
"𝘡𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘣𝘳𝘢𝘬 𝘱𝘪𝘤𝘬 𝘶𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘫𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘻𝘢𝘪𝘯 𝘬𝘳𝘪𝘵𝘪𝘴 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩"
𝘋𝘌𝘎
Zimah hanya menatap kedepan dengan pandangan kosong perkataan ustadz abdul terus terngiang-ngiang dalam benak nya
Risha yang melihat kakak nya terdiam tapi tidak mengeluar kan air mata dengan tatapan kosong nya menyirat kan kesedihan dan trauma mendalam
"Kak" panggil risha lembut mengelus lengan zimah "Kita berangkat ke jawa sekarang ya, risha akan hubungi kak dira dan kan chessy?" lanjut risha bertanya pada zimah yang menatap nya dengan sayu
"Gak usah risha, kasian mereka, mereka pasti capek, kamu juga, biar kakak sendiri aja yang datang kejawa melihat zain" jawab zimah pelan dan langsung dijawab gelengan cepat oleh risha
"Aku gak akan biarin kakak pergi sendirian, biar aku hubungi kak dira dulu" kata risha langsung mengambil hp di tangan zimah
Zimah hanya diam menatap risha yang masih berbicara dengan kedua sahabat nya dalam sambungan telpon
"𝐷𝑒𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑦𝑎, 𝑘𝑎𝑘𝑎𝑘 𝑚𝑜ℎ𝑜𝑛, 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑔𝑖, 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑖𝑛 𝑘𝑎𝑘𝑎𝑘, 𝑖𝑐ℎ𝑎, 𝑙𝑖𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑏𝑖𝑏𝑖" 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑧𝑖𝑚𝑎ℎ 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑖𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 ℎ𝑎𝑡𝑖
Dingin nya udara malam tidak membuat zimah menutup jendala mobil di samping tempat nya duduk zimah hanya memandang keluar dengan diam
__ADS_1
"Zi" panggil dira dari depan yang tengah mengemudi mobil
"Iya" sahut zimah pelan
"Bentar lagi kita sampai, kita cari penginapan di dekat rumah sakit dulu ya" ujar dira menatap zimah dari kaca kecil mobil di depan nya
"Gak bisa langsung ke rumah sakit kah, kata nya zain kritis?" tanya zimah harap cemas
"Gak bisa kak, tadi risha udah baca chatan ustadz abdul di hp kakak, beliau bilang, dokter gak bolehin jenguk pasien di jam sekarang, trus ustadz abdul juga chat kalau sekarang keadaan zain koma" jelas risha menenang kan zimah
Zimah hanya mengangguk pasrah menyetujui
...-----------------------------------------...
Suara langkah kaki bersahutan di lorong rumah sakit mengalih kan atensi semua orang yang berdiri di depan ruang ICU zain
"Bagaimana keadaan adik saya dok?" tanya zimah pada pria paruh baya yang baru keluar dari ruangan adik nya tanpa menyadari siapa saja yang ada di sekitar nya dan seseorang yang sedari tadi menatap nya dengan tatapan sama terluka dari ia berlari bersama sahabat nya di lorong rumah sakit hingga kini berdiri tidak jauh dari nya
"Anda siapa nya pasien?" tanya doktor pada gadis cantik yang berderai air mata di depan nya
__ADS_1
"Saya zimah kakak nya pasien yang bernama zain" tutur zimah
"Atas kuasa allah jantung adik anda kembali berdetak" jelas doktor tersenyum "Tapi adik anda masih kekurangan banyak darah, stok darah AB di rumah sakit sudah habis tadi malam untuk adik anda, kami sedang mencari pendonor nya" lanjut doktor menjelas kan
"Darah saya AB dok, ambil darah saya saja" timpal zimah cepat
"Baik mari ikuti saya" ajak doktor yang di angguki zimah
"Biar gue temenin ya zi" pinta dira menggenggam tangan zimah yang terkepal kuat melawan ketakutan dalam diri nya
"Zi,,," panggil chessy sambil mengusap bahu zimah "Tenang ya, jantung zain kan udah kembali berdetak lagi, jadi ada harapan zain sembuh" lanjut chessy menahan tangis nya melihat sahabat nya yang sesekali menutup mata dan tangan masih terkepal melawan trauma akan masalalu di rumah sakit
Zimah hanya mengangguk kan kepala nya dengan mata terpejam
"Hazimah"
"𝑇𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢 𝑠𝑢𝑎𝑟𝑎 𝑖𝑡𝑢?"
"Hazimah"
__ADS_1
"𝑆𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑠𝑢𝑎𝑟𝑎?"
"Ustadz harith?" ucap zimah terkejut dengan mata membola walaupun terlihat sembab mulut terbuka sedikit seakan mengetahui bahwa harith ada disini membuat ketakutan akan trauma nya menghilang