
Mendengar penjelasan Idris, tentang kondisi rumah tangga nya dengan Anne, membuat Nur terdiam. Pantas saja Idris mau menerima ajakannya untuk menikah, ternyata suaminya itu tak bahagia dalam pernikahannya bersama Anne. Mengetahui fakta itu membuat Nur merasa sedikit tenang. Rasa bersalah yang sempat singgah di hati, dengan cepat menguap. Ia harus bersikap tegas pada diri sendiri. Tak boleh goyah, karena melihat Anne menderita karena Idris menceraikan nya. Ia harus mempertahankan rumah tangga nya. Karena Idris memilih nya.
Awal dari semuanya, ketika takdir yang lebih berhak menentukan.
"Aku tak ingin hubungan kita merenggang atau mendatangkan masalah, karena Anne. Aku memilihmu. Dan aku akan memilihmu berulang-ulang. Tanpa jeda, tanpa ragu, dalam sekejap. Aku akan terus memilihmu. Jadi, fokus pada diri ku saja. Jikalau masa lalu mengusik hatimu, ingat ada aku yang mengorbankan kedudukan, harta, hanya demi bersamamu."
Nur terbengong mendengar ucapan Idris yang tulus. Ia menatap lekat kedua netra hazel sang suami yang sedari tadi berkaca kaca menatap nya.
"Aku menemukan kebahagiaan itu bersamamu. Aku merasa lebih semangat menjalani hidup dengan bersamamu. Pleasee.... Jangan goyah dan merasa bersalah. Kita fokus untuk kebahagiaan kita, demi anak kita yang sedang tumbuh di rahimmu sayang." Merangkum jemari sang istri lembut, kemudian mengecupnya penuh cinta.
Tes
Cairan bening yang sedari tadi mendesak untuk keluar, tak terbendung lagi. Akhirnya air mata itu membasahi pipinya Nur. Ia sangat bahagia sekali, tersentuh. Ternyata ia bisa merasakan cinta juga. Cinta yang sangat tulus, mau menerima semua kekurangannya. Ternyata takdirnya harus jadi pelakor.
Huhuhu...
Nur tak bisa menahan diri lagi. Ia pun langsung memeluk sang suami.
"Jangan tinggalkan aku, aku takut kenal karma." Ujarnya terisak dalam Idris.
Idris dibuat bingung dengan ucapan sang istri.
Karma?
"Karma apa?" tanya Idris bingung, mengusap lembut punggung sang istri yang memeluknya.
"Aku kan pelakor. Nanti, pasti ada juga wanita yang akan merebut Hubby dariku.. Hua... Hua.... Hua..!" Ujarnya menangis histeris dalam dekapan sang suami. Entah kenapa Nur merasa sangat sensitif sekarang.
Idris mengurai pelukannya.
"Husshh... Jangan bicara ngacok sayang, Kamu bukan pelakor. Kamu dewi penyelamatku. Bidadari ku, hadirnya dirimu dalam hidupku, sebagai cahaya, yang memberiku jalan keluar dari kegegelapan." Menatap lekat sang istri yang menangis sesenggukan itu.
__ADS_1
Lagi lagi Nur dibuat terperangah dengan ucapan Idris. Yang menurutnya terlalu berlebihan dalam menilainya. Padahal memang dari awal, ia kan mau jadi pelakor. Mau menyakiti Anne, karena wanita pernah menyakitinya.
"Terima kasih, sudah mencintai ku sebesar itu.. Hua... Hua... Hua..!" kembali memeluk Idris dan menangis kejer.
"Iya, iya. Sudah jangan nangis lagi. Ingat, ada anak kita sedang tumbuh disini." Memegang perut Nur. "Ibu hamil gak boleh sedih, cengeng dan tukang nangis. Nanti anak kita jadi tukang nangis. Gak baik itu." Ujar Idris, setelah mereka mengurai pelukan.
"Iya Hubby..!" masih bicara dengan sesenggukan.
"Sudah ya, kita lanjutkan perjalanan sekarang. Jangan pernah kita bahas lagi soal Anne, maupun Angga. Terkait pengadilan belum bisa keluar kan akte cerai. Kita sabar saja, semoga nanti ada jalan penyelesaiannya."
"Iya Hubby.." Kini Nur sudah bisa tersenyum.
Idris kembali melajukan mobil. Ya tadi ia menepikan mobil nya. Karena mereka sedang membicarakan hal yang sangat serius.
"By, aku ikut kr kantor." Ujarnya melirik Idris.
"Kamu di rumah saja ya sayang. Istirahat, hari ini banyak kerajaan di kantor." Ujar Idris mengulas senyum manis. Nur pun tak bisa memaksa lagi, karena memang Idris sedang bekerja keras dalam mencari proyek.
***
Dan tiba tiba saja ia ada ide untuk membuat konten memasak. Dengan bantuan Bi Sekar, Nur sangat puas dengan hasil videonya. Ia pun mulai mengunggah video memasak nya ke sosial media.
"Bismilllah... Semoga bisa jadi youtuber, yang mendatangkan manfaat untuk ummat manusia..!" Ujarnya semangat setelah mengupload video tutorial memasak nya. Konten pertama Nur, memasak ayam semur. Ya Nur sangat menyukai menu itu. Mungkin di sosial media sangat banyak konten seperti itu. Tapi, namanya juga usaha.
Ting
Ting
Ting
Baru satu jam, upload video yang terhubung ke semua sosial media nya. Nur sudah dapat banyak notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya. Ia cukup terkejut membaca pesan di inbox atau koment di postingan. Banyak yang order ayam semur yang ia masak.
__ADS_1
Nur dibuat senang akan hal itu. Karena banyak yang muji videonya. Cara pengambilan gambar serta suara Nur saat menjadi tutor di videonya sangat asyik di dengar.
Masalah tadi pagi yang ditimbulkan Anne, hilang menguap sudah dari pikirannya. Karena kini ia dibuat exciated membalas chat para penonton videonya.
Dooorr....
"Aauuuuuuuwww....!" teriak Nur memegangi dada nya, rasa nya jantungnya copot sudah karena ulah sang suami yang mengejutkannya.
"Ya Allah...... Hubby.... Mau buat aku mati!" Ujarnya kesal, menatap Idris, yang tertawa kecil.
"Makanya, jangan sibuk main hape, sampai suami pulang gak sadar." Ujar Idris lembut, langsung memeluk Nur. Menghujani pipi serta leher Nur dengan ciumannya.
"Emang lihat apa di situ? hingga suami sendiri pulang gak tahu." Mata Idris berusaha melihat apa yang di lihat Nur di ponsel pintarnya.
"Iihh By, jangan..... Geli tahu!" Nur tak tahan dengan rasa geli, yang ia rasakan di lehernya, saat Idris mengecup ngecup kecil ceruk leher jenjangnya Nur.
Idris melepaskan belitan tangannya dari pinggangnya Nur, kemudian menuntun sang istri untuk duduk di sofa yang ada di sudut kamar itu. Idris penasaran dengan hal yang membuat Nur begitu fokus ke layar datar itu.
"Lihat apa sih di hapenya?" menjulurkan tangan, meminta ponselnya Nur.
Dengan senyum yang mengembang, penuh semangat Nur memberikan ponselnya pada sang suami.
Sebelum melihat apa yang ada di ponselnya Nur, Idris melirik sekilas Istri nya itu.
"Eemmm.. Konten memasak." Ujarnya melirik sejenak Nur yang tersenyum lebar menatap nya.
"Ini video, kamu yang buat sayang?" tanya Idris takjub, ia sangat suka konten yang dibuat Nur. Suara nya lembut, tegas dan bahasa yang ia gunakan sangat sopan.
"Iya sayang." Menampilkan ekspresi wajah penuh kepercayaan diri.
"Waahh... Banyak yang like dan koment, menshare juga banyak." Ujar Idris dengan tak percayanya melihat video yang dibuat sang istri langsung viral. "Sudah Fyp juga sayang di Tik tok. Waahhh... Bahaya ini, bahaya. Aku gak mau nanti kamu jadi terkenal dan ninggalin aku!" Ujar Idris dengan wajah klisenya.
__ADS_1
"Iihh.. Hubby ngomong apa sih?" merengut karena tak suka dengan ucapan sang suami.
TBC