HARAMKAH?

HARAMKAH?
Pertemuan Bram dan Ilham


__ADS_3

drreeettt drreeettt drreeettt


Kak. Bram


"Ya hallo Kak"


"Aya, Kak Bram sekarang ada di kota S, ada kunjungan bisnis ketemu ya sebentar"


"Ah, kenapa Kak Bram? ada dimana sekarang?"


"Masih bertemu dengan rekanan kerja Kakak, nanti Ay ke hotel Hayyat Ya, Kakak nginep disana"


" oh oke"


"nanti Kak Bram hubungi lagi kalau sudah disana"


" iya Kak."


Aiyra menutup telepon nya sambil berfikir, apa tidak apa apa dia bertemu Bram disini? bagaimana kalau seseorang melihat mereka dan melaporkan nya pada Ilham. Suatu saat Aiyra akan mempertemukan mereka tapi dengan waktu dan tempat yag tepat, bukan tau dari orang lain.


Aiyra hanya bisa menghela nafas panjang sambil memijat mijat kepalanya yang tidak sakit.


"Dok, bisa ke UGD sebentar, ada pasien emergency disana"


"ah iya"


Aiyra pergi ke UGD membantu dokter yang ada disana. Ada pasien yang terlindas kendaraan lain dengan posisi kedua kakinya remuk.


Dua jam berlalu akhirnya semua terkendali, pasien segera di operasi oleh dokter bedah, sementara Aiyra hanya menemani disana. Setelah melepas APD (alat pelindung diri) dan mencuci tangannya dengan bersih Aiyra kembali ke meja kerjanya.


drreeettt drreeettt


Kak. Bram

__ADS_1


"hallo Kak"


"kenapa baru angkat? sibuk ya?"


"iya Kak maaf ya, tadi ada pasien emergency baru selesai, Aya baru saja duduk"


"oh, iya gak apa apa, nanti kalau Kak Bram emergency gimana?" godanya


" ih apa sih Kak"


" ya kan penyakit merindu juga emergency Ay"


"iya,, iya, Aya tunggu jam pulang dulu nanti langsung ke hotel."


"Siap dokter" terdengar Bram tertawa bahagia. Lain hal nya dengan Aiyra, raut mukanya nampak kesedihan yang mendalam, meski air matanya tidak keluar tapi jelas terlihat kalau Aiyra sangat terluka.


****


"iya tunggu sebentar ya, Kak Bram turun"


5 menit kemudian, Bram terlihat keluar dari lift, dia melambaikan tangan dan berjalan mendekat. Ah, dia memang begitu tampan. memakai celana pendek motif kotak kecil dengan sendal cepleknya di tambah kaos putih yang pas di badannya yang atletis, sempurna, sejenak Aiyra kagum dibuatnya.


"hai, lama ya?" tanya Bram yang langsung memeluk tubuh mungil calon istrinya. Bram mengecup kening Aiyra lembut.


Aiyra hanya tersenyum tipis di perlakukan seperti itu oleh Bram.


Bram merangkul bahu Aiyra dan berjalan menuju lift. di depan lift b6ram sesekali mengecup kepala Aiyra, terkadang dia mengacak ngacak rambut Aiyra, hingga Aiyra kesal di buatnya, Bram tertawa puas melihat tingkah Aiyra.


Ting.


Pintu lift terbuka, Bram melangkahkan kakinya tapi tidak dengan Aiyra. matanya terbelalak, jantungnya hampir saja berhenti,nafasnya tersendat,badan nya kaku saat meihat orang yang ada dalam Lift.


"Mas Ilham" suaranya tersendat.

__ADS_1


Bram menoleh ke belakang menatap Aiyra dimana tatapan Aiyra menatap ke arah lain, Bram menoleh ke arah laki-laki yang di pandangi Aiyra.


Bram mengerti. dia melepaskan rangkulan Aiyra.


Sementara itu Ilham hanya terdiam dengan wajah yang datar, jemari tangannya yang da dalam saku terasa gemetar lemas melihat wanitanya ada dalam rangkulan orang lain.


****


Mereka bertiga hanya terdiam tidak ada yang berbicara sedikitpun. Hanya terdengar isakan Aiyra yang sedari tadi menangis.


" Saya Bram" mengulurkan tangan


" Ilham"


"Saya tau, Aiyra banyak cerita tentangmu dan dua malaikat kecilmu"


"Bagaimana bisa dia menceritakan saya? dan anda tidak apa-apa?"


"Pak Ilham, saya dan Aiyra sudah bertunangan saat kemarin dia pulang dimana Ayah nya waktu itu sakit"


"Apa? jadi dua hari dia tidak menemui saya dan anak-anak karena kalian bertunangan? Aiyra apa sekeji itukah dirimu"


"Eum tunggu dulu apa maksudnya? kenapa anda bicara seperti itu?


"Kak, saat kita bertunangan mereka ada di kota C, waktu itu mereka nekad menyusul kesana karena Rere demam ingin bertemu denganku"


"Tapi Mas, demi tuhan aku tidak tau kalau orang tuaku telah menjodohkan ku dengan Kak Bram." Aiyra mencoba menjelaskan dan tak hentinya menangis, dadanya terasa sangat sesak, ingin rasanya dia menjerit dan meronta kuat tapi dia sadar ada dimana seorang? dia hanya menggerakkan kakinya keatas kebawa dengan frekuensi yang cepat.


"Cukup! Mas tidak ingin mendengar apapun lagi, kita akhiri semuanya sampai disini. Mas ingin menemui Rere dan Reno saat ini"


Ilham pergi begitu saja dengan langkah yang begitu cepat, sadar Ilham pergi Aiyra segera mengejar nya, dia mencoba menarik tangan Ilham, tapi Ilham menangkisnya, Aiyra memeluk badan Ilham dari belakang, ilham melepaskan pelukan Aiyra dengan keras hingga Aiyra terjatuh, melihat hal itu Bram berdiri hendak menolong Aiyra, tapi langkah Bram terhenti saat dia melihat Aiyra bangkit mengejar Ilham kembali.


Hati Bram begitu sakit meilhat Aiyra berlutut dan memeluk kaki Ilham sambil menangis keras, dia terus memohon pada Ilham agar Ilham memaafkan Aiyra. Ilham membangunkan Aiyra dan memeluknya erat. Bram menghela nafas berat, dan pergi menuju kamarnya. " Apa begitu besar cintamu padanya Ay?" bisiknya dalam hati, tangan kanan nya mengusap air mata yang sempat jatuh di pipinya.

__ADS_1


__ADS_2