HARAMKAH?

HARAMKAH?
Perkenalan


__ADS_3

Aiyra melongo masih tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan di ruang kerja itu. Saat sadar tangan nya masih dalam genggaman Pria itu Aiyra segera melepas menarik dengan kasar hingga membuat Pria itu membalikkan badan nya.


Di dorong nya tubuh Aiyra hingga menempel pada tembok. Serangan di bibir Aiyra yang begitu mendadak membuat matanya terbelalak begitu lebar, tapi entah kenapa tubuhnya tidak menolak saat Pria itu mencium bibirnya dan menekan bibirnya begitu kuat.


Ingat bahwa Pria itu sudah beristri, Aiyra mendorong keras tubuh Pria itu hingga menjauh darinya.


Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Pria itu berpaling dan duduk di kursi yang berada di tengah ruangan.


"Duduklah" Perintah nya pada Aiyra yang masih terpaku


.


Tapi bukannya duduk Aiyra malah membalikan badannya dan segera pergi meninggalkan ruangan tersebut. Pria itu segera mengejar Aiyra dan menarik tangan Aiyra dan Kembali masuk dalam ruangan tadi.


"Lepaskan....." Aiyra berusaha berontak, namun tenaga pria itu kalah kuat di bandingkan dengan rontaan Aiyra.Aiyra di hempaskan ke atas sofa dengan kuat.


Buukkkk.


Suara tubuh Aiyra terhempas ke atas sofa. Aiyra mengaduh kesakitan sambil memegangi sikutnya yang sepertinya terkena bagian keras sofa itu.


Pria itu kemudia duduk bersebrangan dengan posisi Aiyra.


Pria itu duduk dengan sedikit membungkuk badan nya ke depan,kakinya sedikit terbuka,kedua sikutnya dia letakan di kedua lututnya,jemarinya saling bertautan,matanya tajam memandangi Aiyra.


"Ada apa? kenapa lari?"


"Ada apa? seriusan dia nanya itu?dia gak sadar apa?" dengus Aiyra dalam hati sambil terus mengusap ngusap sikutnya.


Aiyra memejamkan matanya dalam,dia berpikir apa yang pria itu lakukan,dan apa juga yang akan Aiyra lakukan.

__ADS_1


"kenapa anda ada disni,dan dimana kita sekarang sedang berada?" tanya Aiyra ketus.


Pria itu menarik nafas panjang dan merubah posisi duduknya,kali ini dia menyandarkan badan nya ke belakang,sambil menumpang kan kaki satu ke kaki yang lain. Tangan kakan nya dia simpan di atas pahanya, sementara tangan yang satu di buka lebar dan meletakkan nya di sandaran sofa.


"ini ruangan ku,dan aku adalah pemilik RS dimana kamu sedang bekerja saat ini" penjelasan pria itu membuat nafas Aiyra tercekat, dia sperti terkena sesak nafas dadakan.


"Apa orang ini seirus? lalu sejak kapan aku kamu? sok akrab sekali dia" ucap Aiyra dalam hati.


"Nama saya Ilham dokter Aiyra"


Lagi lagi Aiyra terkejut karena paria itu menyebutkan namanya.


"Darimana dia tau? ahh ... dia kan pemilik RS ini gampang saja kalau dia ingin mengetahui biodata seorang karyawan yang bekerja padanya" Aiyra masih asik berbicara dengan hatinya sendiri.


"apa yang anda inginkan dari saya pak Ilham?" Aiyra memberanikan sedkiti pertanyaan yang langsung ke intinya tanpa basa basi.


"kamu"


"Lalu?" tanya ilham enteng


"Apa? ya bagaimana anda menginginkan saya selagi anda suami wanita lain? dasar laki- laki egois" ucap Aiyra memelankan suara nya sambil memalingkan mukanya.


"Waktu istirahat mu spertinya telah habis silahkan kembali bekerja" ucapnya datar


Aiyra menatap wajah Ilham yang kini mulai membuat dia jengkel.


Aiyra beranjak dari sofa dan pergi keluar dari ruangan pemilik RS tempat dia bekerja.


Ya Tuhan,,,aku memang meminta dia jadi milikku,apa secepat ini kau memberikan nya,tapi kenapa hatiku malah sebaliknya, aku menolak dia menginginkan diriku,apa karena aku tau dia sudah memilki keluarga. ahhh entahlah.....

__ADS_1


****


Pikiran Aiyra berkecamuk. Aiyra duduk di kursi kerjanya sambil membolak balikan rekam medis yang sebenernya telah dia selesai kan dan telah dia periksa.


drreeettt... drreeettt...


Aiyra merogoh HP di tasnya. dr. Mira


"hallo dok.....,iya ada apa?......oh iya dok... iya siap siap dok....euhmmm" Aiyra mengerutkan dahinya sambil sesekali menggigit bibir bawahnya.


"iya don,tidak apa apa,,,,sama sama"


Aiyra menutup pembicaraan nya dengan dr. Mira dokter yang seharusnya menggantikan dia bertugas memberitahu bahwa dia tidak bisa datang,dia meminta Aiyra yang menggantikan nya berjaga karena anaknya sakit demam tinggi.


"Okeh,,,kita lembur hari ini,semoga pasien nya aman terkendali" harapnya sambil kembali ke ruang perawatan memeriksa pasiennya barang kali ada yang membutuhkan nya. tapi sepertinya semua pasien tidak begitu emergency dan tenang terkendali.


Kruyukk


Suara perut Aiyra berbunyi. Ah! benar tadi saat istrihata dia hendak ke kantin tapi malah diberi syok therapy oleh Ilham.


Aiyra menghela nafas panjang dan memejamkan matanya kesal. Aiyra berjalan dan kali ini dia lebih memilih lift berharap dia tidak akan bertemu dengan Ilham lagi agar niat dia untuk makan tidak terhalang lagi. Karena ssekarang dia benar benar lapar.


Aiyra menunggu lift terbuka, dengan waktu yang bersamaan Ilham berdiri tepat di sampingnya sepeti biasa dr. Aiyra yang cantik itu tidak menyadari kalau yang berdiri di sampingnya adalah Ilham, sampai ia tersadar saat Ilham memegang jemari Aiyra erat dan sangat kuat.


Spontan Aiyra menoleh, mulut nya menganga ingin mengatakan sesuatu saat itu dia sadar ada orang lain di samping Ilham, maka dia hanya pasrah tangan nya berada di genggaman Ilham. Jika dia berusaha meronta maka orang yang kini berada bersama mereka akan tahu bahwa mereka sedang berpegang tangan, dan oh tidak apa yang akan mereka pikirkan seorang dokter Aiyra berpegang tangan dengan laki-laki yang sudah beristri. Lift terbuka, saat itulah Ilham melepas tangan aiyra.


Hening.


Tak butuh waktu lama, Lift kembali terbuka, Aiyra melangkah keluar, entah dorongan darimana hingga Aiyra membalikan badannya da membuat tatapannya beradu pandang dengan Ilham.

__ADS_1


Mata itu begitu bening, sebelum pintu Lift benar-benar tertutup, Ilham memberikan seulas senyuman yang membuat hati Aiyra seperti cokelat yang di steam. Meleleh.


__ADS_2