Hasrat Liar Istri Simpanan

Hasrat Liar Istri Simpanan
Komentar negatif


__ADS_3

Nur tak berani lagi membuka semua media sosialnya. Masalah ini Jadi momok yang sangat menakutkan untuknya. Ia tak sanggup mendengar berita buruk tentangnya. Jangankan membuka media sosial. Memegang handphone saja ia tak berani, karena banyak sekali postingan yang membahas dirinya. Dan kebanyakan postingan yang menghujatnya. Itu terjadi Karena ia seleb tiktok, youtuber yang lagi naik daun. Nur tak menyangka popularitas nya akan meredup, karena masalah ini.


"Jangan terlalu diambil hati dengan ucapan dan postingan itu. Kadang manusia punya mulut tapi belum tentu punya otak. Kamu yang sabar ya sayang! kita akan hadapi ini bersama sama." Ujar Idris lembut, menatap lekat sang istri yang ada dalam rangkulannya. Mereka sedang Duduk di sofa, yang ada di ruang kerja.


Sedangkan Mark dan Dinda terlihat serius dengan ponselnya. Duduk di sofa yang berbeda, di hadapan Idris dan Nur.


"Aku yakin, ada seseorang pengendali dibalik semua ini." Ujar Dinda geram. Ia menatap ke arah Idris dan Nur, yang duduk di hadapannya.


Sore tadi, Dinda membuat postingan. Memberikan klasifikasi pada netizen. Kalau Nur adalah wanita baik baik. Menceritakan semua tentang Nur, termasuk kisah kelam Nur di masa lalu, yang sempat terjerumus, dan kehilangan keperawanannya. Dan hal itu, malah membuatnya gagal menikah tiga kali.


Di postingan itu juga, Dinda menjelaskan, bahwa tak ada niat Nur untuk merebut Idris dari Anne. Awalnya ia hanya ingin balas dendam pada wanita itu, karena Anne, pernah menyakitinya. Gak disangka, ia malah jatuh cinta beneran pada Idris. Dan bak gayung bersambut, ternyata Idris juga menaruh hati pada Nur.


Dinda juga menjelaskan di postingan nya. Kalau rumah tanggal Idris dan Anne, sudah tak harmonis sejak dulu, sebelum Nur hadir di dalam rumah tangganya Idris dan Anne. Itu disebabkan karena Anne, tak mau melakukan perannya sebagai istri. Bahkan Anne, tak mau melahirkan anak. Selama ini, Idris tetap bersabar. Hingga ia kendal dengan Nur, ia pun melepas Anne.


"Iya, ini pasti kerjaannya Anne atau Angga." Timpal Idris. Menatap serius orang orang yang ada di ruang kerja itu. Kemudian tatapannya terhenti pada sang istri, yang masih murung itu.


"Itu kerjaan mereka berdua bos, bulan salah satu nya lagi." Ujar Mark, memberikan penegasan.


Idris menganggukkan kepalanya, sebagai tanda setuju dengan pernyataan Mark. "Bagaimana hasil dari penyelidikan akun yang menyebarkan berita hoax tentang ISTRI saya?" tanya Idris serius pada Mark.


"Itu fake account bos. Jadi belum bisa ditelusuri." Jelas Mark, Ia terlihat mengubah posisi duduknya dengan meluruskan kedua kaki. Seharian ini ia tak ada istirahat. Duduk tenang saja baru bisa saat ini.


"Biarkan saja account fake bermunculan. Yang Jelas, pengikutmu semakin bertambah Nur. Ini gila...!" ujar Dinda dengan mata yang berbinar binar. Tadinya mereka mengira akan banyak penggemar Chanel Nur yang unfollow. Tapi, nyatanya pengikutnya malah semakin bertambah. Mungkin banyak orang yang penasaran dengan Nur, sehinngga banyak yang Follow.


"Apa..?" Mark beranjak dari tempat duduknya. Mendekati sang istri yang Duduk di sofa lain di sebelahnya.


"Iya Cok, lihat ini!" Dinda memberikan ponselnya pada Mark.

__ADS_1


Mark menerima ponsel sang istri dengan penasarannya. Ia pun memeriksa akun nya Nur. Ya, pengikutnya Nur bertambah 1 juta Followers hari ini.


"Waaaww..... Ini namanya masalah yang mendatangkan rezeki." Ucap Mark dengan antusias. Wajah lelah kusut yang sedari tadi menghiasi wajah tampannya, kini terlihat berseri seri. Gimana tak berseri seri, Kalau pengikutnya Nur bertambah banyak, tentu saja sang istri akan kecipratan hasilnya. Karena sekarang Dinda, jadi managernya Nur.


Idris dibuat heran dengan sikap Mark yang sedikit berlebihan itu. Guna menjawab penasarannya, ia melepas rengkuhannya dari punggung sang istri. Tangan nya menjulur mengambil ponsel Nur yang tergeletak di atas meja tepat di hadapan nya.


"Dinda, kamu sudah buat postingan mengklarifikasi berita hoax itu?" tanya Idris menatap ke arah Dinda.


"Iya Bos, gak nyangka tanggapan penggemar sangat positif." Sahut Dinda tersenyum tipis. Ternyata masalah besar yang datang, malah membawa keberuntungan.


Kedua matanya Idris, masih setia ke layar ponsel. Ia bahkan kepo, dan membaca komentar netizen. +62, yang terkesan sadis.


Puas membaca komentar yang kebanyakan positif. Idris akhirnya memberikan ponsel itu pada Nur. "Lihat lah sayang, tanggapan orang tak seburuk yang kamu pikirkan. Masih banyak penggemar, yang bijak yang tak langsung ter provokasi " Jelas Idris, kembali menyodorkan ponselnya Dinda pada sang istri.


Dengan ragu Nur meriah ponsel itu. Mata indahnya yang sembab, mulai menonton tayangan tentangnya.


Idris penasaran dengan apa yang dibaca oleh Nur. Ia pun menscrol komentar netizen.


"Bahagia tak berarti sampai harus mengambil hak milik orang lain. Percayalah, akan ada orang yang lebih mencintaimu dan menghargai dirimu."


"Andai ada pasal pelakor. Pasti bakalan terciduk duluan itu orang."


"Kasihan, perjaka aja pada bosan ngelirik. Makanya terus ngelirik yang nggak perjaka tapi milik orang."


"Kayaknya profesi sebagai perebut itu booming banget ya, sampai-sampai setiap hari ada aja juniornya."


"Kalau memang akal sehatnya masih berfungsi, coba bayangkan kalau kamu di posisi aku?"

__ADS_1


"Buat orang ketiga yang sok cantik, kecantikanmu itu racun yang membuatmu bahagia bersama lelakiku. Selamat menikmati durinya nanti."


"Bahagianya melihat suamiku mau sama kamu, berarti hidupku terlepas dari jeratan buaya darat."


"Kukira kita itu sama-sama wanita. Kita bisa memahami perasaan satu sama lain. Tapi aku lupa, kamu kan tak punya perasaan."


"Nggak ada sedikitpun iri di hati pas lihat barang blink-blink mewah menempel di tubuhnya, soalnya modalnya itu penuh kelaknatan."


"Penghianat cocoknya juga sama penghianat. Terimakasih Tuhan engkau jauhkan aku dari mereka."


"Astaga sayang... Ini komentar, orang asal ketik. Jarinya itu gatal dan sok tahu. Ku tegaskan sekali lagi, kamu bukan PELAKOR.... Emang aku mau denganmu sejak awal. Makanya disaat kamu ajak untuk menikah, aku mau. Ya karena aku suka samamu. Bukan karena kamu godain aku!" Jelas Idris dengan penuh ke hati hati an. Ia tak mau Nur tersinggung dan bad mood. Wanita itu sedang hamil. Idris tak mau janin dalam kandungannya terganggu perkembangannya. Kata kata netizen memang menusuk hati.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


Nur menangis sembari menutup Wajah dengan Tangan nya. Ia malu dengan kelakuannya. Karena ia merasa dirinya adalah pelakor.


"Jangan menangis lagi, sebaiknya kita istirahat!" Idris membantu Nur bangkit dari sofa. Tangan Idris ditempatkannya di bawah bokong sang istri.


"Gak usah digendong By. Aku masih bisa jalan." Ujar Nur, tak mau digendong Idris. Ia malu pada Mark dan Dinda, yang memperhatikan mereka dengan lekat.


"Baiklah..!" Idris akhirnya merangkul Nur.


"Mark, kasus kekerasan yang dilakukan Anne di mall, harus cepat di proses di pengadilan. Anne harus tahu, akibat dari perbuatannya." Tegas Idris, menatap serius Mark.


" Iya bos, mengerti, sikap dilaksanakan!" jawabnya tegas. Kemudian melirik sang istri Dinda di sebelahnya dengan senyum tipis yang manis.


"Mereka semua pun keluar dari ruang kerja itu. Dan bergegas menuju kamar. Karena saat ini malam sudah sangat larut. Sudah saatnya mengistirahatkan tubuh.

__ADS_1


TBc


__ADS_2