
Kak, hari ini aku berangkat ke kota S.
Aiyra mengirin pesan untuk calon suaminya Bram sesaat sebelum memasuki bandara dan bertemu dengan Ilham dan anak-anaknya.
"Mommy, kemarin kemana aja? kita sengaja kesini buat ketemu Mommy, tapi Mommy malah gak ada" rajuk Reno manja saat dalam pesawat.
" Eyang sakit sayang, jadi Mommy harus jagain Eyang dulu"
"Ohh" ucap Reno singkat, sementara itu Rere tertidur lelap.
"Mas kira kamu akan mengenal kan Mas pada orang tuamu"
DEG
"Bagaimana aku bisa mengenalkanmu pada orang tuaku mas,kalau kemarin aku bertunangan dengan laki laki lain pilihan orang tuaku" batin Aiyra lirih.
"belum saatnya mas,karena kemarin Ayah sakit,lain kali ya"
"iya sayang santai saja,mas hanya bercanda kok"
****
Sesampainya di kota S. Aiyra memutuskan untuk pergi naik taxi, karena merasa kasihan kalau anak anak harus di ajak mengantarkan nya terlebih dahulu mengingat arah mereka yang berlawanan.
Didalam taxi Aiyra menumpahkan ari matanya yang sedari tadi ia tahan, Aiyra memejamkan matanya kuat.
Dia memeluk dirinya sendiri dengan keras, mencoba merasakan pelukan Ilham tadi sebelum mereka berpisah.
"Mas...aku minta maaf"
Aiyra terus mengatakan hal yang sama sepanjang perjalanan.
Didalam apartemen Aiyra hanya berbaring di kamar dan tak henti-hentinya menangis.
"apa aku semurah ini? berpelukan dengan kaki laki lain, sementara aku adalah calon istri orang, tapi bagaimana dengan hati ini? apa aku juga tidak berhak bahagia?apa aku tidak berhak mencintai seseorang dan ingin bersamanya?" Aiyra terus bergumam di sela sela tangisan nya.
Ting tong
Ting tong
Suara bel menghentikan tangisan Aiyra,di perlahan bngkit dari tempat tidur nya, saat dia berjalan mendekati pintu, dia terhenti dan membelokan arah langkahnya menuju kamar mandi untuk mencuci muka,dia takut yang datang Ilham, Ilham pasti akan curiga melihat kondisinya yang seperti ini.
ceklak!
Aiyra merasa sedikit lega saat yang di depan pintu bukan Ilham,tapi penjaga apartemen ini.
"Mba maaf, tadi orang tua mba menyuruh saya meriksa mba sudah sampai atau belum,karena ponsel mba tidak bisa di hubungi"
Aiyra baru ingat ponselnya belum dia aktif kan setelah pesawat mendarat.
"ahh iya pak terimkasih, tdi saya lupa menyala kan ponsel saya"
"baik mba,kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
"ahh iya pak"
Aiyra menutup pintu dan segera mencari tasnya. Di ambilnya ponsel dan segera dia nyalakan. Benar saja begitu ponselnya aktif bunyi notifikasi terus berbunyi tanda banyak yang masuk.
Yang pertama dia hubungi adalah orang tuanya.
" hallo Ma..."
"Ya ampun nak,kamu kenapa gak aktifin ponselnya, Mama sama Ayah kan cemas, kamu mau ya Mama seperti Ayah kena serangan jantung" Mama aiyra begitu kesal.
"Ya ampun Ma, jelas tidak! mana mungkin Rara mau Mama sakit, gimana sih?"
" Ya kamu juga bikin mama khawatir"
"Maaf Mama sayang, tadi Rara cape banget ini sekarang ajah baru bangun,itu juga karena petugas sini mencet bel Rara"
" Ya sudah, istirahat lagi besok harus kerja kan? Mama udah tenang kalau kamu udah sampai dengan selamat"
"iya Mama... Love U"
Aiyra menutup pembicaraan nya dengan sang Mama, kemudian dia membuka kotak pesan.
Kak. Bram
Mas Ilham.
Aiyra terdiam sejenak, dia tidak tau harus membuka pesan dari siapa dulu. Aiyra menghela nafas pendek dan membuka pesan dari Bram terlebih dahulu. Dia pikir dengan Ilham dia baru saja bertemu.
Kak. Bram
itu balasan dari pesan yang Aiyra kirimkan sebelum dia masuk ke bandara. Aiyra segera menulis pesan lagi. entahlah kenapa dia merasa sangat begitu bersalah.
Aiyra
Kak,maaf Aya baru sampai, tadi Aya tertidur karena begitu lelah.
Aiyra berbohong. bagaimana dia merasa lelah sementara penerbangan peswat hanya memakan waktu 90 menit saja.
Namun Bram mengerti kenapa dia berbohong.
Kak. Bram
***iya gak apa apa, istirahat lah dan jangan lupa makan dulu.
Aiyra
iya kak, sebentar lagi Aya mau makan.
Kak. Bram
sama dia?
Aiyra
__ADS_1
enggak kak, Aiyra di apartemen mau masak sendiri.
Kak. Bram
masak apa?
Aiyra
Mie instan, belum sempet ngisi lemari es soalnya.
Kak. Bram
Dokter Aya, jangan keseringan makan mie instan, gak baik.
Aiyra.
kali ini saja kok Kak, Aya janji!
Kak. Bram
oke! janji ya?
Aiyra
Ya***.
Menunggu beberapa menit,tidak ada balasan,mungkin Bram sudah mengakhiri percakapan mereka. Aiyra membuka pesan dari Ilham.
Mas Ilham
Mommy Rere dan Reno sudah sampai kah? sudah makan belum ya Mommy nya anak-anak?
Aiyra tersenyum senang dengan mata yang berbinar binar.
***Aiyra.
sudah dong Daddy nya Malaikat ku. sekarang Mommy nya Rere dan Reno mau bobo dulu ya, besok kita bertemu di RS. love u
Mas Ilham
Aku mencintaimu dengan jiwa dan raga, suatu saat aku ingin kamu benar-benar menjadi Mommy nya anak-anak. night***!
Senyum Aiyra berubah seketika setelah membaca pesan dari Ilham dia kembali menangis. Dadanya terasa sangat berat bagaikan ribuan ton beban yang kini menimpanya.
Aiyra mengambil kotak dari tas dan laci kemari nya, dia membuka kedua kotak tersebut, Aiyra mengambil cincin yang di berikan Mammy Ilham waktu itu dan memasukkannya ke dalam jari manisnya, Aiyra memeluk cincin itu kuat dengan air mata yang tidak berhenti bercucuran. Aiyra juga mengambil cincin pertunangan nya dengan Bram, dia hanya melihat cincin yang dia pegang itu. Diapun kembali menangis sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Hingga Aiyra pun tertidur.
Kriiiiiiingggg........
jam weker Aiyra berbunyi. dia perlahan membuka matanya yang terasa rapat, dia merasa ada yang aneh dengan matanya. Aiyra mengabil pakaian yang akan dia pakai ke dalam kamar mandi. Betapa terkejutnya dia saat melihat matanya seperti orang yang selesai boxing.
"Ya ampun.... bagaimana ini" Aiyra panik sambil mencari-cari sesuatu yang dia sendiri juga tidak tau ala yang sedang ia cari. Aiyra kekuar dari kamar mandi dan membuka lemari es, Aiyra mengambil es batu dan menempelkannya di kedua kelopak matanya. Hingga es batu mencair dan membasahi baju Aiyra, matanya masih tetap bengkak akibat menangis semalaman.
"kalau Ilham melihat ini bagaimana? dia pasti akan menjadi penyidik kepolisian" gumamnya sambil menggosok gosok pelan matanya.
__ADS_1