HARAMKAH?

HARAMKAH?
Kecurigaan Ilham


__ADS_3

" dokter? Kenapa memakai kacamata hitam?" Tanya dr. Mira.


"ehh itu dok, mata saya sakit, kalau terkena sinar rasanya perih"


" coba ke poli mata temui dr. Rerynald"


"saya juga berniat seperti itu, nanti kalau pasien enggak terlalu banyak"


"santai ajah dok, saya yang jagain kandang, dokter periksa dulu aja"


"ya sudah kalau begitu saya pergi dulu ya dok,beneran nih gak apa apa saya tinggal?"


"aiihhhh udah dok tenang ajah,semua beres"


Aiyra beranjak dari kursi dan berjalan menuju poli mata, tapi untuk apa dia kesana? toh matanya sakit bukan karena penyakit tapi karena menangis semalaman.


"haii..." langkah Aiyra terhenti.


"******!! harus gimana dong nanti jawabannya? Ilham pasti gak akan percaya kalau mataku sakit" bisiknya dalam hati.


"a...." Mulut Ilham menganga.


"kamu kenapa pake kacamata ini di RS?"


"mataku sakit mas"


"oh.oke! kita temui dr. Reynald sekarang"


"tidak usah, aku kompres pake air juga sembuh kok ya"


"gak bisa... pokoknya sekarang kamu ikut Mas ke poli mata"


"Mas.. gak ah! kita ke ruangan kamu z yu"


"hemm nakal ya kamu sekarang"


"ihhh apa sih Mas, ayo ah kita ke ruangan Mas sekarang" Aiyra menarik tangan Ilham masuk ke ruang kerjanya Ilham.


"okeh, sekarang kita sudah Disni,pintu sudah di kunci lalu apa selanjutnya" Goda ilham genit


" ya ampun Mas apa sih pagi pagi gnih, aku lelah Mas mau tidur"


Ilham duduk di sofa, dan Aiyra tidur di pangkuan Ilham, tangan kanan Ilham dan Aiyra saling berpegangan erat. sementara tangan kiri Ilham membelai belai rambut Aiyra. Aiyra pun tertidur.


****


"kamu tuh kenapa sih Mas gak bangunin aku tadi? aku kan malu sama dr. Mira, harusnya dia pulang malah gantiin aku kerja" Aiyra kesal.


"sayang, kamu bisa gak sih tenang dulu? inget kamu itu Nyonya di RS ini jadi kamu bisa melakukan apa saja"


" itu namanya tidak profesional Mas, aku gak suka ah!"


"ya ampun, kamu yang enak tidur sekarang Mas yang kena marah"


" Ya Mas nya gituh sihhh" Aiyra menyilang kedua tanganya di dada. sambil memajukan bibirnya beberapa senti ke depan.

__ADS_1


"Ok, Mas minta maaf ya"


Ilham menarik dagu Aiyra bermaksud untuk mencium bibir Aiyra.


"Jangan Mas" ucap Aiyra menarik wajahnya ke belakang.


"kenapa?


"ehmm jangan sekarang Mas"


"apa kamu tidak merindukan Mas mu ini?"


Ah, bukan. Aiyra bukan tidak merindukan Ilham tapi hatinya teringat pada Bram, bagaimana pun juga dia calon istrinya. Apa sebenarnya yang terjadi pada Aiyra?


Ilham menatap curiga untuk beberapa saat, dia kemudian membuang nafas kesal, kemudian melajukan mobilnya. Aiyra tau Ilham marah, untuk itu dia tidak bertanya kenapa Ilham membisu selama di perjalanan. Tiba di parkiran apartemen, Ilham masih tidak bicara bahkan dia tidak melihat Aiyra sedikit pun. Aiyra mengecup pipi Ilham lembut.


"Jangan marah" bisik Aiyra di telinga Ilham, secepat kilat Ilham berbalik badan dan menarik kepala Aiyra, kecupan mendarat di bibir Aiyra, hanya sebentar Ilham mencium bibir Aiyra, Aiyra yang tidak siap hanya terdiam.


"kenapa"? tanya Ilham


"ah, tidak apa apa Mas, kalau begitu aku masuk dulu ya, hati hati d jalan"


Aiyra turun dari mobil, dan terus melangkah menjauhi mobil Ilham. Ilham hanya memandangi wanita yang di cintai dengan perasaan yang terheran heran.


****


Aiyra pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Dia kemudian pergi ke dapur untuk membuat secangkir teh manis hangat. Dia duduk di sofa lalu menyalakan TV.


drreeettt drreeettt


Kak. Bram


"Hai, lagi apa?"


"lagi nonton TV Kak sambil ngeteh, Aya baru pulang kerja. Kak Bram lagi apa?"


"Kak Bram ada di kantor masih kerja"


"oh, Kakak makan dulu nanti sakit"


"udah tadi, Aya sendiri"


"Belum Kak,sebentar lagi"


"kenapa? diet ya? jangan diet diet gemuk juga Kak Bram masih akan mencintai kamu"


"gombal" sambil menyeruput teh.


" Kak Bram tidak bisa gombal Ay, Kak Bram cuma mengatakan apa yang ada dalam hati Kakak saja"


"iya,,, Aya tau kok"


"Aya, Kakak boleh gak suatu saat kesana?"


"uhuk..." Aiyra tersedak yang saat itu sedang meminum teh dia kaget mendengar ucapan Bram.

__ADS_1


"kenapa Aya?"


" tidak Kak, Aya hanya sedang meminum teh tadi"


" Apa dia ada di kota S bersamamu?"


Aiyra diam sejenak tidak bisa menjawab pertanyaan Bram.


"Kak Bram mengerti, apa masih belum meulai untuk menyelesaikan urusan mu dengan nya?"


"tidak semudah itu Kak"


"kenapa? apa kamu terlalu mencintai dia?"


"anak anaknya tidak bisa kehilangan Aya Kak, Mereka terlalu mencintai Aya pun sebaliknya"


"Maksdunya?"


"laki laki itu Ilham, dia yang punya RS tempat Aya bekerja, dia memiliki dua anak mereka kembar, dan Aya sudah di anggap seperti ibu bagi mereka. Kak, anak-anak itu di tinggal ibunya saat mereka terlahir kedunia, mereka tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu hingga Aya datang di kehidupan mereka. Kak, Aya tidak tau bagaimana perasaan mereka harus kehilangan Aya" jelas Aiyra panjang lebar, tidak terasa air matanya tumpah dan membasahi baju bagian dada Aiyra.


"mungkin jika tidak ada mereka, Aya tidak akan sesulit ini menjelaskan tentang pertunangan kita pada Mas Ilham" Tangisan Aiyra pecah.


" Mas ilham mungkin akan mengerti, tapi Rere dan Reno tidak bisa menerima kalau Aya pergi dari kehidupan mereka Kak, apa yang harus Aya lakukan? bahkan Rere bisa jatuh sakit jika Aya tidak menghubungi nya dalam sehari, tolong katakan, apa yang haru Aya lakukan sekarang?" tangisan Aiyra semakin keras, matanya yang masih bengkak bertambah bengkak dan hampir menutupi bola matanya.


" nanti Kak Bram telepon lagi, sekarang istirahat lah dulu, Kakak akan menunggu sampai Aya benar benar menyelesaikan semuanya, Kakak tidak akan menanyakan masalah ini lagi.


"Terimakasih Kak, maaf"


Tut Tut Tut


Aiyra mematika televisi dan berbaring di atas kasur, dia membenamkan wajahnya di dalam bantal. Mungkin secara perlahan Aiyra memang harus menjauhi Ilham dan anak-anaknya. Bagaimana pun juga pada akhirnya dia tidak akan menikah dengan Ilham.


"kenapa kamu seperti menjaga jarak denganku?" tanya ilham saat sedang dinner, itupun Ilham harus memaksa supaya Aiyra mau makan bersama nya.


"gak Mas aku hanya ada sedikit masalah"


"apa aku tidak cukup bisa di andalkan untuk memberikanmu solusi?"


"Bukan itu Mas, aku tidak tau harus bercerita darimana dulu agar Mas tau permasalahan ku"


"Mulailah dari menjelaskan kenap cincin dari Mammy tidak pernah kamu pakai lagi semenjak pulang kemarin?"


"Ah, itu? aku takut cincin nya rusak Mas, terlalu berharga kalau sampai rusak"


"kenapa kamu selalu menolak saat Mammy dan anak-anak memintamu untuk berkunjung ke rumah"


"Mas ada apa? kenapa seperti mengintrogasi ku sperti itu?"


" kenapa kamu bahkan jarang menghubungi Rere dan Reno? mereka selalu bertanya padaku, dan aku? aku harus berbohong pada mereka,karena aku sendiri tidak tau kenapa sikapmu belakangan ini berubah?"


" Mas aku...."


" apa kamu memiliki laki laki lain?"


Mulut Aiyra terbuka hendak berbicara,,matanya tebelalak mendengar pertanyaan Ilham. "bagaimana mungkin aku mengatakan tidak,karena sebenarnya aku memang telah memiliki calon suami" Aiyra menutup mulutnya dan memilih untuk diam. Dia beranjak dari kursinya.

__ADS_1


" Mas, aku pulang naik taxi"


Aiyra pergi, sementara itu Ilham hanya menatap kepergian wanita yang sangat dia cintai, entah kenapa tubuh Ilham tidak mengizinkan nya bergerak untuk mengejar atau menghentikan langkah Aiyra. Ada buliran bening jatu di pipi Ilham.


__ADS_2