mama tidak akan memberikan kamu izin untuk menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki anak, bagaimana bisa..."
"kenapa Ma? apa karena dia memiliki anak jadi Mama tidak ingin merestui kami?"
"jelas!"
"kenapa Ma? apa salahnya? apa aku haram mencintai nya? apa aku berdosa mencintai anak-anak nya? katakan Ma dimana kesalahan Rara mencintai laki laki beranak dua?"
Plakkk
__ADS_1
sebuah tamparan keras mendarat di pipi kapas Aiyra hingga langsung meninggalkan bekas merah lima jari di pipinya.
"cukup Ma" Ayah Aiyra berdiri dari kursi dan langsung memeluk anak kesayang nya. Mama berlari sambil menangis dan masuk ke kamar nya, dia merasa sangat bersalah untuk pertama kalinya dia melakukan hal yang sangat buruk pada anaknya itu.
" Ayah akan coba berbicara dengan Mama dulu ya"
****
Bram hanya bisa mengelus ngelus kepala Aiyra saat mereka berada di rooftop. Aiyra hanya bisa menangis sambil sesekali mengusap pipinya yang masih terasa pedih. Bram menarik badan Aiyra ke dalam pelukannya.
" Kak Bram pernah memimpikan hal seperti ini, memeluk mu sebagai istri Kakak, Sekarang Kak Bram lakukan sebagai seorang Kakak. kamu tau? seorang Kakak laki-laki akan melakukan apapun untuk melindungi adiknya. percaya sama Kak Bram semuanya akan baik baik saja."
Aiyra merasa sedikit tenang mendengar ucapan Bram.
"Kak, jika Kakak mengatakan semua perasaan Kakak sebelum Aya bertemu Ilham,mungkin saat ini impian Kakak akan terwujud"
" semua itu taqdir Ay, biarkan semua berjalan sesuai taqdir, kita hanya bisa menjalankan semuanya dengan ikhlas dan sabar"
"Aya berharap Kakak menemukan wanita yang paling baik di dunia"
"semoga"
__ADS_1