Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan
Sahabat


__ADS_3

"Sebelum nya saya mohon maaf dengan pertanyaan ini, Apa benar zimah anak angkat dari keluarga raeesh?"


Deg


"Benar" jawab zimah tenang yang sudah mengubah ekspresi yang tadi nya terkejut kembali seperti semula tersenyum "Wajar banyak yang tidak tau karna keluarga angkat saya tidak mempublis kehidupan pribadi mereka di media, yang tau kalau saya anak angkat hanya orang terdekat dan itu pun selalu di bantah oleh keluarga raeesh" jawab nya menjeda sebentar


Mengambil nafas pelan "Mereka tidak pernah bilang bahwa saya anak angkat dari keluarga raeesh, mereka akan bilang bahwa saya adalah putri pertama dari keluarga raeesh" jeda nya lagi menetral kan suara yang sedikit bergetar karna menahan air mata yang sedikit lagi akan tumpah jika ia mengedip kan mata nya sekali saja "Mereka orang yang sangat menyayangi saya setelah kedua orang tua saya" lanjut zimah


Tersenyum kecil memandang tami dan ke arah banyak nya penonton yang menampil kan berbagai ekspresi "Keluarga yang mau menerima saya dengan tangan terbuka di saat semua orang menjauhi saya termasuk orang terdekat saya sendiri" lanjut nya


Walaupun ada genangan air di kelopak mata nya suara yang terdengar sedikit bergetar zimah tetap tersenyum karna ia tidak suka di kasihani "Saya bersyukur bertemu dengan keluarga raeesh almarhum papa dan almarhumah mama orang yang berjasa atas semua keberhasilan saya dalam meniti karir dan adik saya Arisha Chandani Raeesh mereka orang yang menyayangi saya seperti keluarga sendiri, Terimakasih" ucap zimah mengakhiri dengan senyuman menghadap kamera


PROK, PROK, PROK, PROK, PROK


Suara riuh tepuk tangan semua orang mengakhiri acara sore ini


"𝘉𝘪𝘬 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱 𝘢𝘥𝘪𝘬-𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘺𝘢"


"𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦 𝘫𝘢𝘬𝘢𝘳𝘵𝘢? 𝘶𝘮𝘶𝘳 𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘶 15 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩"


"𝘐𝘯 𝘴𝘺𝘢𝘢 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘣𝘪𝘬, 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘥𝘪𝘬-𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘣𝘪, 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩"


"𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩,,, 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘢𝘴𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘣𝘪, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘯𝘵𝘢𝘶 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘬𝘦 𝘫𝘢𝘬𝘢𝘳𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨."


"𝘉𝘪𝘬,,, 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘪𝘻𝘪𝘯𝘪𝘯 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩, 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘥𝘰'𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘪𝘣𝘪, 𝘵𝘦𝘬𝘢𝘥 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘵"


"𝘏𝘶𝘶𝘧𝘧,,,, 𝘣𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩, 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘪𝘻𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘯, 𝘢𝘴𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢, 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘰𝘭𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯."


"𝘉𝘢𝘪𝘬 𝘣𝘪𝘬, 𝘪𝘯 𝘴𝘺𝘢𝘢 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘯𝘢𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘣𝘪!"


"Kak"

__ADS_1


"Kak"


"Kak zimah"


𝘗𝘭𝘢𝘬


𝘢𝘸𝘴 "Sakit risha" ringis zimah mendelik risha yang duduk di samping nya


"Hehehe" cengir nya menggaruk kepala yang tidak gatal "Abis nya dari tadi di panggil gak denger sih" adu nya pada zimah yang mengangkat sebelah alis nya "Tanya aja tuh sama kak dira dan kak chessy" tunjuk risha pada kedua perempuan yang duduk di depan mengangguk kan kepala nya chessy yang sedari tadi memandang mereka dan dira melihat dari kaca kecil yang ada di atas stir mobil


"Lo kenapa zi" tanya dira yang fokus mengemudi dan sesekali melihat ke kaca kecil mengarah kan pada risha dan zimah "Dari tadi ngelamun mulu" lanjut nya


"Sampai-sampai di panggil pun gak denger" sambung chessy


"Biar aku tanya om dika dan tante saras kenapa harus ada skrip yang gak penting itu" ujar risha menggebu marah


Seolah faham zimah tersenyum haru dengan ketulusan risha yang tidak pernah pudar


"Jangan risha, om dika dan tante saras gak tau tentang ini, karna ini di luar sepengetahuan mereka" tutur zimah memberi pengertian


Mereka yang mendengar perkataan chessy menggeleng kan kepala seolah tau dengan kebiasaan chessy yang pertama tenang dan setelah nya emosi jika mengingat hal yang di benci nya


"Gak kan ada penonton kalau gak ada netizen, maka nya mereka sebisa mungkin mencari infromasi tentang tamu yang memang menarik perhatian neti untuk menonton acara mereka" jelas dira pada chessy dan risha yang sedang emosi


"Gue sebenar nya juga emosi sih, tapi kalau gue juga ikut emosi siapa yang bakalan nahan kalian supaya gak naik ke atas menghampiri pembawa acara?" lanjut dira bertanya mencibir chessy dan risha yang menatap nya tajam


"Ya gak usah di tahan, biarin aja kita bertiga ngelabrak ke atas biar tuh acara bubar" lanjut chessy sinis di angguki risha setuju membuat dira tertawa dan zimah terkekeh memandang haru pada ketiga gadis yang selalu di sisi nya


"Gila lo, selain lo ngerusak reputasi kita lo juga ngerusak reputasi dan karir zimah" jelas dira gemes pada chessy dan risha yang langsung terdiam


"Semua ini bakalan terjadi, untuk sekarang maupun nanti, dan aku sudah mepersiap kan nya" Sahut zimah bijak yang sedari tadi hanya menyimak sahabat dan adik nya

__ADS_1


Mendengar isakan tangis membuat mereka menoleh ke arah risha yang sedari tadi diam setelah mendengar perkataan dira


"Lo kenapa rish, omongan gue tadi salah ya?, maaf ya?" ujar dira bimbang takut jika omongan nya tadi menyinggung risha mendapat gelengan dari risha membuat dira bernafas lega dan tatapan tanya dari semua nya


"Andai masih ada papa dan mama pasti semua mulut orang itu akan di bungkam" cicit risha pelan menatap zimah dengan tatap rindu dan sedih tapi masih bisa di dengar oleh orang yang ada di dalam mobil


Seketika suasana di dalam mobil menjadi hening hingga suara zimah memanggil risha terdengar jelas


"Risha" panggil zimah lembut merangkul risha dan sebelah tangan nya mengusap air mata risha yang jatuh


"Setiap yang bernyawa pasti akan mati, kepastian hanya milik allah, kita sebagai hamba nya hanya bisa berencana tetapi allah yang menakdir kan" nasehat zimah yang berusaha menahan air mata nya agar tidak tumpah "Satu lagi, jangan sekali-kali kita berkata andai atau berandai-andai karna allah paling benci itu, setiap yang kita lewati pasti ada hikmah nya" lanjut zimah tersenyum kearah risha yang sedang menatap nya dengan air mata yang terus mengalir


Tin, Tin, Tin,


"Lah udah sampai ternyata" ucapan chessy mengalih kan pandangan kedua gadis di belakang nya menghadap kedepan gerbang yang menjulang tinggi yang sedang di buka oleh satpam


Mobil masuk ke dalam perkarangan rumah yang megah nenjulang tinggi


Bugh


"Kalian gak mampir ?" tanya zimah setelah keluar dari mobil memandang ke dua sahabat nya yang tidak bergerak keluar


"Gak deh zi gue mau langsung aja" jawab dira


"Gue juga berarti, kan gue nebeng ma ni anak" timpal chessy menunjuk dira mengguna kan dagu yang di balas dira dengan memutar bola mata malas


"Oke, kalian hati-hati ya, thanks udah nemenin" ucap zimah


"Kek sama siapa aja lo, yaudah kita pamit dulu ya, Assalamu'alaikum" ujar dira


"Wa'alaikumussalam" balas zimah melambaikan tangan

__ADS_1


..."𝑴𝒆𝒏𝒈𝒖𝒂𝒕 𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒖𝒌𝒂 𝒑𝒂𝒅𝒂𝒉𝒂𝒍 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒋𝒖𝒈𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒖𝒌𝒂"...


...🌼𝑴𝑨𝑳𝑨𝑰𝑲𝑨 𝑯𝑨𝒁𝑰𝑴𝑨𝑯 𝑹𝑨𝑬𝑬𝑺𝑯🌼...


__ADS_2