HARAMKAH?

HARAMKAH?
Ngidam


__ADS_3

"Kak, bangun...."


"hemm, kenapa sayang?" Bram mengucek matanya yang masih sangat ngantuk. sementara itu Aiyra duduk di sampingnya.


"Kak, mau rujak buah"


"sayang, besok ya... sekarang udah jam 2 pagi, gak akan ada tukang rujaknya juga"


"tapi si baby mau nya sekarang Kak, ayo bangun" rengek Aiyra.


Bram menuruti kemauan sang istri, dengan mata yang masih sedikit terpejam Bram pergi mencari tukang rujak dini hari. dua jam sudah Bram berkeliling mencari tukang rujak, tapi dia tidak berhasil menemukan si tukang rujak. Bram mendapatkan ide cemerlang, dia pergi ke pasar yang buka 24 jam, dia membeli beberapa buah seperti kedondong, jambu air, dan bengkoang. Dia pulang dengan perasaan bahagia karena dia berhasil mendapatkan apa yang Aiyra mau, Bram meminta bantuan si mbok untuk membuat kan bumbu rujak. setelah semuanya siap, Bram membawa rujak buah itu ke dalam kamar. Bram meletakkan piring di meja.


"sayang.... bangun, rujak nya sudah ada"


"gak Kak, Kakak makan ajah ya, perutku gak enak" ucap Aiyra seraya tidur kembali. Bram menghela nafas sangat panjang, dia berbaring di samping Aiyra dan kembali tidur, Bram tidur membelakangi Aiyra perasaannya begitu kesal namun bahagia mengingat dia akan menjadi orang tua, saat sadar ada kehidupan di dalam rahim Aiyra, Bram membalikan badan dan memeluk erat istrinya.


Aiyra yang memang manja, di tambah saat ini dia tengah hamil muda maka sifat manjanya bertambah dua kali lipat, atau mungkin lebih.


Kadang Bram harus segera meninggalkan pekerjaannya karena keinginan Aiyra yang meminta dia segera pulang, sesampainya di rumah dia cuma ingin di pijat dan hanya ingin Bram yang memijatnya.


"Kak lagi apa?"


"Kak Bram sedang makan siang sayang.."


"Makan apa?"


"spaghetti carbonara sayang,,"


"mau,,, pokoknya Kak Bram harus bawa spaghetti carbonara itu ke rumah sekarang juga"


Tut Tut Tut


Selalu dengan tarikan nafas yang panjang, Bram berdiri dan membungkus makanannya dan membawa nya pulang.


"ini spaghetti carbonara nya sayang" ucap Bram sesampainya di rumah.


"Aya udah makan Kak barusan, Kakak makn sendiri ajah ya"

__ADS_1


Lagi lagi Bram hanya bisa menghela nafas panjang, kali ini sangat panjang.


****


"kenapa Kak?"


"gak apa-apa sayang, Kak Bram hanya sedikit lelah"


"kok datang datang gak peluk dan cium aku sih Kak, udah bosen ya?"


"Bukan begitu sayang, kan kamu gak suka bau Kak Bram bukan? biasa nya kan gak mau kalau Kak Bram peluk"


"tapi sekarang Aya ingin Kakak peluk"


"ya sudah sini Kakak peluk"


"Gak! Aya tau sekarang Kakak udah gak suka lagi sama Aya, sekarang badan Aya gendut" Aiyra menangis. Bram bukan tidak mau memeluk istrinya,tapi semenjak hamil Aiyra kadang suka menjauh dari Bram dengan alasan tidak suka bau tubuh Bram. Dan kini?


Bram mencoba mendekati Aiyra yang masih marah.


"Kak, Aya kan sudah bilang, Aya gak suka kalau Kak Bram manggil Aya"


Bram terdiam, mulutnya menganga ingin bicara tapi dia tahan, dia takut salah ngomong lagi dan akan memperpanjang masalah.


"ya sudah, sekarang kesayangan Kak Bram mau apa? apapun akan Kakak lakukan biar ibu hamil yang satu ini bahagia"


"Kak, memangnya Aya sudah terlihat seperti ibu ibu ya? kehamilan Aya kan baru mau tiga bulan?" tanya Aiyra.


Bram kembali terdiam, kali ini dia tidak tau harus berkata apa, dia tidak ingin kembali salah ucap. Bram memeluk istrinya erat. Dia membelai rambut istri nya dengan lembut. Aiyra belakang ini memang sangat menyebalkan, tapi Bram tau dia begini di luar kesadaran dirinya, Aiyra yang dia kenal tidak seperti yang sekarang. Bram mencoba menenangkan hatinya dengan memeluk tubuh mungil istrinya.


"Kak, lapar tidak? Aya masakin ya buat Kakak"


Bram melepaskan pelukannya, dia membungkukkan badannya agar wajah mereka sejajar.


Bram membelai kedua pipi Aiyra. di ciumnya kening Aiyra.


"sayang, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, Kak Bram akan selalu setia menuruti apapun yang kamu mau"

__ADS_1


"Kak Bram kenapa? kenapa Kak Bram terlihat sedih?"


"Kak Bram bukan sedih sayang, Kakak bahagia dan terharu karena memiliki kamu dan dia" Bram mengelus perut Aiyra. Aiyra tersenyum dan kembali memeluk suaminya.


"Aya minta maaf ya Kak, kalau Aya selalu merepotkan"


Bram menggeleng kan kepala nya. di kecup nya pucuk kepala Aiyra dalam dalam. Sisi kemanusiaan nya Bram mungkin merasa lelah yang belakangan ini serba salah Dimata Aiyra, di tambah lagi urusan kantor Bram yang jelimet karena Bram kehilangan tendernya. belum lagi proyek nya yang seharusnya menghasilkan keuntungan besar, kini malah sebalik nya, proyek yang sedang di bangun tiba tiba ambruk dan memakan korban jiwa, belasan pegawai Bram tertimbun dan kehilangan nyawa mereka.


Bram mempererat pelukannya pada Aiyra.


"kalau Kak Bram lelah, kita tidur saja ya" Aiyra melepaskan pelukan suaminya, dia menggenggam jemari Bram dengan erat dan berjalan menuju kamar mereka.


Aiyra menatap wajah suaminya yang memandang langit langit kamar mereka, ada guratan kesedihan dan beban yang begitu berat nampak di wajah Bram.


Aiyra bangkit, dia menumpuk dua bantal, dan menyandarkan nya ke sandaran ranjang lalu Aiyra bersandar di atas bantal itu.


"Kak...."


Bram menoleh ke arah Aiyra.


" kemarilah "


Aiyra mengulurkan kedua tangannya Seperti seorang ibu yang ingin menggendong anaknya.


Bram menghampiri Aiyra, dia menidurkan kepalanya di atas dada Aiyra, Bram memeluk istrinya erat.


Aiyra melingkar kan tangan kecilnya ke kepala Bram, di kecup nya ubun ubun Bram penuh sayang, Aiyra membelai lembut wajah suaminya.


"Kak, aku belum bilang sesuatu sama Kakak"


"apa?"


"I LOVE U"


Bram membuka matanya yang semula ia paksakan untuk terpejam, Bram hanya tersenyum tipis lalu kembali menutup matanya. Beban yang begitu berat ia rasakan, tetiba hilang sirna entah kemana. setelah lia tahun mereka menikah akhir nya Aiyra jatuh cinta pada Bram.


Meski belum sepenuhnya bisa melupakan Ilham, tapi kini ada Bram juga di dalam hati Aiyra. Cinta yang timbul karena terbiasa bersama, cinta yang timbul karena begitu banyaknya pengorbanan, cinta yang timbul karena keikhlasan dan kesetiaan Bram pada Aiyra akankah bisa mengalahkan cinta yang timbul dari hati itu sendiri, cinta yang begitu dalam untuk Ilham.

__ADS_1


__ADS_2