
Makan malam pun selesai, beberapa orang dari mereka pergi meninggalkan meja makan mewah ini satu per satu. Hanya ada mereka dan wanita paruh baya dengan perawakan yang sehat dan tinggi.
"Jika sudah selesai makan, kita bicara disana" ucap wanita itu lembut.
"Baik Mam" jawab Ilham.
Aiyra masih menunggu Ilham menyelesaikan makan malamnya.
"Kamu kenapa bawa aku kesini gak bilang-bilang sih Mas?"
"Surprise" sambil mengecup pipi Aiyra sekilas
"Ishhhh. Aku kan harus mempersiapkan diri dulu Mas" Sambil mencubit perut Ilham.
"Aww! stop nanti aku tersedak sayang"
Aiyra mengerucut kan bibirnya yang kecil itu. Setelah selesai makan, Ilham menggandeng Aiyra dan membawanya ke sebuah ruang besar.
Disana seluruh anggota keluarga sudah berkumpul, ruangan keluarga yang begitu nyaman dengan sofa besar nan mewah berlantaikan karpet bulu tebal dengan beberapa bantal besar di atasnya tanpa ada sebuah meja.
Ilham dan Aiyra duduk di sofa persis di seberang orang tuanya. Sementara yang lain ada yang berleha-leha di bawah dan asik dengan ponsel mereka.
****
Ilham ada seorang pengusaha yang bergelut di bidang kesehatan, tidak hanya memiliki beberapa Rumah Sakit, tapi dia juga adalah pemilik perusahaan yang menyuplai alat-alat kesehatan untuk hampir semua Rumah Sakit yang ada.
Ada dua kakak Ilham mereka semua laki-laki, Kakak pertama nya Rehan, dia memiliki sebuah pabrik makanan kemasan yang sudah sangat terkenal dia memiliki istri yang cantik, dan satu anak perempuan dan anak laki-laki, dan satu lg masih dalam kandungan.
Kakak keduanya Dewa memiliki dua anak dan dua istri, namun anak Kak Dewa hanya dari istri pertama saja. Istrinya tinggal dalam rumah yang berbeda yang sekarang sedang berkenalan dengan Aiyra adalah istri pertama nya Kak dewa memiliki usaha di bidang telekomunikasi.
Ilham juga mempunyai seorang adik laki laki dan perempuan. Zen adiknya laki lakinya pun sudah menikah dan mempunyai usaha di bidang restoran dan hotel. Sementara adik perempuan nya Abel masih kuliah di luar negeri mengambil fashion desainer.
Ada mami nya Ilham bernama Hasri,beliau bisnis mutiara dan kerajina laut, meski sepuh tapi terlihat begitu cantik dan fashionable.
Sementara ayahnya Ilham Bapak Darius beekrja dalam bidang proferti,beda sekali dengan mami, ayah ilham begitu cuek dan santai dalam berpenampilan.
Aiyra menghela nafas panjang dan berusaha untuk terlihat tenang dari sekian banyak orang yang ada di ruangan itu, Aiyra tidak melihat dua anak kecil dalam foto yang ada di ruangan kerja Ilham.
"apa kamu mencari Rere dan Reno" ucap Abel saat dia melihat Aiyra celingukan
"Ehm,, iya" ucap Aiyra malu malu
__ADS_1
"mereka sudah tidur,mereka tidak biasa makan malam di atas jam 6 sore" bisik Ilham di telingan Aiyra. Aiyra mengangguk tanda mengerti.
Ilham berdiri.
"Mih, Yah.... ini Aiyra,dia salah satu dokter di rumah sakit Ilham yang baru itu, dia berasal dari kota C"
"Kak Aiyra kok mau sih kerja di RS kak Ilham kan gajinya gak seberapa gede ketimbang RS elit lainnya" tanya Abel.
"Dia dari keluarga yang sama sperti kita Bel" jawab ilham.
"oh pantes aja" timpal Abel.
Mammy Ilham berdiri dari sofa dan berjalan mendekati Aiyra, dia mengulurkan tangannya pada Aiyra, Aiyra yang bingung melirik ke arah Ilham. Lalu menyambut tangan Bu Hasri setelah Ilham menganggukan kepala padanya.
Mereka berjalan meninggalkan anggota keluarga yang lain nya, menuju sebuah ruangan dengan pintu yang begitu tinggi dan lebar.
Sampailah mereka pada sebuah ruangan yang sepertinya itu adalah kamar orang tua Aiyra, begitu pintu terbuka Aiyra melihat sebuah lemari kaca di samping kanan dan kirinya terlihat jelas berbagai macam tas dan sepatu mahal bertengger di dalamnya. Sepanjang 5 meter lorong itu penuh dengan sepatu dan tas. Aiyra tiba di sebuah ruangan yang di isi kasur berukuran besar dengan ranjang penuh dengan ukiran yang begitu indah.
Mereka berbelok menuju sebuah pintu yang jauh lebih kecil dari pintu di depan tadi, Ruangan itu begitu harum namun gelap.
Trakkk. lampu menyala
Seperti sebuah ruang kerja, namun sisi kanan kiri nya penuh dengan laci-laci yang besar. Bu Hasri membuka salah satu diantaranya dan mengambil sebuah kotak kecil.
Aiyra menyodorkan jemarinya.
"Pas! dulu juga saya langsing seperti kamu" sambil terkekeh.
"Tolong jaga anak kesayangan mami ya nak" ucapnya lirih sambil berkaca kaca. Aiyra hanya membalas nya dengan anggukan kecil
****
Aiyra mulai menikmati kehangatan keluarga Ilham,meski mereka terpelajar dan beretika tinggi tapi saat berkumpul di ruang keluarga, mereka bisa sangat akrab dan gokil. Mereka semua terbhak bahak bahagia.
Aiyra mendekatkan wajahnya ke telinga Ilham.
"Mas, aku ingin bertemu anak-anak" Bisik Aiyra pada ilham.
Ilham yang sedang berbicara dengan Zein menoleh ke arah Aiyra.
"Kami ke atas dulu ya Mam" Sambil memegang tangan Aiyra. Bu Hasri menjawab dengan sebuah anggukan kecil. Mereka berjalan menuju lantai atas.
__ADS_1
Tiba di depan pintu kamar, Ilham dengan perlahan-lahan membuka pintu agar tidak menggangu anaknya yang sudah terlelap.
Nuansa anak-anak amat terasa di dalam kamar yang penuh dengan mainan dan karakter kartun. Lampu temaram dan banyak bintang bintang kecil di atasnya.
Rere tidur di ranjang berkarakter hello Kitty. Sementara Reno di atas ranjang berbentuk mobil sport. Ilham mendekati anaknya satu persatu dan mencium mereka dengan lembut.
"kemarilah mendekat" perintah Ilham saat berada di samping ranjang Rere. Aiyra mendekat dan dia melihat Rere tertidur dengan pulas, wajah polosnya yang cantik seperti malaikat.
"Boleh kucium?" tanya Aiyra pada ilham,ilham mengangguk mengiyakan. Aiyra mendekat kan wajahnya ke wajah Rere,siapa sangka sebelum Aiyra mencium nya, Rere malah terbangun, dia bangkit sambil mengucek ngucek matanya.
"Daddy...." ucap gadis kecil itu parau. Ilham segera mendekat dan menggendong putrinya.
"Daddy..." suara Reno, diapun terbangun. Ilham menghampiri Reno membawa serta Rere. Ilham memeluk kedua anaknya dengan hangat.
"bentar ya, Daddy nyalain dulu lampunya biar terang.
Ceklak.
Anak anak itu mengerjap ngerjapkan matanya yang terkena sinar lampu,mereka merasa silau karena baru saja bangun tidur. Saat lampu terang barulah mereka menyadari bahwa ada orang lain selain Daddy nya di kamar mereka, Rere dan Reno sama sama memandang ke arah Aiyra, Aiyra hanya berdiri tersenyum lembut pada mereka.
"itu tante Aiyra, cantik ya" ilham membuka suara. sementara itu anak anak masih tetap diam dan hanya memandang Aiyra, Aiyra agak sedikit kikuk di buatnya. Aiyra memutuskan untuk mendekati mereka.
" hai..." sapa airnya sambil melambaikan tangan perlahan.
"tante siapa? tanya Rere
"Mommy buat aku ya Daddy" timpal Reno
"aku juga mau Mommy yang cantik ini Daddy temen-temen aku di sekolah juga mominya cantik -cantik cuma aku yang gak punya Mommy" jelas Reno polos,tidak ada kesedihan di raut mukanya,dia hanya berkata apa adanya dengan sangat polos. Aiyra mendekat kemudian memeluk Reno erat
"Reno mau gak tante jadi Mommynya Reno?"
"Mau tante"
"Nah kalau Rere gimana?kok diem z dari tadi?"
Rere memang tidak banyak bicara,dia hanya terdiam dan memandangi Aiyra tanpa henti, hingga kemudian dia menangis histeris, Aiyra dan Ilham sontak kaget.
"Sayang kenapa" tanya Ilham. Rere tidak menjawab,dia hanya terus menangis. Ilham panik dan terus berusaha menenangkan putri kesayangannya. Tapi Rere tetap saja menangis keras.
Aiyra mendekat dan menggendong Rere. Aiyra mengelus punggung Rere lembut.
__ADS_1
"cup...cup...sayang, Rere cantik jangan menangis ya nak... cup... cup" Aiyra masih berusaha menenangkan Rere dalam gendongan nya. Berjalan kesana kemari. untuk waktu yang lama Rere terus saja menangis,hingga dia merasa lelah.
Perlahan suara tangisan nya melemah dan melemah hingga benar-benar tidak terdengar lagi. Rere tidur dalam pelukan Aiyra. Malam itu Aiyra terpaksa menginap di rumah ilham,karena Rere tidak mau lepas dari pelukan Aiyra.