
Visi dan misi bisa membantu memberi titik fokus dalam kehidupan berumah tangga. Dengan begitu, pasangan suami istri akan selalu memiliki pegangan ketika menghadapi masalah seberat apapun. Dan pada akhirnya, ini akan berpengaruh pada kelanggengan sebuah hubungan.
Visi dan Misi Idris dan Nur dalam Rumah Tangga.
Visi
Jadi keluarga yang solid dan berprestasi baik dalam hal pengetahuan, olahraga, maupun kesenian.
Misi
Membangun komunikasi yang baik dan terbuka antar anggota keluarga.
Senantiasa memberi perhatian penuh pada pasangan maupun anak.
Mengutamakan sopan dan satun dalam bersikap di luar maupun dalam rumah.
Memberi kebebasan pada anak selama pilihannya tidak merugikan orang lain.
Mengajarkan pentingnya tanggung jawab kehidupan sehari-hari.
***
Pagi ini, keluarga besar Nur akan mengunjungi tempat wisata yang ada di daerah mereka. Tanah kelahiran Nur adalah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Tempat kelahiran Nur terkenal dengan julukan sebagai negeri wisata sejuta pesona, tidaklah salah julukan itu diberikan pada Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Karena semua panorama dan detil daerah ini memiliki daya tarik bagi untuk wisatawan.
Matahari bersinar terang, saat keluarga besar Nur tiba di Pandan. Tepatnya kota Pandan. Kota yang menjadi Ibu kota Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Aroma khas laut langsung menyambut kehadiran begitu keluar dari kendaraan. Langkah kakinya Nur seperti sudah tak sabar untuk menari nari di pasir putih, Di siang yang cerah ini
"Ahh..... " Teriak Nur merentang kedua tangan, dan
berputar putar, menghirup dalam - dalam udara khas laut. Bahagia rasanya, karena untuk sekian lama, Ia baru datang lagi ke tempat wisata yang indah ini, bersama keluarga besarnya pula.
Puas bermain pasir dan dikejar kejar ombak bersama suami dan Anaknya Mayang, kini perut pun mulai terasa lapar. Mereka pun memilih makan siang dengan menu ikan bakar. Di restaurant yang ada di hotel dekat pantai itu. Setiap moment selalu dibuat jadi konten. Dan alhamdullillah respon penonton sangat positif.
Ingin keseruan lebih, sekaligus buat konten wisata. Mereka akan melanjutkan acara wisata ke tempat lainnya. Yang tetap menyunguhkan pemandangan yang indah dengan hamparan pantai yang luas, yang ada di daerah bernama Barus, Kabupaten Tapanuli tengah.
"Didaerah Barus, ada 6 obyek wisata yang bisa kita nikmati sayang." Ujar Nur semangat, ia sudah seperti Tour Guide saja. " 1. Pantai Barus, 2. Tugu 0 Kilometer · 3. Wisata Makam Papan Tinggi 4. Pantai Kade Tigo · 5. Makam Mahligai dan Syech Machdum · 6. Benteng portugis." Idris memperhatikan lekat sang istri yang bicara itu. Ia suka dengan kampung halamannya Nur. Benar benar negeri wisata sejuta pesona.
"Nah sebentar lagi kita sudah akan memasuki tempat wisata Pantai Barus. Tapi, kali ini kita gak singgah di situ ya By. Kita hanya melintas saja di daerah itu. Karena tujuan utama kita adalah k Makam Papan Tinggi." Jelas Nur semangat. Ia teringat kisahnya saat ia remaja, pergi berziara ke Makam Papan Tinggi, dan mengucapkan keinginannya di tempat itu.
"Makam papan tinggi?" taanya Idris herman. Saat ini ia membayangkan sebuah makam yang ditutupi papan yang dibuat tinggi. Idris belum pernah ke kampungnya Nur. Jadi ia sedikit pun tak tahu apa apa.
"Makam itu kuburan kan Ayah?" Kini Mayang yang penasaran.
"Iya Sayang " Sahut Idris menatap Mayang lekat. Anak itu gak ada capeknya. Dari tadi gak mau tidur. Padahal mereka sudah berkendera selama dua jam. Ya jarak Pandan ke Barus. Ditempuh dengan waktu dua jam lebih naik kenderaan.
"Jadi, di Barus itu ada namanya Makam Papan Tinggi sayang. Makam Papan Tinggi merupakan kompleks pemakaman tua Syeikh Mahmud Barus. Tempat ini dinamakan Makam Papan Tinggi lantaran lokasi makamnya terletak di atas bukit. Makam Papan Tinggi ini terletak di Desa Penanggahan, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Kompleks makam yang berada di ketinggian kurang lebih 3000 mdpl ini berdiri di atas lahan seluas 40 meter x 15 meter, dengan pagar pembatas di sekelilingnya setinggi 160 cm. Tempat yang juga merupakan destinasi wisata sejarah ini memiliki anak tangga 876 buah hingga ke lokasi. Pada tahun 1994-1995, kompleks makam ini pernah dilakukan rekonstruksi oleh Kanwil Depdikbud Sumatera Utara. Tempat ini juga sudah dilakukan kegiatan konservasi arkeologi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Aceh-Sumatera Utara pada tahun 2008. Kompleks makam ini memiliki 7 buah makam tanpa menggunakan jirat (kijing), hanya berupa nisan."
Penjelasan panjang lebarnya Nur, didengar detail oleh Idris. Tim cameramen juga tak kalah takjub dengan cerita Makam Papan Tinggi itu. Apa lagi Nur bercerita sudah seperti sejarawan.
"Aduhh.. Sayang, masih jauh gak tempatnya. Hubby sudah sangat penasaran, gimana bentuk Makam Papan Tinggi itu?" Ujar Idris.
"Sebentar lagi By" Sahut Nur lembut.
__ADS_1
"Ayah, ayah.. Itu laut." Mayang menunjuk ke arah hamparan laut. Kaca mobil mewah itu sengaja dibukanya, guna melihat lebih jelas.
"Ini nih, kita sudah sampai di Barus." Ujar Nur, ia bicara sambil mengelus elus perutnya. Menikmati indahnya hamparan laut biru, yang tanpa tepi itu.
"Koq ramai ya?" tanya idris bingung, sepanjang jalan banyak warga yang sedang bakar ikan.
"Oouuww Iya, hari ini ulang tahun Kota Tapanuli Tengah yang ke 67 By.
Ya, sangat pas moment Nur rekreasi kali ini. Ia yakin kontennya akan banyak penontonnya. Nur, Idris dan Mayang turun dari mobil. Mereka sangat penasaran dengan acara Ulang Tahun Kabupaten Tapanuli Tengah, di mana sedang berlangsung acara bakar ikan sepanjang 7,2 km di tepi pantai. Sekitar 10 ton ikan dibakar secara bersamaan sepanjang 7,2 km. Ya! Pesta ikan besar-besaran. Tapi itu tidak mengherankan, mengingat Tapteng memiliki sumber daya terbesar dari sektor kelautan.
Melihat cuaca pada saat itu yang tidak terlalu panas, Mereka kembali bermaksud untuk berjalan menyusuri tepi pantai sambil menikmati alunan musik alam dan tarian ombak. Tetapi, segera saya mengurungkan niat setelah mendapatkan informasi bahwa ada sekitar 30 pantai yang membentang di puluhan kilometer garis pantai ini. Pantai-pantai tersebut antara lain, Pantai Sorkam, Kalangan, Pandan, Kahona, Pane, Binasi, Andam Dewi, dan lain-lain.
Sebenarnya tak masalah, Nur dan Idris sangat terhibur dengan santapan ikan bakar yang didapatkan dari peserta bakar ikan yang tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai pesta bakar ikan terpanjang di Indonesia menumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Halmahera, Kepulauan Maluku.
"Jika Anda mempunyai kesempatan berkunjung ke Tapanuli Tengah, jelas wisata pantai tidak boleh dilewatkan. Untuk mencapai lokasi ini, traveler dapat menempuhnya melalui jalur darat maupun udara. Jika memilih jalur darat, Anda dapat berkendaraan dari Medan menuju Sibolga ataupun Pandan dengan waktu perjalanan sekitar 10 sampai 12 jam, ditambah sekitar 2,5 jam menuju Barus.
"Namun, jika memilih jalur udara, Anda dapat mengambil rute Medan–Pinangsori yang ditempuh sekitar 45 menit. Kalau saya pribadi lebih memilih jalur darat, walaupun sangat melelahkan."
Huuuhh..
Nur menghela napas dengan puas.
Ia sedang melakukan siaran langsung. Kali ini konten nya Nur tentang Traveler.
"Hal ini dikarenakan saya dapat melihat keindahan alam Sumatera Utara lainnya. Seperti Danau Toba, yang menjadi tempat singgah nan indah di pertengahan jalan menuju Tapanuli Tengah. Ibaratnya, sekali mendayung 2 sampai 3 pulau terlampaui.
"Oh ya, satu lagi yang menjadi primadona dan harus Anda kunjungi ketika berlibur ke Tapanuli Tengah yaitu Pulau Mursala. Pulau ini dapat ditempuh sekitar 45 menit dengan speed boat dari Sibolga. Di sana pelancong bisa diving ataupun snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut yang sangat indah. Kekaguman semakin bertambah, ketika anda mengetahui kalau Pulau Murrsala punya air terjun di tengah laut.
Nur sangat semangat, dalam membuat konten yang lebih banyak dilakukan live itu. Para netizen, banyak yang kagum dengan stamina Nur yang sangat bagus, Padahal ia sedang hamil tujuh bulan. Outfit Bumil yang dikenakan Nur, sangat OOTD. Dres hamil, yang dipasu outher brokat, kakinya ditutupi sepatu, selalu pakai Kaca mata dan topi.
Perjalanan lanjut menuju papan tinggi. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Terlihat Idris sedang membrowsing obyek wisata yang di ceritakan Nur tadi. Muncullah beberapa gambar. Tentang Makam Papan Tinggi
"Waahh... Menuju Makam, harus naik tangga yang jumlahnya hampir 1000 ya sayang?" tanya Idris takjub, koq ada Makam di atas bukit. Gimana cara awak jenazahnya ke atas sana. Dulu kan belum ada pesawat. Dan Makamnya sangat panjang.
Ceh... Cehh.. Idris berdecak kagum.
"Iya sayang, ada mitos yang mengatakan, jika kita sampai ke kompleks Makam itu. Maka apa yang kita doa kan di tempat itu akan terkabul,." Jelas Nur, memperhatikan sang suami yang fokus ke lahar ponselnya.
"Oouuww... Gitu? baiklah, aku akan coba naik tangga yang jumlahnya hampir seribu itu, aku akan memanjatkan doa di sana." Ujar mengulum senyum.
Idris pun terus membawa artikel yang ia browsing tentang Makam Papan Tinggi.
Sejarah singkat
Kompleks Makam Papan Tinggi memiliki 7 makam, salah satunya ialah Makam Syekh Mahmud.
__ADS_1
Ia merupakan saudagar dari Arab Persia sekaligus sosok yang di balik penyebaran Islam pertama di Indonesia.
Syekh Mahmud juga merupakan seorang pendatang dari Yaman pada abad ke-7 dan sudah lama menetap di Barus.
Hal itu diketahui dari bukti arkeologis yang ditemukan di kompleks makam ini.
Saat itu, Syekh Mahmud ingin melakukan pelayaran ke Samudera Pasai dari Yaman.
Tetapi, di tengah-tengah perjalanannya, kapal yang ia naiki salah arah dan membuatnya terdampar di Barus.
Ia pun akhirnya melakukan dakwah dan menyebarkan ajaran Islam di sana.
Syekh Mahmud bukan hanya berdakwah, namun juga menjadi pedagang dan berbisnis komoditas kapur yang sudah terkenal sejak puluhan abad lalu. Yang dikenal dengan nama Kapur Barus.
Bahkan, adapula yang mengatakan kapur Barus ini sudah dikenal saat masa Raja Firaun.
Saat itu, Syekh Mahmud dilarang untuk menyebarkan Islam di Nusantara oleh Kerajaan Barus.
Ia pun diasingkan ke Aceh Singkil dan melakukan penyebaran Islam di sana, hingga ajaran Islam tersebar luas ke Nusantara.
Di sisi lain, Kerajaan Barus pun mendengar kabar penyebaran Islam di Aceh Singkil.
Raja Barus pun memanggil Syekh Mahmud untuk kembali ke Barus.
Semenjak itu, Raja Barus memutuskan untuk mengikuti ajaran Agama Islam dan Syekh Mahmud kembali dipercaya untuk menyebarkan ajaran Agama Islam di Barus.
Kompleks Makam Papan Tinggi ini terdapat dua pohon besar yang terlihat seperti penjaga makam.
Pohon tersebut memiliki tali dengan warna yang beraneka ragam, seperti putih, hitam dan lainnya.
Tali tersebut diikat oleh para peziarah ke bagian batang pohon.
Warga setempat mengatakan bahwa tali tersebut merupakan tali keinginan para peziarah.
Tak sedikit pengunjung yang datang ke Makam Papan Tinggi tiap bulannya, baik hanya untuk ziarah maupun penelitian.
Bahkan, pengunjung yang datang juga berasal dari negara lain, seperti Thailand, Malaysia, Perancis, Amerika, Jerman, Jepang, Austria, India, Jawa dan Sumatera.
Biasanya, saat hari lebaran atau menjelang puasa ramadhan, banyak pengunjung yang mengikat tali keinginan di pohon dekat makam.
Masyarakat setempat mengatakan, jika memiliki keinginan, pengunjung mengucapkan keinginannya begitu sampai di Makam Papan Tinggi.
Kemudian, pengunjung mengikat tali di batang pohon.
Jika keinginan tersebut terkabul, maka tali itu harus dilepaskan kembali dan dibawa pulang.
Idris semakin penasaran dengan tempat yang akan mereka kunjungi.
Idris kembali membrowsing tentang Kota Barus. Ia kembali fokus membacanya.
Barus terkenal sebagai kota penghasil kapur barus pada abad 1 sampai 17 Masehi. Saat itu, Kota Barus yang juga dikenal dengan nama Fansur merupakan pusat perdagangan kapur barus dan rempah-rempah sampai ke Arab dan Persia. kapur Barus bukan berasal dari bahan kapur seperti yang Anda jumpai di supermarket. Akan tetapi, kapur Barus berasal bubuk yang dihasilkan dari pohon. Namun sayang, saat ini pelancong sudah tidak dapat melihat pohon yang dapat menghasilkan kapur Barus tersebut.
TBC
__ADS_1