Hasrat Liar Istri Simpanan

Hasrat Liar Istri Simpanan
Berkumpul


__ADS_3

Keesokan Hari nya.


Idris bangun dalam keadaan tubuh yang kurang segar, kakinya pegal- pegal dan merasa kram di betis.


"Sayang... Di sini ada tukang pijat gak..?" Ujar Idris dengan wajah lemasnya. Ia baru saja selesai menunaikan sholat shubuh. Bahkan ia masih duduk di atas sajadah yang digelar. Dengan kedua kaki menjulur. Ia sibuk memijat mijat kakinya sendiri.


Nur yang sedang menyimpan mukenanya di lemari khusus yang terbuat dari kaca itu, menghampiri sang suami. Duduk di hadapannya, mulai memijat kaki yang ditumbuhi bulu bulu warna hitam itu.


Idris merasa bahagia sekali, walau wanita yang ada di hadapannya sedang hamil besar, istrinya itu langsung mengambil inisiatif memijat nya. Padahal ia tak meminta untuk dipijat istrinya itu. Perhatian kecil seperti inilah yang tak pernah didapatkan Idris daei istri pertama nya dulu.


"Eemm... Sudah sayang. Kakiku gak pegal lagi." Ujar Idris mengulum senyum.


"Masak sih? sudah gak pegal lagi?" tanya Nur dengan tak percaya nya. Baru juga dipijat lima menit. Masak otot otot kaki suaminya itu sudah rileks.


"Iya sayang." Jawab Idris bohong. Menurut Idris pijatan istrinya itu bukanlah sebuah pijatan. Tapi, hana sentuhan lembut, yang membuatnya jadi bergairah.


"Ya ampun By, mau apa?" tanya Nur, saat Idris menarik sang istri ke pelukannya. Memeluknya sang istri dari belakang. Tangan sudah beraksi meraih gundukan kembar yang semakin besar dan padat saja. Setiap menyentuh itu, membuat Idris gemesh, saking gemesnya kadang ia geram sendiri.


"Sekarang ukurannya sudah sebesar melon ya sayang?!" ujar Idris senyam senyum.


"Iihh.. Hubby.. Aku gak suka ya, aset ku diumpamakan ke jenis buah buahan." Ujar Nur kesal. Ia. berusaha beranjak dari Duduk nya. Melepaskan belitan tangan sang suami yang mengungkung tubuh nya dari belakang.


"Maaf dech! Habis Hubby suka, buah melon kan juga enak sayang. Segar... Manis, gurih! Ya, seperti ini." Idris yang gemesh, Malah tanpa sadar mer emas kuat gunung kembar sang istri.


"Aauuww...!" Gerak refleks, Nur Malah menyikut perut Idris. Saat itu juga, belitan tangan kekar itu lepas. Dan Nur langsung berdiri.


"Aku akan panggilkan tukang pijat. Habis tu, kita balik ke kota." Ujar wanita itu tegas. Tapi, sebenarnya ia sedang menahan dirinya untuk tak tertawa. Ekspresi wajahnya Idris saat ini, sangat lucu. Karena masih sempat sempatnya Berakting meringis kesakitan. Padahal Nur tidaklah terlalu kuat menyikutnya.

__ADS_1


"Baiklah sayang..!"


Bruugkk..


Idris menjatuhkan tubuhnya di atas sajadah yang lembut itu. Melirik sang istri, yang berjalan ke arah pintu dan sesekali menoleh ke arah nya.


***


Setelah Makan siang. Mereka akhirnya kembali ke kota. Karena lusa, akan diadakan acara tujuh bulanan nya Nur. Dan kali ini, Nur mengajak keluarga besar nya ikut semua ke kota. Yaotu, keluarga dari abangnya. Baik pihak keluarga dari istri, abangnya dan bibi mereka yang tinggal di kampung itu.


Malam hari nya suasana rumahnya Nur sangat ramai. Paman Danu, beserta istrinya sudah datang sore tadi, sesaat mereka tiba di rumah. Begitu juga dengan bibinya Nur. Bahkan bibinya Nur yang masih punya anak kecil itu, mau menginap di rumahnya Nur. Hal itu membuat Mayang senang, karena ia punya teman bermain seusianya.


Tak hanya Nur yang merasa bahagia berkumpul dengan keluarga besar, Idris juga merasa sangat bahagia dan terharu. Moment seperti ini tak pernah ia dapat kan saat membina biduk rumah tangga dengan Anne. Idris sebahagia itu, karena memang. Idris tak punya orang tua lagi. Ia anak semata wayang, tak punya saudara.


Berkumpul dengan keluarga merupakan suatu kebahagiaan yang tam ternilai harganya. Biasanya kita berkumpul dengan keluarga saat weekend, saat libur sekolah, atau libur hari raya. Tapi, kali ini berkumpul karena ada moment bahagia, yaitu akan diadakannya acara tujuh bulanannya Nur.


Saat berkumpul dengan keluarga pun banyak aktivitas yang dapat kita lakukan bersama. Selain menonton televisi di ruang tamu, atau melakukan pesta kebun di halaman rumah, kita juga bisa meramaikan dan menghidupkan suasana dengan bermain tebak-tebakan.


Sekarang ini kreativitas orang kian meningkat. Ada saja tebak-tebakan yang menarik dan membuat orang lain tertawa. Teka-teki atau tebak-tebakan ini bisa jadi obat stres bahkan penghilang galau lho.


Jadi, malam ini. Setelah perut kenyang. Habis barbeque, keluarga besar yang tengah berbahagia itu melakukan acara tebak tebakan, di gazebo yang ada di taman belakang rumah megah itu. Semua orang harus mempunyai satu tebak tebakan.


Dan kali ini dimulai dari Mark. Mark sebenarnya belum sembuh betul. Ia belum bisa berjalan dengan leluasa. Karena kakinya yang masih sakit.


"Eemmm.. Baiklah.. Saya yang pertama akan memberikan teka teki. Apa bahasa Jepangnya “Saya dicopet?" Mark menatap ke semua orang yang ada di gazebo itu. Suasana hening sejenak, karena yang di tanya, sedang mencari jawabannya.


"Sakukudiraba Takurasa." Jawab Mayang dengan centilnya. Ia bahkan merasa satunya, dengan gaya imutnya. Yang membuat semua orang di tempat itu gemesh dan merasa lucu.

__ADS_1


"Haaah... Anak kecil seperti kamu koq tahu jawabannya sih sayang..?" Dinda yang gemes meraih Mayang ke pelukannya. Ya memang kini Mayang tepat berada di sebelah Dinda. Gadis kecil itu baru bergabung. Tadi nya ia kejar kejaran dengan anak bibinya Nur.


"Oohh Ala.... Teka teki seperti itu sudah basi Tante. Tinggal buka hape , jawabannya nongol deh. " Tinggal browsing saja, teka teki lucu."


Gubrak..


Para orang dewasa di tempat itu dibuat melongok dengan jawaban Mayang. Anak yang berusia lima tahun itu, nyampe otaknya ke situ.


Mayang memang sudah bisa Calistung.


" Nur, apa anakmu kamu biasakan megang hape..?". tanya Paman Danu dengan khawtirnya. "Anak kecil jangan dibiasakan lama lama memegang hape. Itu bisa mempengaruhi penglihatannya, serta kerja otak, sulit konsentrasi."


"Gak Paman." Sahut Nur cepat. "Paling lama setengah jam." Jelasnya lagi.


"Bukan Bunda yang izinin kakek. Tapi, kak Shella!" Shella, adalah pelayan yang ditugaskan bertanggung Jawab menjaga Mayang. "Otakku gak lemot, Malah aku dan Kak Shella belajar di hapé." Jelas Mayang dengan seriusnya. Walau bicara serius, setiap Gerak Gerak anak itu terlihat tetap lucu.


"Eemm.. Iya Nak, sini!" Idris melambaikan tangan nya pada Mayang yang duduk di pangkuan Dinda. Anak kecil itu pun bergegas ke ayahnya.


"Apa ayah!" tanya nya menatap Idris lekat.


"Bicara dengan orang tua harus so..!"


"Pan." Sahut Mayang cepat.


"Jadi, kalau kamu gak diajak bicara. Jangan motong pembicaraan orang tua ya sayang?!" Ujar Idris lembut.


"Iya Ayah." Mayang membenarkan posisi Duduk nya di atas pangkuan Idris. Mencari posisi yang nyaman.

__ADS_1


Acara teka teki pun jadi berakhir. Karena kata Mayang, semua jawabannya ada di google. Akhirnya perbincangan pun berlanjut ke pembahasan acara tujuh bulanan yang akan di ada kan lusa. Acara itu diadakan di rumah mereka. Idris tak mau acara nya di adakan di ada kan di balroom hotel. Ia ingin menjaga sang istri, dari netizen yang fanatik


TBC.


__ADS_2