
"dokter Aiyra bisa ke ruangan saya sebentar?"
"oh iya pak baik"
Aiyra mengikuti Adnan dari belakang, sebenarnya Aiyra merasa gugup, dia akan masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan kenangan manis bersama Ilham. Ah! andai saja saat Aiyra masuk Ilham ada disana, mungkin kegilaan Aiyra akan sedikit terobati.
" silahkan duduk"
"terimakasih pak"
Aiyra duduk di sofa yang kini telah berubah, tidak ada lagi foto malaikat malaikat kecilnya disana, tidak ada lagi sofa yang biasa dia tiduri saat merasa lelah. dan yang pasti tidak ada Ilham disana.
"semua sudah saya ganti" ucap Adnan yang seolah mengerti dengan apa yang Aiyra pikirkan.
"ehmm itu keputusan yang tepat"
"benarkah"
"ada perlu apa bapak memanggil saya?" Aiyra mengalihkan topik.
"oh iya, saya ada tugas untukmu, berhubungan disini yang paling aktif dalam acara sosial, saya ingin kamu mengurus acara amal kita di Desa B, kamu atur semua nya ya"
"kenapa harus saya pak? biasanya kan ada tim khusus, saya hanya menjadi bagian saja sebagai dokter yang memeriksa pasien"
"apa kamu pernah pergi ke sebuah panti asuhan?"
__ADS_1
"panti asuhan?" Aiyra mengingat ngingat.
"ah iya,,,kenapa pak?"
"mereka akan datang, dan yang punya panti ingin kamu yang menjadi penanggung jawab acara ini"
"baiklah kalau begitu,tapi saya ingin Tim yang kemarin juga ikut serta, karena saya jujur tidak mengerti apa apa"
" keputusan ada di tanganmu, siapa saja yang bisa ikut dan andil ada pada keputusanmu dok"
"baiklah kalau begitu"
"ok, semoga acaranya lancar dokter"
"iya pak, semoga saya tidak melakukan kesalahan"
DEG!
itu adalah obrolan yang pernah Aiyra bicarakan bersama Ilham. Bagaimana Adanan?
"saya ini teman baiknya Ilham dokter Aiyra"
Aiyra masih tidak bicara mendengar penjelasan Adnan.
"saya tau sedikit tentang mu, Ilham bercerita saat sebelum dia terbang ke Paris until menemui istrinya"
__ADS_1
"ya." ucap Aiyra singkat.
"Aiyra, saya ingin bertanya"
"utarakan saja"
"apa sampai saat ini kamu masih menunggunya?"
"Ya"
"Aiyra.... Ilham sekarang sudah berkumpul bersama istri dan anaknya, apa yang kamu harapkan lahi darinya"
"apa bapak sering berkomunikasi denganya?"
"tidak sering tapi hanya beberapa kali untuk kepentingan RS dan bisnis saja"
"saat Bapak bicara padanya, tolong katakan satu hal. Hak dia untuk kembali pada istrinya, tapi Hak saya juga untuk selalu menunggu dia kembali"
"Aiyra jangan sia siakan hidupmu untuk laki laki-laki yang kini bahkan mungkin tidak ingat padamu"
"Pak, saya tidak tau apa maksud dan tujuan Ilham mendekati saya lalu dia pergi begitu saja, di saat saya berjuang untuk mendapatkan restu kedua orang tua saya, dia pergi, hati saya sakit dan hancur. Hati yang hancur itu tidak ada yang bisa memperbaiki nya lagi Pak selain dia."
"kamu hanya harus sedikit membuka diri untuk orang lain"
"hati saya sudah rusak pak, jika Ilham datang tidak ingin mengobati nya, maka dia harus datang untuk membunuhnya. karena saya tidak tahan hidup seperti ini,. rasanya lebih sakit daripada sebuah kematian."
__ADS_1
Tanpa permisi Aiyra beranjak lalu pergi meninggalkan ruangan itu.