
"OMAI... hmmpppp."
"Berisik banget sih lo." Sarkas Dira menutup mulut Chessy yang belum menyelesai kan keterkejutan nya tadi, saat menscrol hp nya. "Liat tuh, kita jadi di perhatiin." Delik Dira, menatap tajam sahabat nya. Lalu melepas cepat, karna melihat Chessy yang seperti kehabisan nafas, karna Dira tidak hanya menutup mulut Chessy. Tapi juga menutup hidung nya.
Chessy menghirup udara secara rakus. Balik menatap tajam sahabat nya. Namun yang di tatap hanya memasang wajah tanpa dosa. "Gila lo. Kalau gue mati gimana." Sungut Chessy.
Dira hanya mengendikan bahu nya. "Ya. maaf. Lagian lo sih, teriak gak liat tempat." Dira membela diri.
"Kenapa teriak Ches?." Tanya Zimah yang tadi sempat meringis malu, karna mereka menjadi perhatian santri-santri yang berlalu lalang di depan Pondopo di depan ndalem.
"Pernikahan kak Zimah dan kak Aqlan trending di semua media sosial?." Celetuk Risha terkejut, karna mengintip hp Chessy yang masih menyala, menampil kan foto pernikahan Aqlan dan Zimah.
Dira segera mengambil hp Chessy cepat, dia juga tercengang. Segera memberi hp itu pada Zimah, dan menunjuk kan reaksi yang seperti sahabat-sahabat nya.
"Itu tadi yang bikin aku teriak, kaget banget, baru satu hari udah trending satu, di semua media sosial lagi." Chessy tak habis fikir dengan akun gosip yang cepat mendapat kan informasi.
-
-Lambe_turah ๐
...(๐บ๐๐๐ ๐ญ๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ธ)...
.......
.......
.......
.......
โค ๐ฌ โ
๐ Disukai oleh ๐ณ๐๐๐๐๐_๐๐๐๐๐ dan 9**.**0.000.000 ๐ณ๐๐๐๐๐๐
๐ณ๐๐๐๐_๐๐๐๐๐.
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ด๐ต๐ข๐ฅ๐ป ๐๐ข๐ณ๐ช๐ต๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ป๐ช๐ฎ๐ข๐ฉ. โค
๐๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐ถ๐ด๐ต๐ข๐ฅ๐ป ๐๐ข๐ณ๐ช๐ต๐ฉ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฎ๐ข๐ฅ ๐๐ฒ๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ช๐ต๐ฉ ๐๐ช๐ฅ๐ฅ๐ข๐ถ๐ฅ๐ช๐ฏ.
๐๐ช ๐ช๐ฅ๐ฐ๐ญ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ช๐ญ๐ฎ๐ถ ๐ข๐จ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ถ๐ญ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ช๐ณ๐ฐ, ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ณ๐ถ๐ฑ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ.
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ถ๐ด๐ต๐ข๐ฅ๐ป ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ฎ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐๐ช๐ฅ๐ฅ๐ข๐ถ๐ฅ๐ช๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐บ๐ข๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ณ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ข๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ข๐ธ๐ข. ๐๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ช๐บ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐บ๐ข๐ฉ ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ช๐บ๐ข๐ช ๐๐ฉ๐ฎ๐ข๐ฅ ๐๐ช๐ฅ๐ฅ๐ข๐ถ๐ฅ๐ช๐ฏ.
๐๐ด๐ต๐ข๐ฅ๐ป ๐๐ข๐ณ๐ช๐ต๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐ต๐ณ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ ๐จ๐ถ๐ด ๐๐ฒ๐ญ๐ข๐ฏ.
๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐บ๐ข๐ช ๐๐ช๐ฅ๐ฅ๐ข๐ถ๐ฅ๐ช๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ช๐ฅ๐ฐ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ข๐ป๐ช๐ฎ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ฆ๐ฆ๐ด๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ด๐ฏ๐ช๐ด ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฌ๐ด๐ฆ๐ด ๐ฅ๐ช ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข ๐ฏ๐บ๐ข.
๐๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฃ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐บ๐ข ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ช๐ฅ๐ฐ๐ญ๐ข ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ถ๐ต ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ป๐ช๐ฎ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ๐ช ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ.
#๐ญ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ต๐ถ๐ณ๐ข๐ฉ
#๐ข๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ด๐ช๐ฑ
-
Lihat semua 100. ***.***.***.....
__ADS_1
S****.
Gila. Berita nya bikin kaget banget๐ญ
B****.
Potek hati abang dek๐๐ฅ
H*****.
Yaallah, jadi ustadz aja aku kepengen jadi istri nya, apalagi tau ternyata seorng gus, jiwa jomblo ku meronta ingin di nikahin sama gus Aqlan. tapi sayang udh nikah. Saingan nya berat lagi๐ญ
K**r**.
Patah hati sedunia ini mah๐
Y****.
Hayalan gue terlalu tinggi mau nikahin seorang Hazimah๐คง. Dan ternyata saingan nya gus.
C****.
Kok udah hamil aja?, Nikah nya aja baru kemarin, apa jangan-jangan h*mil di l**r ni*ah?. Miris banget. Gak nyangka.
Fansbe_Hazimahlovers.
@C****. Ketikan nya tolong di jaga ya. Jatuh nya fitnah.
A****.
Pemutih_gigi.
Gak nyangka banget ya gigi aku putih. Gak sia-sia aku ngikuti saran kakak.
Yang mau gigi nya terlihat bersinar, tekan profil aku ya. Langsung klik pesan.
Harith_lovers.
Selamat ustadz Harith. Sakinah mawaddah warohmah ya. โค
Z*****.
Jadiin aku istri kedua mu gus๐ฅ
G*****.
Gue tunggu janda lo Zi.
-
๐๐ญ๐ช๐ฌ
Zimah langsung memati kan layar hp Chessy, dia menghela nafas setelah membaca berita tentang nya dan Aqlan, juga beberapa komenan orang-orang.
"Gila sih, parah banget yang komen." Geram Chessy yang tadi ikut membaca komenan para netijen.
"Tapi syukur nya masih banyak yang komen positif." Sahut Risha.
__ADS_1
"Lo gak apa-apa kan Zi?." Tanya Dira yang melihat Zimah terdiam.
"Gak apa-apa. Cuma aku lagi kepengen sesuatu aja." Kata Zimah memandang ketiga gadis yang menatap nya penasaran.
"Apa?. Bilang aja, nanti kita beliin." Tawar Dira antusias.
Zimah tidak langsung menjawab. Mengalih kan pandangan pada santri-santri yang sedang barsih-bersih di halaman Ndalem.
Dira mengikuti arah pandang Zimah. Seketika air liur nya ia teguk secara paksa. Perasaan nya mulai tidak enak, melihat Zimah tersenyum bahagia memandang santri-santri yang bertugas membersih kan sekitar rumah ndalem, ada yang nyapu, merawat tanaman, mengelap kaca, seperti orang gotong royong. Namun yang membuat Dira membola kan mata nya saat Zimah memandang santri yang membersih kan tanaman-tanaman rusak dan mengisi tanah kedal pot-pot kosong, kemudian memandang nya dan Chessy secara bergantian.
Chessy yang tak mengerti pandangan Zimah mengerut kan kening nya bingung. "Kenapa Zi?." Tanya nya heran.
Zimah tidak langsung menjawab. Tersenyum memandang satu persatu sahabat nya, dan Risha. "Kalian mau bantuin aku kan?." Tanya Zimah penuh harap.
Chessy dan Risha mengangguk antusias, berbeda, dengan Dira yang sudah mengetahui dengan tingkah sahabat nya ketika hamil.
Dira menghela nafa pasrah. "Beberapa hari disini, aku udah tau apa mau kamu Zi, semua nya di luar perkiraan kita." Tebak Dira.
"Emang nya apa Dir?." Tanya Chessy bingung.
"Ingat gak kemarin gue di suruh nih anak masak?, padahal gue gak bisa, tapi karna kata nya ngidam. Mau gak mau gue turutin." Jelas Dira. "Terus kemarin lo di suruh Qosidahan ala ibu-ibu pengajian, padahal sholawat aja lo gak pernah." Sambung nya lagi.
Chessy meringis malu jika mengingat itu. Sedang kan Risha menyembur kan tawa nya mengingat Chessy yang kemarin memelas, karna harus menuruti ngidam kakak nya.
"Kocak banget muka nya, cocok banget kak Chessy gabung sama ibu-ibu Qosidahan." Celetuk Risha, tak bisa menahan tawa nya.
Chessy memasang wajah masam nya memandang Risha yang terus tertawa. Sedang kan Zimah juga ikut tertawa mengingat nasib sahabat nya.
"Walaupun malu, tapi udah berlalu juga. Terus maksud lo tadi apa Dir." Kata Chessy dengan tampang polos nya.
Dira mendengus memandang kelolaan sahabat nya. "Ya apalagi kalau kali ini bakalan nurutin ngidam nya Zimah." jawa Dira segera berdiri."
Zimah heran melihat Dira yang hendak pergi menghampiri santri yang sedang mengurus tanaman. "Mau kemana Dir?."
"Tadi lo mandang santri yang lagi ngurus tanaman kan?, pasti lo ngidam suruh kita lakukan seperti mereka, iya kan?, jadi walaupun gue gak pernah ngelakuin itu. Demi ponakan gue supaya gak ileran, jadi gue inisiatif gerak duluan." Terang Dira panjang kali lebar, ada nada kesal nya juga hingga mengganti kosa kata nya. Tapi walau kesel Dira tetap ikhlas.
"Gila, peka juga lo Dir." Puji Chessy yang baru mudeng dengan kemauan sahabat nya.
"Kan enggak kek kakak, yang lola nya minta ampun." Timpal Risha terkekeh, dan mendapat tatapan maut dari Chessy.
Zimah tertawa membuat mereka bingung. "Aku gak ngidam itu loh." Ujar Zimah.
Dira, Chessy, bernafas lega, tidak dengan Risha hanya santai. Berfikir dia tidak akan kena korban ngidam nya sang kakak.
"Beneran." Tanya Dira senang.
Zimah mengangguk. "Aku tuh pengen, Kamu, Chessy, Risha." Tunjuk nya satu persatu, membuat mereka bertiga memandang Zimah was-was.
"Ikut santri-santri bersihin got." Ujar Zimah tersenyum tanpa beban.
Dira, Chessy, Risha. Membola kan mata, dengan bibir yang sedikit terbuka, mendengar ucapan wanita hamil di depan mereka.
"Beneran?." Tanya mereka serentak.
Zimah mengangguk cepat.
Spontan ketiga nya meneguk air liur, dan serentak berucap. "Allahu Akbar."
__ADS_1