Hasrat Liar Istri Simpanan

Hasrat Liar Istri Simpanan
Banyak cara bahagia


__ADS_3

Mengetahui sang istri hamil, Idris langsung bersujud syukur di ruang pemeriksaan itu. Kedua mata kini terlihat berkaca kaca. pria itu sangat terharu, atas kebahagiaan yang ia rasakan saat ini. Pernah putus asa, karena Anne tak mau melahirkan anak untuk nya. Dan kini impian terbesarnya hampir terwujud. Tinggal menjaga pertumbuhan jabang bayi di dalam rahim sang istri dan lahir ke dunia dengan selamat.p!!


Cup


Cup


Cup


Wajah cantiknya Nur bersemu merah. Wanita itu sangat malu pada Dokter, akan sikap Idris yang menurutnya tak terlalu berlebihan. Suami nya iku kru iku iku! tak memperdulikan sang Dokter di ruangan itu, malah main nyosor. Ia kan jadi malu.


"Dijaga kesehatan istrinya pak. Pola makan, istirahatnya serta emosionalnya. Usahakan istri nya jangan kelelahan dan sedih, jangan dimarahi istrinya kalau ngidam yang aneh aneh." Jelas sang Dokter berjas putih itu ramah. Dokter itu kini terlihat menuliskan statusnya Nur.


"Itu pasti Dok!" mencium jemari sang istri dengan penuh rasa syukur. Nur merasa bahagia sekali. Ia tak menyangka Idris akan secinta ini pada nya. Padahal dulu sebelum menikah, pria itu sudah mengultimatum dirinya, agar tak berharap pernikahan mereka lanjut.


"Ya Allah... Hubby turunkan aku, gak usah digendong, aku baik baik saja koq." Protes Nur sambil mengulum senyum, kini mereka sedang berjalan menuju mobil terparkir. Idris yang tak mau Nur lelah, memutuskan untuk membopong Nur.


"Tentang sayang, jangan banyak gerak. Nanti kamu jatuh loh." Menampilkan ekspresi wajah masam, karena ia tak suka Nur protes, akan sikap nya yang sangat menghawatirkan Nur.


"Iihh Hubby malu dilihatin orang, aku masih bisa jalan." Ujar Nur manja, kini ia yang malu dilihatin orang menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Dinikmati saja sayang, karena tak selamanya ada moment seperti ini. Mungkin esok aku akan sibuk, sehingga tak sempat melakukan yang seperti ini. Aku sedang bahagia sekali, akhirnya aku akan memiliki anak." Nur terdiam mendengar ucapan sang suami yang lembut penuh penghayatan itu. Walau sebenarnya, Nur dibuat sedikit bingung dengan pernyataan sang suami, yang mengatakan suami nya itu bahagia karena akan memiliki anak. Bukankah suami nya itu sudah ada putri dari istri pertamanya.


"Hubby, cem baru pertama kali punya anak saja." Ujarnya tersenyum tipis.


"Emang baru pertama kalinya." Sahut Idris, menurunkan sang istri. Karena mereka sudah sampai di parkiran. Ya Idris membawa mobil sendiri.


Kening Nur mengerut mendengar penuturan sang suami. Koq baru? kan ada Ma yang, anak dari pernikahannya dengan Anne.


"Koq baru? Bukannya Hubby sudah ada Ma yang." Ujar Nur bingung menatap sang suami, yang membantunya duduk di kursi.

__ADS_1


"Ohhh iya Lupa, kalau aku sudah punya putri, Mayang." Ujar Idris tersenyum tipis. Penuturan sang suami makin buat Nur bingung.


"Hubby jangan buat bingung deh!" Keluh Nur, di saat Idris akan menutup pintu mobil untuk nya.


"Nanti aku ceritakan di rumah." Idris menutup pintu mobil sebelah Nur. Ia pun melangkah menuju pintu kemudi.


Bruuggkkk..


Deg


Nur dibuat terkejut, penampakan di depan matanya buat sesak dada. Saat ini ia melihat, sang suami dipeluk erat dari belakang oleh Anne. Dan Anne menatap jengah ke arahnya. Serta wanita itu memberi kode permusuhan dengan tangannya pada Nur.


"Anne... Kamu apa apaan?" Idris dengan cepat menghempaskan tangan Anne yang membelit di pinggangnya.


Hu hu hu..


Anne menangis tersedu sedu di hadapan Idris. Nur dibuat jantungan melihat tontonan di hadapannya.


Nur dibuat was was melihat tontonan di hadapannya. Karena ia sedang tak mau bertengkar.


"Kita tak ada hubungan lagi. Jangan ganggu hidupku mulai hari dan seterusnya." Ujar Idris tegas. Menyeret kakinya cepat.


Grapp...


Anne kembali menahan langkah Idris, tangannya mencengkram kuat lengan pria itu.


"Anne... Lepas..!" kembali menghempaskan tangan Anne dengan kasar. Dengan tatapan masamnya.


Anne geram akan sikap kasarnya Idris pada nya. Ia melirik ke arah Nur yang masih duduk di dalam mobil.

__ADS_1


"Ini gara gara dia, gara gara wanita murahan ini!" menunjuk ke arah Nur. Kemudian Anne terlihat menghampiri Nur. "Keluar, keluar kamu..!" menggedor gedor pintu mobil sebelah Nur. Tentu Nur dibuat waspada di dalam.


"Jangan buat keributan di tempat ini." Menarik tangan Anne, agar menjauh dari pintu mobil. Nur yang ada di dalam mobil tentu merasa was was.


"Aku, aku tak akan lepaskan dia... Gara gara wanita itu rumah tangga kita hancur. Aku, aku tak akan menyerah begitu saja..!" bicara dengan histeris.


Idris tak mau ambil pusing dengan ocehan Anne. Ia masuk dengan cepat ke dalam mobil. Anne geram, ia memukul mukul mobil itu, mengejarnya sambil berteriak penuh umpatan pada Nur.


Tiba tiba saja Nur jadi merasa bersalah, tak seharusnya ia ada niat balas dendam pada Anne. Karena sebenarnya penderitaan yang Nur alami dulu, tidaklah semua karena Anne. Ia yang salah, karena tak bisa jaga diri.


Huufftt...


Setelah mobil melaju 1km, Idris baru bisa menghela napas. Ia melakukan nya berulang kali sambil fokus menyetir, hingga ia merasa tentang. Ia pun akhirnya menatap sesekali ke arah Nur, yang ekspresi wajah sang istri terlihat sangat murung.


"Jangan pikirkan kejadian tadi ya sayang. Hubby tak mau kejadian itu mengganggu pikiranmu dan membawa pengaruh buruk pada perkembangan anak kita." Ujar Idris lembut, mengelus sekilas perut Nur yang masih rata.


Huufftt.....


Nur menghela napas panjang, bahkan bahu wanita itu ikut terangkat, menutup mata sejenak, mengatur dirinya agar rileks. Dan kemudian Wanita itu kini menatap lekat sang suami.


"Tak seharusnya aku masuk dalam kehidupanmu By. Tak seharusnya aku ada niat balas dendam pada Anne. Karena ia tidak bersalah. Aku yang salah ambil jalan hidup." Ujar Nur dengan mata berkaca kaca, setiap mengingatkan masa lalu kelamnya, ia pasti menyesali dan mengutuk dirinya sendiri.


"Tak usah kamu ingat ingat masa lalu. Aku sudah ambil keputusan, memilih kamu jadi pendamping hidupku. Terkait kamu ada dendam pribadi dengan Anne, aku tak mau membahas itu. Intinya, hadirnya kamu dalam rumah tangga kami, hadirnya kamu dalam hidupku, membuat ku sadar, bahwa aku pantas untuk merasakan kebahagiaan. Aku ingin punya keturunan."


Deg


Lagi lagi Nur dibuat terenyuh dengan pernyataan sang suami. Ternyata suaminya itu memang sangat menginginkan keturunan.


"Bukannya Hubby sudah punya anak, seorang putri bernama Mayang? walau Mayang bukan darah dagingnya, ia kan sudah terdaftar jadi anak nya Hubby." Jelas Nur, ingin mengetahui, beberapa menginginkannya Idris akan anak daei rahim nya.

__ADS_1


"Mayang, bukan darah dagingku. Jelas aku ingin punya anak kandung sayang." Jelas Idris lirih, tatapan fokus ke badan jalan.


TBC


__ADS_2