
Seminggu pun berlalu.
Nur merasa hidupnya telah hancur. Seminggu ini suaminya tak ada kabar. Ia pun sudah tak Berani lagi keluar rumah dan bekerja. Karena Dinda menelpon ia sudah diberhentikan secara tidak hormat dari kantor. Itu semua terjadi karena aksi gilanya Anne. Yang membobol gerbang pagar rumah nya Idris. Kelakuan Anne langsung viral bahkan sempat jadi komsumsi publik selama satu hari. Dan setelah itu, berita itu pun menghilang. Dan tentu saja semua karyawan kantor dan pemegang saham, tahu masalah yang menimpa keluarga Idris.
"Ya Allah Nur, koq kamu gak cerita sih sama aku dari awal, kalau kamu istri simpanan Pak Idris?" Dinda yang baru masuk ke kamar mewahnya nur, langsung mencecar Nur dengan banyak pertanyaan.
"Kamu duduk dulu." Nur mengajak Dinda duduk di sofa yang ada di kamar itu. kedua nya masih berpegangan tangan. Nur terlihat cemas sekali.
Nur meminta Dinda datang ke rumahnya Idris. Dinda yang kepo, tentu saja mau datang ke rumah Idris. Tempat Nur berada sekarang. Nur mengatakan pada pak satpam, kalau Dinda adalah sepupunya. Makanya Dinda diperbolehkan masuk ke rumah itu. Ya, walau Idris tak ada kabar. Sampai saat ini, Nur masih dijaga dengan ketat di rumah itu.
Huufftt..
Nur menghela napas panjang. Wanita itu sedang gundah gulana saat ini. Dia perlu teman ngobrol. Mencari solusi dari masalah yang ia buat sendiri.
"Kapan kamu dan Pak Idris menikah. Bukan nya kamu gagal nikah di kampung?" tanya Dinda heran, dan sangat penasaran. Setahu dia Nur baru gagal menikah. Dan sekarang sudah jadi istri simpanan bos mereka.
"Gak usah bahas itu lagi Din. Jangan kau tanyakan lagi yang buat aku pusing. Aku hanya ingin didengar sekarang Dinda" Ujar Nur dengan suara parau karena habis menangis.
"Ya sudah kamu cerita, aku akan jadi pendengar budiman." Jawab Dinda dari ujung sana.
"Aku hancur untuk kesekian kalinya. Aku, aku bodoh. Ku pikir aku akan dipilih oleh Pak Idris. Ternyata tidak! Sudah satu minggu ini Pak Idris tak ada kabar." Keluh Nur masih menangis sesenggukan.
"Ya Jelas lah kamu gak dipilihnya, memangnya kamu punya apa mau diandalkan? Pak Idris juga gak bego, mau ninggalin kemewahan, jabatan Karena milih kamu." Ujar Dinda kesal pada Nur, yang tak mikir panjang, untuk jadi orang ketiga.
"Iya benar, tak seharusnya aku turuti bisikan setan untuk balas dendam." Nur terlihat meratapi nasibnya.
"Balas dendam? maksudnya apa? kamu jangan buat aku semakin bingung. Kamu punya rahasia apa? aku saja masih penasaran, kamu itu jadi istri simpanan bos sudah berada lama?" Dinda menatap Nur penuh selidik. "Ceritakan semuanya, siapa tahu aku bisa bantu kamu!"
Huufftt...
__ADS_1
Nur menghela napas dalam. Ia perlu banyak cadangan oksigen, agar ia bisa tenang saat cerita.
"Kamu sudah tahu kisah kelam percintaanku kan Din?"
"Iya. Kamu ditinggal kekasihmu, saat kamu hamil 6 minggu. Karena itu kamu traumah menjalin hubungan dengan pria. Ibumu sibuk cariin jodoh untukmu. Dan kamu sudah tiga kali gagal nikah, sekali sukses nikah, ehh.. Malah jadi istri simpanan."
"Iihh... Dinda, aku lagi serius ini. Kenapa kamu jadi buat hidupku jadi bahan candaan." Nur kesal, membuang pandangan nya dari Dinda. Ya kalimat terakhir Dinda, yang mengatakan Nur sukses nikah jadi istri simpanan membuat nya tersinggung.
"Lah memang benar kan?" Dinda mengangkat kedua bahunya. Ia merasa sedang tak salah bicara. "Yang aku kesal kan sekarang, kenapa kamu mau jadi istri simpanan. Sudah begitu putus asanya kamu. Takut gak laku laku lagi. Hingga kini hidupmu hancur, karir hancur. Ada sih untungnya kamu jadi pelakor Fotomu viral di sosmed. Kamu terkenal deh." Ujar Dinda dengan ekspresi wajah meledek. Ia tipe teman yang tak mau terlihat manis didepan teman sendiri. Kalau salah, ia akan salahkan.
"Apa aku salah jika balas dendam?"
"Ya salah lah, tak boleh balas balas dendam. Kita harus maafkan kesalahan orang yang mendzolimi kita. Biar Allah yang berikan ganjaran untuknya." Jelas Dinda cepat.
"Iihh... Kamu koq gak dukung aku sih Din?" Nur menggoyang kesal dengan sahabat nya itu. "Ciihhh... Jadi teman, gak guna!" Nur semakin pusing. Dinda gak asyik diajak cerita.
"Aku sudah dua minggu jadi istri simpanan. Aku ketemu dengan beliau, di jalan. Aku mau menikah dengannya. Karena mau balas dendam. Mau menghancurkan keluarga besar istrinya yang sombong itu." Jelas Nur dengan berderai air mata, dadanya sesak sudah saat ini.
Kalau mengingat perbuatan Anne dan sang adik, yang tak lain mantan kekasihnya Nur, ia akan sedih sekali. Dadanya terasa sakit dan ngilu.
"Haaahh...!"
Dinda dibuat tercengang.
"Pria yang menghancurkan hidupku, adalah Adiknya Nyonya Anne. Namanya Angga. Dia meninggalkanku, di saat aku hamil."
"Iya, Iya, kamu sudah cerita itu. Tapi, baru kali ini kamu mengatakan kalau kekasihmu dulu, adalah adiknya Istri bos."
Cehh... Ceehh.. Ceehh..
__ADS_1
Dinda berdecak heran dan takjub.
"Aku gak tahu, kalau Pak Idris adalah atasan kita. Tapi, aku mau menawarkan diri Jadi istrinya. Karena memang mau menghancurkan rumah tangga mereka. Mau melihat Anne menderita, seperti penderitaan yang ku alami karenanya."
"Tunggu, tunggu dulu. Aku dibuat semakin bingung." Dinda memberi kode dengan tangan nya, ia ingin mencerna ucapan Nur dengan pelan pelan. "Kenapa kamu Katakan Anne, istri bos itu yang hancurkan hidupmu? bukan nya adiknya si Angga, yang buat hancur hidupmu?" tanya Dinda penuh selidik dan tak sabarannya.
"Mereka sekeluarga, mereka telah hancurkan hidupku."
"Jangan salahkan mereka, salah kamu juga. Kenapa kamu mau ditiduri si Angga."
Hua
Hua
Hua
"Dinda... Koq kamu jahat sih. Aku kan sudah cerita dulu samamu. Kalau keperawananku diambli, saat aku tak sadar kan diri." Ujar Nur menangis histeris. Kenapa ia disudutkan terus oleh teman nya ini.
"Iya, setelah itu kamu ketagihan, bahkan minta lagi kan? hingga hamil lagi."
Pukk
Bantal sofa mendarat kuat ke kepalanya Dinda. Nur kesal pada Dinda.
"Jangan sudutkan aku lagi, aku sudah taubat." Bicara dengan isak tangis.
"Kalau kau taubat, tak mungkin kau mau jadi pelakor. Kamu salah, sangat salah. Untuk hal ini, aku tak akan bela kamu. Asal kamu tahu Nur, aku benci pelakor!" Tegas Dinda, menatap Nur penuh kekecewaan.
TBC
__ADS_1