
Hari ini Aiyra bertugas di ruang perawatan, jadi tidak harus berangkat pagi pagi ke RS. Dia masuk shif siang.
Waktu menunjukan pukul 10.30WIB.
Aiyra masih asik dengan TV dan cemilannya sembari duduk di sofa mini yang ada di apartemen miliknya.
"Lebih baik aku berangkat sekarang biar bisa mampir mampir dulu" gumam nya sambil menyimpan Snack nya di atas meja.
Dia mengambil handuk yg di jemur di balkon, kemudian dia berjalan ke kamar mandi. setelah selesai melakukan ritual mandinya dia berdandan untuk segera pergi. Dengan balutan rok hitam di bawah lutut,dan baju kemeja motif bunga-bunga besar menambah kecantikan Aiyra yg paripurna.
Dia selalu menggerai tambutnya jika di luar jam kerja, tak lupa juga dia memakai jam mahal pemberian orang tuanya saat wisuda kemarin.
shhhhhhhhh. Aiyra menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya. Dia berlenggak lenggok di depan cermin memastikan semuanya rapi, setelah di rasa rapi dia memakai sepatu flat nya mengambil tas lalu keluar dan mengunci pintu, dia berjalan santai dengan begitu elegan namun penuh semangat.
Suasana kota S agak panas hari itu,,Aiyra melihat anak anak mendekati dia saat di lampu merah. Sesekali anak- anak itu menepuk tangan sambil bernyanyi meski antara nyanyian dan ketukan tepuk tangan nya tidak singkron. Aiyra hanya tersenyum kemudian membuka jendela dan memberikan selembar uang yang cukup besar pada seorang anak perempuan yang terlihat begitu manis meski dengan keadaan tubuh yang kumal dan dekil.
"Terimakasih kak..." ucap anak itu sambil berlalu meninggalkan mobil Aiyra.
Aiyra menyalakkan mobilnya kembali hingga tiba tiba dia merasa ada yg tidak beres dengan mobil kesayangan nya itu, dia merasa mobil sedikit berbelak- belok meski tangan nya dalam posisi lurus.
Merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya Aiyra segera menepikan mobilnya sebelum benar benar terjadi masalah di tengah jalan.
Aiyra mematikan mesin mobil dan keluar untuk melihat keadaan yang terjadi, Aiyra melepaskan kacamata mahalnya dan meletakkan nya di atas kepala. Dan dengan penuh sesal Aiyra mendengus saat melihat ban mobil belakang nya ke kempes.
"Aduh! gimana ini? niat mau jalan jalan sebentar malah terjebak disini" ucap Aiyra sambil mengusap ngusap dahinya agak kasar.
Aiyra menyimpan kedua tanganya di pinggang dengan terus menatap ban mobilnya yang kempes, lalu melihat tubuhnya dari bawah hingga ke bagian perutnya.
"Bagaimana bisa aku mengganti ban ini dengan rok ngepres badan seperti ini.. ahhhhhh" keluh Aiyra lemas sambil menundukan kepalanya dalam hingga dagunya menempel ke dada Aiyra.
Dalam kondisi seperti itu, ada sebuah mobil yang kebetulan melintas berhenti tepat di depan mobil Aiyra, dan tanpa Aiyra sadari
__ADS_1
"Maaf nona. Apa anda dalam masalah?" tanya pria itu basa -basi karena dia tau kalau ban Aiyra kempes hingga dia berhenti berniat untuk membantu.
Aiyra menoleh ke arah suara itu dengan posisi kepala masih lemah lunglai dan tangan masih di pinggang.
Mata Aiyra menyipit karena silau oleh cahaya matahari, dia memegakkan kepalanya agar bisa melihat dengan jelas wajah pria yanh ada di sampingnya itu.
Aiyra kembali terdiam saat yang di lihatnya adalah pria yang kmarin dia lihat di panti Bu Dahlia.
Mata Aiyra menatap tidak percaya, wajahnya terlihat datar namun hatinya bergemuruh hebat. Tak henti Aiyra memandang dan membuat pria itu salah tingkah di buatnya.
"Tuhan berikan dia padaku" bisik Aiyra dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca. Ingin rasanya Aiyra berhambur ke dalam pelukan pria itu. Namun segera ia tepiskan pikirannya yang aneh itu
"Setiap bertemu,kenapa kamu selalu memandang ku tanpa berkedip Nona" tanya pria itu, tapi Aiyra masih asik dengan memandangi wajah pria itu tanpa berkedip.
"hey...!" Suaranya meninggi
"euh....i..iya...itu" Aiyra gelagapan dan merasa sangat malu sampai dia merasa pipinya panas.
"Saya tidak bisa menolongmu mengganti ban mobilmu itu tapi saya bisa mengantarkan kamu ke tempat tujuan biar nanti saya suruh orang saja kesini dan mengurus mobilmu ini" jelasnya panjang lebar.
"iya" Aiyra entah kenapa dengan begitu saja mengikuti langkah pria yang tidak dia kenal sama sekali.
Aiyra menganggukkan kepala sekilas sebagai isyarat ucapan terimakasih saat pria itu membukakan pintu mobil untuk Aiyra.
"Oh ya Nona anda mau kemana? beritahu supir saya agar dia mengantarkan mu"
"euhmmm ya.." Aiyra yang masih sibuk dengan pikirannya tidak begitu fokus pada apa yang dia dengar.
Pria itu memjamkan matanya dan berpaling dengan kesal.
"Jadi nona kita mau kemana skg?"
__ADS_1
"Oh iya,saya sebenarnya mau pergi kerja ke RS cahaya harapan Pak, cuma waktu untuk masuk masih agak lama tdinya sya mau makan dan pergi jalan jalan sebentar tapi..."
"ok ! kita ke restoran sekarang, kita pargi ke restoran sparkling ya pak" ucapnya ke supir.
Aiyra hanya bisa melongo tanpa berbuat apa-apa, dirinya masih sangat terhipnotis oleh pria ini.
Sepanjang perjalanan tidak banyak yang mereka bicarakan, lagi pula apa yang akan mereka bicarakan bertemu saja baru kali pertama.
Aiyra menghela nafas dan mengikuti pria itu dari belakang. Dengan susah payah dia berusaha membenahi perasaannya.
Pelayan membukan pintu dan membungkukan badan
"selamat siang Pak meja bapak sudah kami siapkan ada di ruangan 325" ucap pelayan itu dan mempersilahkan pria itu berjalan di depan, pria itu berjalan begitu santai.
Sampailah mereka di sebuah ruangan yang lumayan besar, dekorasi ruangan tersebut begitu indah, banyak sekali bunga-bunga di dalamnya, dengan pemandangan yang memperlihatkan sebagian kota S.
Meski ruangan nya begitu besar hanya ada satu meja dan dua pasang kursi disana.
"Silahkan duduk" pria itu memegang sandaran kursi dan mempersilahkan Aiyra duduk.
"Terimakasih" ucap Aiyra yang kini sudah sedikit lebih santai.
"Mau pesan apa?" tanya pria itu yg kini duduk bersebrangan dengan Aiyra.
"oh tuhan aku kini bisa melihatnya dengan jelas" bisik Aiyra dalam hati.
"hemmm" pria itu mendengus kesal sambil memalingkan arah mukanya ke samping tangannya setengah mengepal di atas meja.
"Nona! bisakah anda fokus dan mendengarkan setiap perkataan saya".
"ehh iya....eumm apa saja saya tidak pilih pilih makanan kok, saya juga tidak tau makanan enak di restoran ini" ucap Aiyra sambil memperbaikin posisi duduknya.
__ADS_1
"ok...."
Pria itu memanggil pelayan yang sedari tdi bersama mereka,dia memesan berbagai makanan dan minuman kemudian pelayan itu pergi meninggalkan ruangan.