HARAMKAH?

HARAMKAH?
Makan Malam


__ADS_3

Pagi ini ada yang berbeda dari hari hari sebelumnya. Ya, Aiyra berangkat kerja tidak mengendarai mobil sendiri,kali ini dan mingkin hari-hari berikutnya dia akan di antar jemput Ilham, Ilham pun tida memakai jasa supir dia mengendarai mobilnya sendiri,mobil yang hanya bisa di tumpangi dua orang saja biasanya dia mbawa serta supir dengan mobil seperti Transformers nya.


"untuk hari hari ke depan nya pakai baju jangan terlalu ketat ya rok nya juga hrus di bawah lutut" ucapnya tidak suka saat melihat rok yang di pakai Aiyra di atas lutut hingga memperlihatkan keindahan paha nya.


"ehmm baiklah... apa sekarang aku harus berganti pakaian? tapi bajuku semuanya hampir seperti ini" ucapnya penuh sesal.


Ilham hanya menarik nafas panjang dan mobil pun melaju perlahan, seperti biasa di perjalanan mereka bercanda dengan bahagianya sambil sesekali Aiyra bergelayut manja di bahu Ilham.


"kenapa jarak apartemen dan RS begitu dekat" keluh Ilham sesaat sampai di parkiran RS. Aiyra terbahak mendengar ucapan Ilham.


"Besok kita cari apartemen yang jauh ya,aku akan membelinya untukmu." ketus ilham. Mendengar itu Aiyra tertawa lebih keras lagi.


"Ya ampun! apa wanita terlihat baik tertawa seperti itu? jangankan lalat,mungkin kepala aku pun bisa masuk ke dalam kerongkongan mu" masih dengan nada jengkel Ilham bergumam. Aiyra mengecup pipi ilham dengan lembut.


"Jangan marah,ayo kita turun"


Ilham melirik Aiyra sekilas, lalu mematikan mobil nya,dia turun lebih awal lalu membukakan pintu untuk Aiyra.


Mereka berjalan berdampingan, mereka agak memberikan jarak bukan untuk menyembunyikan hubungan mereka hanya saja ingin terlihat profesional,agar hubungan mereka tidak jadi bahan gunjingan orang.


****


Setiap hari Ilham mengantar jemput Aiyra, jarak yang mereka lakukan di awal-awal kedekatan merek pun perlahan mulai terabaikan membuat beberapa orang yang bekerja di Rumah Sakit tau bahwa ada yang spesial di antara mereka berdua.


Aiyra hanya tersenyum geli melihat Elisa yang cemberut padanya karena kesal, kesal kenapa Aiyra tidak menceritakan hubungannya dengan Ilham.


"Jangan cemberut El jelek tauu" ejek Aiyra sambil menyeruput jus alpukat nya.


"lagi pula apa yang harus aku ceritakan padamu El bahwa aku sendiri bingung dengan hubungan yang aku jalani sekarang..."ucap Aiyra sambil menatap jus di dalam gelasnya yang terus ia aduk dengan sendok.


"Ay... em itu..."

__ADS_1


"Aku cukup dekat bahkan kami saling terbuka satu sama lain, dia selalu memprioritaskan aku di atas segalanya hanya aku tidak pernah tau apa hubungan ku dengannya,apa statusku di kehidupan dia." ucap Aiyra sambil terus menatap jus yg sedari tadi ia aduk memutar. Aiyra terus saja nyerocos tanpa melihat temannya itu sudah sangat salah tingkah sejak tadi karena melihat sosok laki-laki yang berdiri tepat di belakang Aiyra.


"Apakah kita anak SMA umur 13th yang harus mengatakan cinta lalu jadian dan menetapkan hari dan tanggal jadian kita" ucap seseorang dari arah belakang Aiyra.


Tangan Aiyra yang sedang mengaduk jus berhenti seketika, dia mendongakak kepalanya dan menatap Elisa dengan tajam. Elisa tersenyum tipis merasa bersalah karena tidak memberitahu Aiyra akan kedatangan Ilham yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.


"sorry..." ucapnya lirih sambil beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan Aiyra yg duduk terpaku.


Ilham duduk di kursi yang tadi diduduki Elisa, Ilham melipat kedua tangannya di atas meja sambil menatap Aiyra tajam. sesekali dia tersenyum kecut. dalam hati Ilham ingin sekali dia tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Aiyra saat ini, hanya situasi dan kondisinya tidak mendukung.


he he he


Aiyra hanya tersenyum dengan ragu dan terpaksa pada Ilham.


"Apa kamu mau aku menyatakan cinta seperti anak bau kencur sekarang?"


"eh...bu bukan itu maksdunya"


" ...." Aiyra menunduk dan kembali mengaduk jusnya.


"aku fikir dengan apa yang aku lakukan kamu sudah mengerti tujuannya kemana,kita itu sudah dewasa,bersikap adalah hal yang lebih pasti ketimbang sebuah ungakapan yang bisa saja palsu" jelasnya


"aku adalah wanita naif yang hanya ingin merasakan bagaimana rasanya mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang"


"apa kamu belum...."


"selama hidupku aku belum pernah pacaran entah kenapa tidak ada laki laki yang mau padaku" ucap Aiyra sedih.


Sebenarnya bukan tidak ada laki-laki yang mau menjadikan Aiyra kekasih,hanya saja mereka terlalu minder dengan kondisi keluarga Aiyra yang kaya raya,dan keluarga terpandang di kotanya.


"apa kamu ingin aku melakukan nya?"

__ADS_1


"hemm" lirih Aiyra sambil menggeleng kan kepala cepat.


"Nanti malam aku ingin mengajakmu ke suatu tempat tidak perlu berdandan cantik,cukup memakai baju yang sopan saja"


Aiyra menganggukan kepalanya dan tidak bertanya lebih jauh kemana dia akan di bawa.


****


Pukul 19.00


Ilham datang menjemput nya ke apartemen,kali ini Aiyra berdandan sangat sopan seperti apa yang Ilham minta,dia memakai celana panjang longgar dengan kemeje garis garis sebatas sikut. kali ini Aiyra mengikat rambutnya dengan rapi.


Aiyra tidak banyak bicara saat dalam perjalanan entah kenapa dia begitu gugup malam ini. Rasa was was Aiyra bertambah saat mobil memasuki rumah megah yang bergaya Eropa modern. Mungkin rumah ini besarnya bisa dua kali lipat dari besar rumah orang tua Aiyra. Aiyra menebak bahwa dia akan diperkenalkan kepada keluarga Ilham.


Dan benar saja dugaan Aiyra, sesampainya di dalam rumah,Aiyra di bawa menuju ruang makan yang sangat indah dan megah, lampu mewah kristal bergelantungan di atas meja makan, ruang makan ini bak ballroom sebuah hotel.


"Ah! pantas saja mereka membuat RS secara gratis bagi yang tidak mampu,uang untuk mereka sudah menjadi barang yang sangat tidak berharga" lirih Aiyra dalam hati.


"hallo semua" ucap Ilham, membuat keluarga nya yang sedang menyantap hidangan makan malam menoleh ke arahnya.


Aiyra merasa sangat kikuk saat beberapa pasang mata menatap dirinya. Ilham merangkul pinggang Aiyra dan membawanya menuju sebuah kursi yang masih kosong, Ilham menarik kursi itu dan mempersilahkan Aiyra duduk.


Tidak ada yang bicara, meski wajah mereka terlihat ramah tersenyum pada Aiyra.


"Makan sama apa?" bisik Ilham pada Aiyra.


"Sayur ajah cukup"


"Baiklah"


Ilham mengambil secentong nasi dan sayur ke atas piring Aiyra. Mereka mulai makan dengan tenang. Sesekali Ilham melirik Aiyra sekilas.

__ADS_1


Dengan mesra Ilham juga menghapus noda yang ada di sudut bibir Aiyra dengan jarinya. Sikapnya membuat sebagain orang memperhatikan mereka dengan senyum penuh arti.


__ADS_2