HARAMKAH?

HARAMKAH?
Aku Berdosa mama


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 23. 50 wib.


Aiyra kembali memeriksa daftar pemberian obat bersama suster Alea.


Setelah mengecek waktu dan nama pasiennya, Aiyra dan suster Alea pergi menuju ruang perawatan, satu paersatu obat di berikan melalu suntikan yang di masukan ke dalam selang infus para pasien, ada juga beberapa pasien yang menerima obat melalu oral atau obat yang di minum.


Setelah semuanya selesai Aiyra melepaskan sarung tangan dan mencuci tangannya di wastafel menggunakan sabun. setelah mengeringkannya Aiyra kembali duduk sambil memainkah Hp nya.


"Dokter, istirahat saja dulu biar kami yang berjaga nanti kalau ada yang darurat kami akan membangun dokter kasian dari siang sampai tengah malah begini dokter masih berjaga" ucap suster alea.


"ehmm" Aiyra tersenyum ramah


"Tidak apa apa sus,lagi pula saya masih kuat sperti nya,nanti kalau saya merasa lelah atau ngantuk saya akan istirhat sebentar" lanjut nya lagi.


Aiyra kembali memainkan Hp nya,dia memilih main game utk menghilangkan suntuknya, Aiyra merasa matanya sedikit perih dan badannya mulai terasa lelah, tapi Aiyra mencoba untuk tetap memainkan Hp nya,hingga dia benar-benar tertidur di atas meja dengan Hp masih menyala.


"selamat malam pak" sapa suster Alea ramah saat pemilik rumah sakit datang memeriksa.


"ya.." jawab sang empunya datar.


Ilham melirik ke arah Aiyra. Suter Alea yang menyadari itu beranjak hendak membangun kan Aiyra,namun di tahan oleh Ilham.


"hsstttt biarkan saja" ucapnya sambil berjalan ke kamar para pasien.


setelah selesai Ilham menghampiri Aiyra yang tertidur pulas di atas meja.


Ilham membangunkan Aiyra perlahan dengan mengusap bahunya, namun Aiyra yang begitu terlelap sama sekali tidak bergerak. Ilham melakukan hal yang sama, tapi Aiyra masih tidak merespon.


"suster tolong cek di kamar 204 seperti nya cairan infusnya habis" perintah Ilham.


"kalian berdua pergilah cek" lanjut Ilham.

__ADS_1


Suster Alea dan temannya pergi menuju kamar yang di maksud Ilham.


Sebenarnya Ilham tidak begitu yakin dengan ucapannya. Dengan sekuat tenaga Ilham menggendong Aiyra dan membawanya ke dalam ruangan Ilham.


Ilham menidurkan Aiyra di sofa,dan memberikan dia selimut. Ilham duduk di sampingnya.


Dalam Ilham memandangi Aiyra yang sedang tertidur pulas,di lihatnya halis Aiyra yang terbentuk rapi tanpa pensil alis, hidungnya yang kecil dan mancung, bulu matanya yang lentik namun tidak terlalu panjang menambah kesan manis pada wajah Aiyra. Pipinya yang bulet dan sedikit tembem dan kemerahan memberi nilai yang bagitu sempurna dimata Ilham.


Bibirnya yang tipis dan kecil membuat Ilham begitu terpedaya, warna bibirnya yang pink dan sperti basah membuat Ilham tak kuasa untuk tidak melumatnya.


Aiyra terbangun saat dia merasakan ada yang mencium bibirnya. Betapa kagetnya dia saat membuka mata, Ilham ada tepat di depan mukanya, Aiyra mendorong tubuh Ilham untuk menjauh, tapi Ilham sangat kuat hingga badannya malah semakin merapat pada tubuh Aiyra.


"A..a..apa yang akan kamu lakukan" ucap Aiyra ketakutan.


Ilham menarik tubuh Aiyra hingga merapat ke dadanya. Ilham masih tidak berkata kata,dia hanya menatap Aiyra yang ketakutan.


"Emmmm...." teriak Aiyra yang suaranya tidak terdengar karena di tahan oleh mulut Ilham. Ilham semakin mengeratkan perlukan nya dan terus ******* bibir manis Aiyra.


Semakin Aiyra berusaha mendorong,semakin kuat Ilham memeluk Aiyra,semakin lelah pula yang di rasakan Aiyra.


Aiyra berhenti mendorong tubuh Ilham,dia memejamkan matanya berusaha pasarah dengan apa yang sedang terjadi. Perlahan Aiyra pun menikmati apa yang sedang mereka lakukan.


****


05.30 WIB.


Aiyra terbangun dan dia mendapati tubuhnya berada di atas tubuh Ilham, keadaan Aiyra bagitu kacau, rambutnya berantakan,kancing bajunya terbuka dua di bagian atas.Aiyra segera mencari cermin dan merapikan dirinya,dia melihat ada kissmark di bagian dadanya. Aiyra menggosok gosok tanda merah itu dengan kuat. Dia mulai kesal mengingat apa yang terjadi semalam.


Tanpa Aiyra Sadari bahwa Ilham sedang memperhatikan nya sedari tadi.


"kenapa kamu terlihat kesal,apa kamu menyesal tanda itu agak kurang bawah sedikit" goda ilham.

__ADS_1


Aiyra menoleh dan menatap sinis pada Ilham. Ilham hanya tersenyum geli melihat tingkah Aiyra.


Setelah di rasa rapi,Aiyra keluar dari ruangan Ilham menuju ruang perawatan.


"pagi dok..." sapa suster Alea.


"pagi" balas Aiyra dengan senyum kaku nya.


"ah! ya ampun apa meraka curiga padaku? Apa meraka tau apa yang semalam terjadi?Ahhhhh kenapa bisa beginih?" pikiran Aiyra berkecamuk.


"bagaimana kalau mereka tau? habislah aku jadi bahan gosip orang se rumah sakit ini,aku akan di benci dan di gunjingkan banyak orang karena telah menggoda suami orang" lanjut Aiyra dalam hati.


"haaahhhhhh" rengek Aiyra yang membuat suster Alea dan teman nya heran sekaligus kaget.


"dokter kenapa?" tanya Alea sambil menghampiri Aiyra yg menundukan kepalanya.


"Apa saya boleh mengambil cuti suster? saya benar benar dalam keadaan yang buruk saat ini" ucap Aiyra sambil sesenggukan.


"Dokter baik baik saja? kalau ingin pulang duluan silahkan dok, sebentar lagi dokter pengganti akan datang,lagi pula dokter di UGD ada,jdi kami bisa minta bantuan kalau ada apa-apa" jelas suster Alea.


"Benarkah?" tanya Aiyra pelan. Tiba tiba Aiyra menangis dan merengek seperti anak kecil yang minta di belikan balon.


Suster Alea dan temannya kebingungan dengan tingkah Aiyra. Aiyra mengambil tas dan memakai jas putihnya,kali ini dia lupa mengganti pakaiannya setelah bekerja.


Aiyra pergi menuju mobilnya. Masih dalam keadaan menangis dia mengemudikan mobilnya sampai apartemen. Entah kenapa Aiyra begitu sedih dan marah? apa karena dia tidak sanggup untuk tidak membalas ciuman Ilham semalam dan malah membalas ciumannya dengan penuh gairah? Mungkinkah itu karena ini pertama kalinya Aiyra berciuman jadi dia begitu bergairah?.


aaarrrrgggghhhhh


Aiyra berteriak sambil merebahkan badannya dan memukul mukul bantalnya,setelah membersihkan diri.


Entah berapa lama Aiyra menangis. Hingga ia merasa lapar. Aiyra pergi ke dapur mininya dan mulai meracik bahan makanan,dia berniat membuat dimsum.

__ADS_1


__ADS_2