Hasrat Liar Istri Simpanan

Hasrat Liar Istri Simpanan
Masih seputar ken tut


__ADS_3

Pagi ini Idris dan keluarga nya pulang ke kampung sang istri. Mark dan Dinda, ikut serta ke kampung. Mereka naik pesawat pribadi. Di kampung, Nur sudah membangun sebuah rumah berlantai tiga yang megah. Dan kedatangan mereka kali ini, selain untuk ziarah ke makam sang Ibu. Juga akan mengadakan acara syukuran minta doa, masuk rumah baru.


Rumah itu tentu saja jadi sorotan para warga sejak mulai dibangun hingga sekarang. Karena di pekarangan rumah itu ada landasan pacu nya. Sebenarnya Nur belum memiliki pesawat pribadi. Pesawat yang mereka tumpangi hari ini, adalah pesawat sewaan. Tapi, untuk ke depannya. Kalau ada rezeki berlebih, ia ada niat beli benda yang bisa terbang itu. Harga jet pribadi tidak lah murah. Harganya bisa trilyunan. Nur masih pendatang baru di dunia hiburan. Walau penghasilannya puluhan milyar tiap bulannya. Uangnya belum cukup beli benda mahal itu.


Nur akan menabung untuk itu, ngapain dipaksakan kalau tak ada, hanya demi gengsi. Nur tipe wanita yang apabila ingin sesuatu, akan menabung terlebih dahulu. Jika uang nya mencukupi, ia akan membeli apa yang ia mau. Bahkan sampai sekarang, ia tetap dengan prinsipnya itu. Padahal penghasilannya sudah sangat besar.


"Ya Allah... Hubby, aku gak menyangka orang kampung akan menyambut kita semeriah ini?" ujar Nur takjub. Kedua matanya berkaca kaca sudah melihat orang orang yang meluangkan waktu, untuk menyambutnya.


"Jelaslah banyak, kamu sekarang sudah jadi orang terkenal sayang. Dan mereka kesini juga pasti ada mau nya. Apa kamu gak tahu, Dinda akan memberikan amplop berisi uang satu ikat kepada setiap tamu yang hadir." Jelas Idris bicara pelan, senyum menyungging sempurna kepada khalayak ramai. Mereka berjalan dengan bergandengan.


Nur terdiam, ia juga ya? Manusia sekarang, sudah susah dapat yang tulus, baik pasti ada mau nya. Gara gara ucapan sang suami, mendadak suasana hatinya Nur berubah jadi buruk. Ia teringat kejadian masa lampau. Ia dihina para tetangga, karena sudah tak perawan lagi.


"Nur... Nur... Kamu baik sekali..!" teriak beberapa orang yang berjejer, membentuk pagar betis menyambut kedatangan Nur.


Nur menoleh k easal suara, yang memujinya dengan antusias itu. Adalah orang yang menghina dengan genjarnya dulu. Walau begitu, Nur tak dendam. Memang ia salah dulu nya. Ya wajar ia kena hujat.


"Iya bu.. Apa kabar..?" Nur mendekati Ibu Ibu yang berbaris menyambut nya. Tangan terjulur menjabat satu persatu satu tamu yang datang untuk memeriahkan acara masuk rumahnya. Tentu saja, acara itu ditayangkan langsung di aplikasi digital.


Hingga senyum manis ramah tamah itu berangsur tergantikan dengan ketercengangan. Karena dihadapan Nur saat ini tengah berdiri sang abang, saudara satu satu nya yang ia miliki. Yang memusuhinya sejak ia ketahuan menikah dengan Idris yang masih punya istri dulu nya. Yaitu Anne.


"Abang...!" ujarnya dengan suara bergetar, sejak ia meninggalkan rumah, diusir abangnya itu. Ini baru mereka bertemu lagi.

__ADS_1


"Maaf kan Abangmu ini dek! abang tak bisa jadi saudara yang baik untuk mu." ujar abangnya Nur, pria itu memeluk sang adik dengan perasaan yang sangat bersalah. Ya, di agama yang dianut Nur. Jikalau sang ayah sudah meninggalkan, harus nya abang lah yang melindungi adik perempuannya. Dan di sini Abangnya Nur merasa bersalah. Karena ia tempat meminta Nur meninggalkan kampung, seminggu setelah sang Ibu meninggal.


"Iya bang, Nur sudah maafkan abang. Nur juga minta maaf ya bang, karena Nur banyak salah dan buat malu keluarga kita." Nur terisak dalam dekapan saudara laki lakinya itu. Ia tak bisa membendung cairan yang berontak keluar dari mata indah nya. Sesaat suasana jadi hening, karena adegan yang dilakoni abang adik itu, cukup mengharu biru.


"Iya Dek." Nur mengurai pelukan abangnya.


Kemudian pria itu kini memeluk Idris. Sedangkan Nur berpelukan dengan kakak iparnya.


Acara itu semakin banyak penonton. Banyak yang memberi komentar positif, atas perjuangan Nur, setelah taubat, dari perbuatan Zina yang sempat ia lakukan. Hukuman sosial, dari masyarakat cukup membuat mentalnya hancur dulu. Tapi, hukuman itu diresponnya positif. Ia bangkit membenahi diri dengan baik. Mau menikah daei jodoh yang dipilihkan sang Ibu. Tapi, kenyataannya. Ia harus gagal menikah untuk ketiga kali nya. Karena ia sudah tak perawan lagi.


Siapa sangka niat balas dendam yang tiba tiba muncul di hati, membawa nya pada cinta sejatinya. Yaitu kepada Idris.


Semua wajah para tamu berseri seri meninggalkan rumah megah itu. Begitu juga penghuni rumah yang ditinggal. Terlihat bahagia, setelah berbagi.


"Aku sempat ragu akan kebahagiaan Nur, saat mengetahui kamu menikahi adikku itu." Ujar abangnya Nur kepada Idris. Pria itu meminta waktu sebentar pada Idris untuk bicara di taman samping rumah. Ia ingin mengingatkan Idris, agar tulus, mencintai Nur, menjaganya dengan baik.


Abangnya Nur baru menyadari, kalau adik nya selama ini tertekan dan menderita. Abangnya Nur, tak tahu. Kalau Anne, kakaknya Angga pernah menghina adik nya itu. Karena Nur tak pernah menceritakan itu pada siapa pun, termasuk ibunya dulu.


Makanya saat Angga datang ke kampungnya Nur beberapa bulan yang lalu, meminta sang abang, agar membujuk Nur, kembali pada Angga. Waktu itu, Angga bicara manis, mengatakan tak ada niat meninggalkan Nur. Ia ke luar negeri mau kerja. Dan tak tahu, kalau Nur sedang hamil.


"Iya bang, itu sudah pasti. Aku sangat mencintai Nur. Mencintainya melebihi diriku sendiri." Pungkas Idris tegas. Ia pun beranjak dari duduknya. Ia rasa tak perlu banyak basa basi dengan abang iparnya itu. Karena Idris menilai, abang ipar nya itu tidak lah tulus, dan bijak. Seandainya Nur tidak jadi orang kaya dan terkenal seperti saat sekarang, mungkin abangnya itu tetap tak menganggap Nur adik kandungnya.

__ADS_1


Ya begitu lah dunia. Persis seperti perumpamaan yang diiucapkan Jack Ma, pendiri dan chairman Alibaba Group, sebuah perusahaan e-commerce, dan menjadi orang terkaya di Cina dengan kekayaan lebih dari 38,2 miliar dolar AS. "Jika seseorang miskin, belum sukses, semua kata-kata bijaknya terdengar seperti kentut. Tetapi, ketika orang itu kaya dan sukses, kentutnya terdengar sangat bijak dan menginspirasi."


Ya itu benar terjadi dunia nyata. Memang begitu lah hukum alam.


Sore hari nya Nur, Idris dan Mayang pergi berziarah ke makam kedua orang tuanya. Dan moment kali ini, tak diizinkan Nur untuk diliput. Ia merasa tak perlu kegiatan yang satu itu di publish.


Saat pulang dari makam sang Ibu. Nur meminta sang supir berhenti di pinggir jalan. Di mana di sisi kiri dan kanan jalan, terbentang sawah yang sangat luas. Sawah tempat masyarakat cari rezeki.


"Hubby,, aku ingin ke sana." Nur menunjuk ke arah persawahan di mana di tengah sawah itu ada pondoknya yang bertingkat. Dan di beberapa sisi batangan sawah tumbuh pohon kelapa.


"Mau ke sana?" tanya Idris heran, ngapain juga istrinya itu masuk ke areal persawahan. Mana istri nya itu lagi hamil. Kalau terpleset dan jatuh, bagaimana?


"Iya bY, itu sawah kami. Hingga sekarang itu masih milik kami. Tapi dikelolah orang lain. Di sewa gitu." Jelas Nur dengan wajah yang berbinar binar. Saat ini suasana di persawahan itu sangat indah. Pagi menguning dengan senja yang berwarna kunming keorange an.


"Ya sudah ayo!" Idris tak bisa menolak kemauan sang istri. Jadilah mereka harus melewati batangan sawah, sebelum sampai ke pondok. Setiap moment diabadikan secara live, dan langsung diserbu netizen. Mana pemandangannya indah, hawa sejak buat hati adem ayem.


"Aauuuwwhh..!" teriak Nur, karena terpleset.


TBC


Banyak like vote, hadiah. Besok kita grazy up say. cus kasih hadiah votenya 😁🤭🙏

__ADS_1


__ADS_2