HARAMKAH?

HARAMKAH?
Obsesi Ilham


__ADS_3

" sayang, pergi ke RS nya di antar Nurdin ya, Kak Bram belum bisa jemput nanti kita ketemu disana saja ya"


"oh, ya sudah. Aya berangkat sebentar lagi ya Kak"


"oke, hati hati di jalan ya sayang, bilang sama Nurdin bawa mobilnya santai saja, kalau ada polisi tidur suruh dia pelan pelan, jangan sampai perutmu kena goncangan"


"iya Kak Bram sayang, tenang saja. ya sudah Aya mandi dulu ya Kak. love you"


" love you to"


****


Aiyra menunggu kedatangan Bram di sebuah kantin RS, mereka janjian disana.


"hai sayang..."


Suara itu membuat Aiyra yang sedang minum tersedak, kaget.


"ilham? sedang apa disini Mas?" tanya Aiyra sambil melihat sekeliling, dia takut Bram datang.


"Mas sangat merindukan mu Aiyra" Ilham duduk di kursi berseberangan dengan Aiyra.


"Mas stop! sekarang aku ini istri orang, bersikap lah sopan"


"apa kamu tidak merindukan Mas? bukankah waktu itu kamu begitu bergairah melepas rindu kita?"


Wajah Aiyra memanas, dia ingat pada kejadian dimana untuk pertama kalinya mereka bertemu setelah sekian tahun mereka berpisah, di pinggir jalan yang sepi di dalam mobil Aiyra dan Bram melepaskan kerinduan mereka, Aiyra tidak bisa mengontrol dirinya yang memang begitu merindukan Ilham, dan dia lupa bahwa dirinya telah bersuami. meski tidak sampai melakukan hubungan intim, tapi malam ini merek melakukan hal yang cukup jauh.


"kenapa sayang? apa kamu sedang membayangkan malam itu? bisa kita lakukan lagi kapanpun dan dimanapun"


"berhentilah berbicara omong kosong Mas, Mas semuanya sudah berbeda sekarang, aku mencintai suamiku, Bram. Jadi tolong Mas..."


"apa dia masih akan menerima mu setelah melihat ini?"


Ilham memperlihatkan sebuah foto Aiyra yang hanya memakai handuk. kejadian saat panggilan video dimana Aiyra menerima panggilan itu sesat setelah dirinya mandi, Ilham berhasil mengscreenshotnya.


"pussshhhhh.... dengan sedikit editan halus, maka handuk ini akan hilang, lalu apa yang akan Bram lakukan jika tau istrinya melakukan video call dengan laki laki lain dalam keadaan telanjang"


"Kurang ajar" bisik Aiyra penuh kemarahan.


"satu lagi, perhatikan sayang diriku saat menelepon mu waktu itu"


"Mas,,, aku mohon jangan lakukan ini, jangan berikan foto ini pada Bram" Aiyra semakin ketakutan saat melihat posisi ilham saat itupun dalam keadaan tidak memakai pakaian, apa yang akan Bram lakukan? bagaimana dengan perasaannya saat melihat foto itu? dia akan berpikir istrinya main gila di belakangnya.


" Aiyra, Mas sangat mencintai mu, dunia tau itu. Hanya saja saat itu Keyzhia tak berdaya, dia sakit dan tidak mempunyai waktu hidup yang lama"


"lalu Ma pergi tanpa sepatah kata pun"


"Mas tidak ingin melihat mu sedih jika Mas harus berterus terang"


"dan Mas membuat ku sedih selama bertahun-tahun. aku disini hidup bagaikan ada di neraka, aku hidup dengan raga yang sama tapi Dengan ruh yang berbeda"

__ADS_1


"mas minta maaf"


"maaf itu akan lebih baik lagi jika saat ini Mas membiarkan aku menjalani hidupku bersam Kak Bram"


"tidak" ilham menyeringai jahat


"Mas tidak akan membiarkan kamu di miliki Bram, dari awal sampai akhir, Aiyra hanya milik Ilham seorang"


"jangan egois Mas"


"aku akan menyimpan foto ini baik baik, aku juga tidak ingin kamu terkenal dimana mana karena perselingkuhan kita, namamu harus tetap baik sebagai Ny. Ilham"


"Mas....."


"Tapi ingat Aiyra, urusan Bram itu lain cerita, tak ada sedikitpun belas kasih dalam hatiku untuk nya"


"Mas, aku mohon jangan..."


Ilham beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan Aiyra sendirian. Aiyra begitu ketakutan membayangkan Ilham melakukan hal buruk pada suaminya. Aiyra menunduk kepalanya di atas meja sambil menangis.


" Kak Aiyra... "


Aiyra mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya, dia mengangkat wajahnya dan menoleh ke belakang.


" Abel"


Abel menghampiri, dan duduk di samping Aiyra.


"Hmmm" jawab Aiyra, sambil menyeka air matanya.


" Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi Kak, kakak ku itu sangat mencintai mu"


"pun sebaliknya Bel, hanya saja situasi nya berbeda saat ini"


"Kak Ilham begitu terpukul mengetahui Kakak telah menikah, dia seperti orang yang kehilangan akal"


"aku tau, karena aku pernah merasakan hal yang sama Bel"


"Iya Abel tau itu Kak, kalian masih saling mencintai kenapa tidak bersama?"


"Tidak semudah itu"


"Kak Aiyra minta cerai saja dari suami Kakak, terus menikah sama Kak Ilham"


"pernikahan bukan permainan Bel, lagi pula saat ini aku tengah mengandung anak Bram"


"ahh...aa... Kakak hamil?"


"hemm"


"tidak masalah, lagi pula Kak ilham pasti mau menerima anak Kakak nantinya"

__ADS_1


" Bel, tidakkah kamu mengerti? bukan persoalan cerai dan anak disini, tapi ada hati yang terikat antara aku dan suamiku"


"maksudnya? apa Kak Aiyra mencintai suami Kakak begitu?


"Ya,,, aku mencintai nya bahkan lebih dari sekedar cinta. aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan dia Bel"


"Dulu Kakak begitu mencintai Kak Ilham, Kakak rela menderita dan tetap setia pada Kak Ilham, kenapa sekarang berubah?"


"ketulusan Bram membuat hatiku luluh Bel, dia selalu ada untukku di saat-saat susah, dia bisa menjadi pengganti Ayah ku yang telah tiada, dia memperlakukan aku lebih dari sekedar istri, Abel. sampai kapanpun tidak akan ada yang mengerti bagaimana Bram mencintai ku"


"tapi Kak Ilham pun mencintai Kakak begitu dalam"


"tapi kenyataannya dia rela meninggalkan aku demi menjaga wanita lain? dia merusak hidupku demi hidup wanita lain. Tapi tidak dengan suamiku, dia tidak akan mengorbankan hatiku demi apapun di dunia ini Bel, itu perbedaan antara Ilham dan Bram"


"Kak, kembali lah pada Kak Ilham, jika Bram begitu mencintai Kakak, dia pasti akan rela melepaskan Kak Aiyra untuk Kak Ilham"


"mungkin dia bisa, tapi aku yang tidak bisa, aku tidak akan pergi dari hidup Bram untuk apapun dan untuk siapapun di dunia ini, Kakak rasa tidak ada yang perlu kita bahas lagi, permisi"


"Tapi Kak..."


"Ayo sayang, dr. Irman sudah menunggu kita"


Abel dan Aiyra kaget, Abel tidak melanjutkan ucapannya saat melihat sosok laki laki yanh ada di belakang mereka, Abel bisa menebak itu adalah suaminya Aiyra, karena saat Aiyra berdiri dan melihat laki laki itu, Aiyra menghampiri nya dan memeluknya erat.


"Kak Aiyra permisi dulu ya Bel, salam untuk semuanya"


Bram melingkar kan tangannya di pinggang Aiyra, dan berjalan pergi menjauhi Abel yang nampak sedih, dia sedih melihat Aiyra bahagia dengan laki laki yang bukan Kakak kandungan nya.


"Andai saja nenek sihir itu mati lebih cepat, mungkin saat ini Kak Aiyra adalah Kakak ipar ku" Abel mengeratkan giginya dan mengepal kan tangannya, dia pun pergi berlalu meninggalkan kantin.


****


" Aiyra.... Aiyra.... Aiyra..." teriak Ilham di villa nya.


Mata Ilham memerah, rahangnya mengeras, dia berkaca di depan cermin melihat dirinya penuh dengan rasa amarah, kedua tangannya mengepal menancap di meja.


"Apapun yang terjadi, kamu harus kembali jadi milikku, Bram tidak boleh memiliki mu sayang... kamu hanya milikku seorang" pekik Ilham.


pranggggg


cermin besar itu kini tinggal serpihan kecil yang berserakan di lantai, beberapa bagian kecil menempel di jemari Ilham, darah menetes.


"arrrgghhhh....." Ilham berteriak seperti orang kesurupan, dia melempar apapun yang ada di kamar itu, semua yang terbuat dari kaca, pecah.


Kursi dan meja menjadi patahan patahan besar yang berantakan.


"Aiyra .... Mas minta maaf"


Ilham bersandar di tembok, badannya perlahan turun ke bawah, dia terduduk sambil menangis pilu, Ilham meremas rambutnya kuat.


"Aiyra, Mas sangat mencintai kamu sayang, Mas tidak bisa kehilangan dirimu" suara Ilham serak di sela sela isak tangisnya.

__ADS_1


"apapun yang terjadi, dengan cara apapun juga aku akan merebut kamu dari Bram" bisiknya tegas, rahang Ilham mengeras, matanya membesar menyala penuh dengan rasa marah.


__ADS_2