Hasrat Liar Istri Simpanan

Hasrat Liar Istri Simpanan
Dikejar Rezeki


__ADS_3

Idris akhirnya mendukung sang Istri jadi conten creator. Hasil dari membuat Konten sungguh diluar expactasi. Dua bulan sudah Nur jadi conten kreator. Dan di bulan ini, dia sudah berpenghasilan 800 juta. Ini lah mungkin yang dikatakan dengan istilah dikejar rezeky.


"Ya Allah... sayang... Bagus bener rezekimu sayang." Ujar Idris penuh rasa syukur, disaat Nur memperlihatkan saldo di M Banking nya. Penghasilan di bulan kedua, meningkat drastis. Karena penghasilan Nur di bulan pertama hanya 500 ribu


"Iya sayang, gak nyangka." Ujarnya dengan mata berbinar - binar. "Ini rezekinya debay kita sayang." Kini Nur tersenyum manis pada sang suami


"Iya, anak kita belum lahir saja sudah membawa berkah, semoga nanti anak kita jadi anak yang baik dan dermawan." Sahut Idris tangannya bergerak menyusuri wajah cantiknya Nur, mengagumi wajah teduh dan lembut itu. Rasa nya ia tak pernah bosan memandangi wajahnya Nur.


"Aminn...!" Nur tersipu malu, tatapan Idris sangat dalam.


"Untung di perusahaan kita saja, dalam satu proyek, bulan ini hanya dapat untung 500 juta. Lah kamu sudah berpenghasilan 800 juta. Memang kamu benar benar wanita idaman. Cantik, baik, pekerja keras, lembut dan hot." Ujar Idris tersenyum tipis. menarik Nur dalam dekapannya hangatnya. Dipuji membuat hati Nur senang. Senyum manis tak pernah lepas dari wajah cantiknya.


Idris merasa sangat bersyukur dipertemukan dengan Nur. Kehadiran wanita itu dalam hidupnya benar benar mengeluarkannya dari kehidupan yang kelam. Ia pun tak merasa rugi, meninggalkan Anne dengan segala kekayaan nya.


"Eemmm... Hubby makin pintar ngegombalnya." Mencubit gemesh perut sixpacknya Idris.


"Aauuww. !" Menggoda Nur dengan berpura pura meringis kesakitan.


"Sakit? memundurkan wajahnya guna melihat jelas wajah sang suami yang mengaduh kesakitan itu.


Idris nyengir.


Kali ini Nur tak hanya Mencubit manja perut sang suami, tapi menggelitik pinggang pria itu, yang membuat Idris sampai menitikkan air mata karena kelelahan tertawa, bahkan mulut pria itu terasa kram saat ini.


"Sudah dong sayang, Geli tahu." Menahan kuat tangan sang istri. Sehingga pergerakan tangannya Nur terkunci. "Sekarang giliran kamu yang diglitikin!" Idris menggelitik pinggangnya Nur. Ia pun tertawa sambil memegangi perut nya.


"Stop, stop sayang... Aku capek. Aku mau kencing.!" Ujar Nur kesal pada suaminya itu.


"Buat sama orang pandai, tiba gilirannya, Protes, cemberut."


"Hubby gak lihat aku sedang hamil. Malah main glitik segala." Bicara masih dengan wajah masam.


Huufftt...


Huufftt..

__ADS_1


Nur menghela napas panjang berulang kali. Ia merasa dada nya sesak sekali. Karena lelah, yang tertawa itu.


"Maaf ya??" menarik Nur kembali dalam dekapannya, dan disaat tangannya bergerak ke arah perut nya Nur yang sudah sedikit membesar, Nur menepis tangan suaminya itu.


"Aku mau pipis." Nur bangkit, begitu juga dengan Idris. "Gak usah digendong,." Tolak Nur pada sang suami, yang sudah ingin menggendongnya.


Idris jadi merasa bersalah, tak seharusnya ia menggelitik istrinya itu. Ia pun hanya bisa menatap kepergian sang Istri menuju kamar mandi.


Huufftt..


Idris menarik napas panjang, dan menghembuskan nya pelan, sebelum ia menghempaskan tubuhnya kembali ke atas ranjang.


Dert


Dert


Saat itu juga suara getaran ponsel sang Istri di atas nakas, membuat nya mengurungkan niat nya untuk berbaring. Kini tangannya Idris menjulur meraih ponsel istrinya itu. Membuka pesan yang masuk ke ponselnya Nur.


Deg


Membaca pesan itu membuat Idris panik, was was dan khawatir. Karena ternyata ada teror lain di hari hari sebelumnya untuk Nur.


"Hubby... Ada apa?" tanya Nur bingung melihat sang suami yang sangat tegang saat memeriksa ponselnya.


Deg


Lagi - Lagi Idris dibuat terkejut. "Sayang, sejak kapan kamu dapat pesan teror ini?" tanya Idris dengan penasaran nya. Meraih tangan sang Istri, menuntun nya untuk duduk di tepi ranjang.


"Eemmm...Sudah dari seminggu yang lalu Hubby " Jawab Nur dengan ekspresi wajah tenang nya.


"Ka, kamu Koq gak cerita sayang?" Idris benar benar dibuat syok, siapa yang berani meneror istrinya itu? apakah Anne?


"Gak penting itu sayang. Anggap aja orang iseng." Nur menguap berkali kali. Ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Idris menatap penuh kekhawatiran pada Nur. Dari isi pesan yang dibacanya. Jelas itu tak main main. Ancaman itu serius. Tapi, apa motif ancaman itu?

__ADS_1


"Ayo tidur By." Tangan menjulur menepuk pelan punggung sang suami yang masih duduk di tepi ranjang. "Gak usah di ambil pusing, jtu orang iseng." Tegas Nur lagi, tak menanggapi serius pesan teror itu. "Kalau serius, tak mungkin main teror, pasti langsung tebas."


Idris menoleh cepat kepada Nur yang terlihat santai menatap nya, sangat berbeda dengan dirinya yang sudah tegang saat ini. Ia sangat takut kehilangan istrinya itu.


Idris mendekati istrinya itu. Seperti biasa, sebelum ia membaringkan tubuhnya. Ia tak pernah meninggalkan kebiasaannya, menciumi perut Nur, mengajak jabang bayi berbicara dan ia selalu melantunkan ayat suci Al Qur an.


***


Pagi pagi sekali Mark sudah tiba di rumah nya Idris. Ya sejak Mark menikah dengan Dinda. Ia memutuskan untuk tinggal di rumah yang berbeda. Ia tak mau Tinggal satu lokasi dengan Idris.


"Bagaimana hasil penyelidikanmu Mark?" tanya Idris, setelah mobil melaju meninggalkan pelataran rumah.


"Sudah Bos, dia mengaku fans berat Nona Nur Dia cari perhatian dengan membuat teror." Jelas Mark datar. Pria itu kurang fresh pagi ini. Mukanya tak segar dan terlihat kurang tidur.


"Maaf ya Mark, tidur kamu jadi terganggu tadi malam." Ujar Idris, merasa sedikit bersalah. Karena memberi tugas pada Mark di waktu tidak saatnya untuk bekerja.


"Iya Bos." Jawab nya dengan nada datar.


"Berarti tak ada yang serius kan Mark?" Idris ingin kejelasan.


"Gak ada Bos. Biasa Bos, orang terkenal banyak heaters nya." Jelas Mark masih dengan ekspresi wajah tak Semangat nya.


"Semoga saja seperti itu." Sahut Idris dengan gamangnya.


Kini mobil yang di tumpangi Idris sudah sampai di perusahaan yang baru ia rintis. Saat ingin masuk ke dalam gedung itu, ia dicegat oleh Angga. Sang mantan adik ipar.


"Hai Bang, Apa kabarnya..!" langsung menyodorkan tangan ke arah Idris. Dengan tatapan datar, Idris menyambut tangan itu.


"Baik." Idris melepaskan jabatan tangannya. Menatap Angga dengan tak berselerah. Idris tidak respect lagi pada Angga, setelah mengetahui fakta, pria ini lah mantan ke kasih Nur. Pria yang membuat Wanita yang ia cintai, menderita dulu.


"Waahh... Tak menyangka, Nur jadi youtuber sekarang!"


"Maaf Angga, saya sedang buru buru." Idris melewati begitu saja Angga. Untuk apa dia bahas Nur dengan Angga.


"Bang...!" Idris tak menanggapi sahutan dari Angga. Ia tak mau moodnya rusak pagi ini.

__ADS_1


Angga sudah melakukan segala usaha untuk mendapatkan Nur kembali. Termasuk mempengaruhi keluarga Nur di kampung. Tapi, semua usahanya tak membuahkan hasil.


__ADS_2