Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan
Flasback


__ADS_3

"Mbah akan mengizin kan kamu menikah dengan pilihan mu" jedah mbah sebentar menatap sang cucu yang juga menatap nya penuh harap "Tapi jika kedepan nya dia tidak bisa mendukung dan menjadi penghambat mu untuk terus menyebar kan agama Allah maka kamu harus menikah dengan gadis yang menjadi pilihan mbah dan mbah tidak akan menyuruh mu untuk mencerai kan nya" ujar mbah memberi keputusan yang membuat Aqlan terdiam ketika mendengar perkataan terakhir mbah nya


"Mbah akan berdo'a mudah-mudahan apa yang menjadi pilihan mu akan memberi kebaikan untuk mu dan semua orang" lanjut mbah menenang kan saat melihat keterdiaman cucu yang akan memegang amanah yang besar memimpin jama'ah yang sangat banyak


"Aamiin Allahumma Aamiin, njih mbah terimakasih do'a nya" ucap Aqlan mencium tangan mbah kakung dengan ta'dzim


"Tapi bagaimana dengan keluarga ning Ais bah?" tanya satu-satu nya paman Aqlan adik abi nya


"Nanti biar abah yang bicara, Alhamdulillah perjodohan yang abah dan Almarhum sahabat abah rencana kan tidak berlaku jika salah satu nya sudah memiliki pilihan sendiri" Jawab abah menjelas kan membuat semua nya bernafas lega


"Alhamdulillah, jadi kapan kamu akan mengkhitbah gadis pilihan mu le" ucap sang paman dan menanya kan pada Aqlan


"Do'a in aja pakde Zimah belum memberi kabar pada Aqlan" tutur Aqlan tersenyum canggung membuat semua keluarga heran


"Loh jadi cerita nya kamu di gantung le?" tanya wanita paruh baya kembaran pakde nya


"Beneran le?" tanya wanita paruh baya satu nya lagi tampak lebih muda dari abi, pakde dan bude kembaran pakde nya


"Zimah sempat ngehindar dari Aqlan loh" sahut sang umi terkekeh kecil menutup mulut nya


Pertanyaan dan pernyataan dari umi dan kedua bude nya membuat Aqlan meringis malu sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal


"Perdana ini" celetuk bude Aqlan yang tampak paling muda dari semua nya kecuali Aqlan


"Kamu harus lebih giat usaha nya kalau ingin mendapat kan" nasehat mbah memberi semangat


"Njih mbah in syaa Allah" jawab Aqlan menunduk kan sebentar kepala nya tanda mengiya kan


...----------------------------------------...


"Maaf ya mbak dian waktu itu saya nyuruh mbak pulang dadakan untuk gantikan aku" ujar Hazimah tak enak

__ADS_1


"Gak apa-apa bu lagian kemarin urusan saya di kampung sudah selesai" jawab dian menenang kan Hazimah


"Syukur lah, waktu mendapat kabar Zain kecelakaan saya benar-benar panik gak tau harus gimana" kata Zimah memasang wajah cemas seolah kabar kecelakaan Zain selalu berputar di otak cerdas nya


"Iya bu saya faham, jadi bagaimana keadaan adik bu Zimah sekarang?" tanya dian agar Zimah tidak merasa bersalah terus pada nya


"Alhamdulillah baik mbak maka nya sekarang saya sudah bisa pulang kejakarta lagi" jawab Zimah tersenyum senang


"Alhamdulillah, oh iya bu saya izin keruangan saya ya, mau mengerjakan tugas yang lain nya" izin dian pada Zimah yang masih duduk di kursi kerja nya


"Iya mbak silahkan" kata Zimah


Dian berdiri dan membungkuk kan sedikit badan nya dan langsung keluar dari ruangan Zimah


Setelah kepergian dian Zimah memutar kursi yang di duduki nya menghadap kaca yang tampak pemandangan di luar kendaraan berlalu lalang ada juga yang memasuki pekarangan restoran


Sedang asik nya Zimah melihat kearah tempat parkiran beroda empat tatapan Zimah terhentu pada satu mobil yang dimana seorang pria paruh baya memutar dari depan mobil dan berhenti di samping kiri pintu depan mobil dan membuka nya dengan tersenyum lebar


Tak lama pintu mobil sebelah kiri dan kanan kursi penumpang terbuka keluar dua orang anak perempuan kecil beda usia dan satu orang anak laki-laki kecil


Mereka semua tampak bahagia ketika jalan beriringan menuju kedalam restoran tatapan Zimah mulai sendu melihat kebahagian yang terpancar dari keluarga tadi


Terbayang kebersamaan dulu saat kedua orang tua nya masih ada


𝘍𝘭𝘢𝘴𝘣𝘢𝘤𝘬 𝘰𝘯:


"𝘏𝘰𝘭𝘦𝘦𝘦𝘦 𝘤𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘭𝘢𝘯-𝘢𝘭𝘢𝘯!" 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘤𝘢𝘥𝘦𝘭 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘳𝘪 𝘯𝘺𝘢


"𝘐𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪!" 𝘴𝘢𝘩𝘶𝘵 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘤𝘢𝘥𝘦𝘭 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘥𝘦𝘭 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘶𝘴𝘪𝘢


"𝘈𝘺𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘯?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘵𝘶𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘥𝘪

__ADS_1


"𝘎𝘢𝘬 𝘒𝘢𝘬, 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘬𝘰𝘬" 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘬𝘢𝘤𝘢 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘥𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘯𝘺𝘢


"𝘚𝘢𝘣𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮? 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪


" 𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢" 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘶𝘢𝘭𝘪 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘯𝘺𝘢


"𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘥𝘰'𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯" 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘨𝘢𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘰'𝘢


[ 𝘋𝘰'𝘢 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘵


𝘚𝘶𝘣𝘩𝘢𝘯𝘯𝘢𝘭𝘭𝘢𝘥𝘻𝘪 𝘴𝘢𝘬𝘩𝘰𝘳𝘰𝘭𝘢𝘯𝘢 𝘩𝘢𝘢𝘥𝘻𝘢 𝘸𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘶𝘯𝘯𝘢 𝘭𝘢𝘩𝘶 𝘮𝘶𝘬𝘳𝘪𝘯𝘪𝘯 𝘸𝘢𝘪𝘯𝘯𝘢 𝘪𝘭𝘢𝘳𝘰𝘣𝘣𝘪𝘯𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘶𝘯𝘲𝘰𝘭𝘪𝘣𝘶𝘯 ]


"𝘈𝘢𝘮𝘪𝘪𝘯" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘦 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘥𝘰'𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘴𝘢𝘱 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩


"𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘰𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘫𝘶 𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵


𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘢𝘩 (𝑠𝑒𝑑𝑒𝑟ℎ𝑎𝑛𝑎 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑠𝑎𝑛❤) 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘯𝘺𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢


"𝘉𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘤𝘢𝘱𝘦𝘬 𝘨𝘦𝘯𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘥𝘦𝘬 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘳 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘪𝘯 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘨𝘦𝘯𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘥𝘦𝘬 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘯𝘺𝘢" 𝘶𝘫𝘢𝘳 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘣𝘶𝘯


"𝘉𝘪𝘢𝘳 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘤𝘢𝘱𝘦𝘬 𝘬𝘰𝘬 𝘥𝘦𝘥𝘦𝘬 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘬 𝘳𝘦𝘸𝘦𝘭 𝘭𝘢𝘨𝘪" 𝘵𝘶𝘵𝘶𝘳 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘫𝘶𝘨𝘢


"𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘶 𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘩𝘢𝘧𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘲𝘶𝘳'𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯𝘵𝘳𝘦𝘯 𝘬𝘢𝘬? 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪


"𝘐𝘯 𝘴𝘺𝘢𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘺𝘢𝘩, 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘰𝘯𝘥𝘰𝘬 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘭𝘶𝘭𝘶𝘴 𝘴𝘥, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘧𝘢𝘭 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯𝘵𝘳𝘦𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘬𝘰𝘮𝘱𝘭𝘦𝘬 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘯𝘨𝘪𝘯𝘢𝘱, 𝘩𝘦𝘩𝘦𝘩𝘦" 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘬𝘦𝘩 𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳


"𝘔𝘢𝘢 𝘴𝘺𝘢𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢" 𝘱𝘶𝘫𝘪 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘫𝘦𝘮𝘱𝘰𝘭 𝘬𝘪𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘥𝘦𝘬 𝘣𝘢𝘺𝘪


"𝘈𝘯𝘢𝘬 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘯" 𝘴𝘢𝘩𝘶𝘵 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘳𝘢-𝘱𝘶𝘳𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢


𝘍𝘭𝘢𝘴𝘣𝘢𝘤𝘬 𝘰𝘧𝘧

__ADS_1


..."𝑫𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒉𝒊𝒍𝒂𝒏𝒈, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒖 𝒓𝒊𝒏𝒅𝒖 𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒌𝒖 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒖𝒍𝒖"...


__ADS_2