
Hari yang cerah, awan biru begitu indah. matahari bersinar terang namun begitu lembut, hangat. Pohon pohon bergoyang berirama, dedaunan saling melambai syahdu.
Di dalam suatu ruangan, ada seorang wanita cantik yang sedang bersolek, tubuhnya bak kapas putih yang lembut, alis nya bak semut beriring, matanya yang berbinar, bibirnya yang tipis, wajahnya yang berseri membuat siapa saja terpana, wanita kecil yang kuat. Dia memakai dress dengan ikatan karet tepat di bawah payudaranya, dengan renda renda bunga yang cantik di kerah lehernya, menambahkan kecantikan paras nya. Dia berjalan dengan senyum merekah menuruni anak tangga dengan perlahan.
"Pak, kita ke baby shop ya"
"siap Non"
Wanita itu membuka kaca jendela mobilnya, dia melihat setiap orang, benda atau apapun yang dia lewati dengan perasaan bahagia, senyum nya selalu terukir di mulut imutnya yang merah muda.
"Pak Memen pulanglah, nanti pak Bram yang akan jemput saya"
"iya Non, hati hati ya, saya pamit pulang barang kali ibu juga butuh saya"
"Iya pak, oh iya ini da sedikit buat bapak jajan"
"Wah,,, Non ini selalu kebiasaan seperti ini, yang sering ajah ya Non" canda Memen supir Mama nya Aiyra
"aiihhh pak Memen ini yaaa"
Pak Memen hanya tersenyum sumringah hingga gigi giginya yang besar terlihat semua. Aiyra berjalan masuk ke dalam baby shop, dia begitu antusias ingin membeli beberapa perlengkapan buat bayi nya kelak.
"aduhh kan gak tau bayinya perempuan apa laki-laki, pilih warnanya apa ya?" gumamnya
"Ah, bayi sih apa ajah bebas, masih terlihat lucu" lanjut nya.
"silahkan Bu, ada yang bisa saya bantu?"
"Eh, iya mba saya mau membeli beberapa perlengkapan untuk bayi saya nanti"
"Mari saya bantu"
"Baiklah, kalau begitu saya mau ini ya mba...ehmmm ini juga... itu kayanya bagus ya mba,,, itu juga deh barang kali nanti butuh... mba tolong ambil yang atas itu ya, gendongan nya lucu banget"
Aiyra menunjuk ini itu semua yang di anggapnya lucu dia beli.
"sini mba biar saya yang bawa"
Aiyra yang sedang memilih kaos kaki bayi tersentak dan menoleh kebelakang saat mendengar suara yang sangat dia kenal
"Mas, sedang apa disini?"
"Bantuin istri belanja buat keperluan bayi"
"cukup Mas" Aiyra melempar kaos kaki bayi yang sedang dia pilih, lalu pergi berlalu meninggalkan toko perlengkapan bayi tersebut. Ilham yang tinggi tidak terlalu mengeluarkan tenaga lebih untuk mengejar langkah Aiyra yang kecil. Bram menarik tangan aiyra hingga langkah Aiyra berhenti, Bram membalikan tubuh Aiyra yang kini menempel di dada nya.
"tolong, jangan seperti ini aku mohon Aiyra"
"Mas lepaskan tanganku"
"tidak....." Ilham menggeleng kan kepalanya, matanya nanar. " Mas, tidak ingin kehilangan kamu lagi sayang, mengertilah Mas mau kita bersama lagi"
__ADS_1
"itu tidak mungkin Mas, aku sudah bersuami kami akan segera memiliki anak, aku juga mencintai suamiku"
"cintamu hanya untukku" ucap Bram dengan mengeratkan giginya kuat, rahangnya mengeras hingga tulang tulang rahangnya terlihat jelas.
"ikut aku sekarang, atau foto mu yang sedang telanjang akan aku kirim sekarang juga pada Bram"
"Mas, kita mau kemana?"
Aiyra terlihat meringis karena Bram mencengkeram tangan Aiyra begitu kuat, Bram membawa Aiyra masuk ke dalam mobilnya.
"duduk dan diam lah sebelum aku berbuat kasar padamu"
Dari kejauhan Bram melihat istrinya di perlakukan dengan kasar, dia ingin menolong namun dia ada di tengah jalan, Bram melihat mobil ilham melaju, Bram pun mengikuti nya dari belakang. Dengan penuh rasa cemas dan amarah Bram sebisa mungkin untuk mendekati mobil Ilham, Namun sangat sulit dengan kondisi jalan yang padat, dia hanya bisa berusaha agar tidak kehilangan jejak mereka.
"sayang, jangan terlalu banyak bergerak ya agar anak yang ada dalam rahimmu itu aman"
Aiyra menangis ketakutan, apa lagi jalan yang Ilham ambil menuju tempat yang sepi. Tibalah mereka di sebuah pinggiran kota dengan pepohonan yang tinggi besar, udaranya masih terasa dingin. Ilham membawa Aiyra turun dari mobil.
"hati hati kepalamu sayang" tangan Ilham melindungi kepala Aiyra agar tak terbentur.
"ini dimana Mas? sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku? kita mau kemana?"
"sabar sayang,,, aku akan membuatmu bahagia hari ini"
Ilham merangkul tubuh mungil Aiyra, mereka berjalan di atas hamparan rumput yang hijau, mereka berjalan cukup jauh, hingga sampailah mereka di sebuah danau kecil, disana ada sebuah bangku taman. Danau yang hijau karena lumut lumut yang ada di bawah sana, kupu kupu yang berterbangan di pinggir danau, capung berlarian kesana kemari di atas air danau, sesekali mereka menyentuh air hingga menimbulkan gelombang kecil yang begitu indah. untuk sejenak Aiyra terpana.
"Apa kamu suka sayang...."
Bram memeluk Aiyra dari belakang, Aiyra tak kuasa untuk melawan bahwa sesungguhnya dia pun begitu merindukan hangatnya tubuh Ilham, Aiyra menikmati pelukan Ilham yang entah berapa tahun dia tak rasakan. sesekali Ilham mencium pipi wanita itu dan Aiyra pun hanya terdiam menikmati sentuhan bibir Ilham di pipinya.
"Sayang, tinggalkan Bram dan kembalilah padaku"
"tidak Mas, itu akan sulit"
"apa karena anak yang ada di dalam kandungan mu"
"bukan hanya itu Mas"
"aku akan menerima dia seperti anakku sendiri"
Aiyra melepaskan pelukan Ilham, dia membalikkan badannya dan menatap Ilham penuh arti.
"Mas, kemana saja selama ini? apa kamu tau bagaimana aku menjalani hidup tanpamu? aku merasa sesak Mas, rasanya aku ingin mati saat itu,,, tapi aku juga tidak ingin pergi sebelum bertemu dengan mu" Aiyra terisak.
"kamu tau? setiap hari aku berdiri di depan pintu ruang kerjamu, berharap kamu akan keluar dari dalam lalu memeluk tubuhku yang rapuh ini, semua orang bilang aku gila, semua orang bilang aku tidak waras, dan Ya! aku memang gila, aku gila karena kamu pergi begitu saja"
"Maaf sayang"
"tidak Mas, kamu membawa sebagian nyawaku pergi bersamamu, bagaimana aku bisa mati kalau nyawaku pun tak kumiliki, aku lelah setiap hari merindukan mu, aku sakit setiap hari memikirkan kamu dan malaikat kita"
"sayang aku..."
__ADS_1
"Mas! saat kita bertemu, aku berbisik pada Tuhan bahwa aku meminta dirimu untukku, dia memberikan nya hanya untuk menghancurkan hidupku" tangis Aiyra pecah.
"Aiyra, Mas minta maaf... sungguh! Mas menyesal" Ilham pun terisak
"Aku berjalan, aku makan, aku hidup Mas tapi aku tidak punya tujuan, setiap malam aku berdoa agar kamu pulang, aku tidak berharap kamu kembali padaku untuk memberikan cintamu, tapi setidaknya kamu bisa kembali untuk mengucapkan perpisahan"
kali ini tangis Aiyra terdengar sangat keras, ada nada kesedihan disana, ada nada penyesalan dan amarah yang selama ini ia pendam, Aiyra meremas dada kirinya yang terasa begitu perih.
Ilham mencoba mendekat ingin memeluk wanitanya. Tangan Aiyra terulur memberi tanda agar Ilham tidak mendekati nya.
Ilham tertunduk, dia menekuk lutunya dan bersujud di bawah Aiyra.
"untuk semuanya aku minta maaf,,, dan tolong kembali lah padaku aiyra, aku mohon. Dada ini terasa sangat sakit melihat mu bersama laki laki lain, lupakan dia, kembali padaku"
"aku mencintai suamiku Mas, aku tidak akan pernah meninggalkan dia untuk siapapun termasuk demi dirimu Mas, maaf"
Aiyra menyeka air matanya yang membanjiri wajah cantiknya, dia menatap Ilham yang tertunduk layu, Aiyra berjalan menjauhi Ilham.
"Tunggu!" teriak ilham, langkah Aiyra terhenti.
"sampai kapanpun Bram tidak akan memiliki kamu, camkan itu!"
Aiyra yang merasa kini Ilham tidaklah sebaik dulu, berusah untuk berlari, namun tangan kokoh Ilham berhasil menahannya. Ilham memeluk Aiyra erat, dia berusaha mencium wanita itu,
"Mas....hentikan!" pekik Aiyra. tubuh mungilnya berusah sekuat tenaga mendorong tubuh ilham. Ilham yang begitu agresif memeluk Aiyra begitu kuat hingga Aiyra merasa tidak bisa bernafas.
Dengan penuh hasrat Ilham mencium seluruh wajah Aiyra, dan turun ke leher lembut Aiyra. Aiyra menangis keras, dia berusaha berteriak sekeras mungkin walau dia tau tidak ada orang lain disana.
"tolooonggggg..... huhuhu..." Aiyra menangis menjerit meminta tolong. saat Ilhamm mencium telinga Aiyra, dengan cepat Aiyra mengigit kuat bahu Ilham, hingga Ilham berteriak kesakitan dan melepaskan pelukannya. Aiyra tidak meng sia siakan peluang, dia berlari secepat mungkin hingga dia tersandung akar pohon yang mencuat ke permukaan.
gedebukkkkk
Tanpa menghiraukan rasa sakit, Aiyra kembali berdiri, Namun kini Ilham berhasil menangkap nya, Aiyra yang belum berdiri sempurna kembali terjatuh, kali ini perutnya yang menjadi penyangga tubuhnya yang terhempas ke tanah.
"arghhhh...." Aiyra mengerang kesakitan. Bram yang sudah kalap mata tidak memperdulikan erangan Aiyra, dia menyeret kaki Aiyra ke bawah pohon, Bram menindih tubuh Aiyra dengan tubuhnya, dia kembali melampiaskan hasrat birahinya dengan mencium dan meraba bagian bagian tubuh Aiyra.
"Mas hentikan... sakit" ucap Aiyra lirih sambil memegang perutnya. Bram tidak perduli.
Dengan kekuatan yang ada, Aiyra menendang alat vital Ilham dengan lututnya.
Ilham terpekik kesakitan,dia memegang alat vital nya dan sedikit menjauh dari Aiyra. Dengan tertatih tatih Aiyra berdiri sambil memegang perutnya yang terasa panas, darah mengucur dari ************ Aiyra, membasahi flat shoes nya yang putih. Aiyra mengigit bibir bawahnya menahan sakit.
"tolooonggggg..." Aiyra menjerit dengan suara yang tersendat. Mata ilham memerah penuh amarah, dia berdiri dan melangkah dengan penuh emosi ke arah Aiyra, di raihnya tangan Aiyra dengan kasar.
"Lepaskan dia bangsattt" teriak seseorang.
"Kak Bram" wajah Aiyra yang pucat tersenyum bahagia saat melihat suaminya datang dengan beberapa orang temannya.
Bram berlari merengkuh tubuh istrinya yang hampir ambruk ke tanah.
Bram berlari membopong wanita yang sangat dia cintai, darah terus mengalir dari alat vital Aiyra, menetes tertiup angin ke celana dan sepatu Bram. sementara itu teman teman Bram menghajar Ilham yang kini sudah tidak berdaya. Setelah di rasa puas dengan melihat Ilham berlumuran darah, merekapun pergi meninggalkan Ilham yang terkapar.
__ADS_1