Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan
Kang Santri


__ADS_3

"Makasih ya kalian udah nemenin aku ke jawa selama ini, kalian jadi meninggal kan semua pekerjaan kalian" kata Zimah merasa tak enak pada kedua yang selalu menemani nya


"Santai aja kali Zi kek sama siapa aja" jawab Dira tak suka dengan kalimat Zimah


"Gak mungkin kali kita biarin lo pergi ke jawa dalam keadaan kacau kek kemarin" timpal Chessy diangguki Dira membuat Zimah terharu dengan mata berkaca-kaca


"Besok kita pulang ya, kasian risha di rumah sendirian walaupun ada bibi dan pekerja lain nya" ajak Zimah


"Oke, pasti tuh anak ngedumel mulu" kekeh chessy


"Kemarin di suruh pulang duluan maju banget bibir nya" timpal Dira ketika mengingat percakapan Zimah dan Risha yang di suruh pulang ke jakarta duluan


"𝘈𝘬𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬"


"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘴𝘩𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘶𝘭𝘪𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘵𝘦𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘪𝘯"


"𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩"


"𝘒𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘪𝘬 𝘫𝘶𝘮 𝘙𝘪𝘴𝘩"


"𝘉𝘦𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘬, 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘸𝘢 𝘯𝘺𝘢"


"𝘐𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦 𝘡𝘢𝘪𝘯 𝘱𝘶𝘭𝘪𝘩"


𝘙𝘪𝘴𝘩𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘶𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘮𝘢𝘫𝘶


"Tadi malam aja dia nelpon mulu nanyain kita jadi pulang gak besok" cerita Zimah terkekeh


Saat ini mereka sedang berada di kamar hotel yang sama karna sedang mengemasin pakaian mereka ke dalam koper sambil bercerita tentang risha


"Kalian ikut ke pondok Zain gak? aku mau ngabarin zain dulu kalau besok aku pulang" tanya zimah setelah koper nya di tutup dan menghadap sahabat nya yang duduk di sofa kamar hotel Zimah


"Kenapa gak besok aja sih Zi, sekalian kita mampir ke pondok dan setelah nya kita langsung pulang" tawar chessy

__ADS_1


"Gak bisa ches, besok kita langsung pulang aja gak usah mampir, menghemat waktu jadi besok kita dari hotel langsung pulang" jelas Zimah


"Zimah itu disiplin gak kayak lo" timpal Dira menoyor pelan dahi Chessy


"Sakit Dir kdps lo" berenggut Chessy memberi singkatan yang tak di mengerti oleh kedua sahabat nya


"Apaan tuh?" tanya Dira mengerut kan alis nya dan juga zimah


"Kekerasan dalam persahabatan" jawab Chessy memandang Zimah dan Dira tajam karna mereka menertawa kan nya setelah chessy menjawab singkatan tadi


"Gak nyambung lo" balas Dira


Zimah hanya geleng kepala melihat kedua sahabat nya yang jarang akur tapi saling menyayangi


"Udah ah lama kalian, aku pergi sendiri aja" kata Zimah langsung beranjak dari duduk nya


"Gue ikut deh zi siapa tau ada kang santri yang nyantol, itung-itung oleh-oleh untuk mama dan papa dapat mantu yang sholeh" khayal Chessy yang di geleng Zimah dan Dira


"Kek lo gak aja" balas Chessy sinis memandang Dira yang pakaian nya masih sopan dari diri nya


"Gue masih tertutup ya dari lo" balas Dira tak mau kalah


"Tertutup pun kalau gak pake hijab tetap aja ngajak ke neraka, iya gak Zi" balas Chessy memandang Zimah yang selalu memakai rok dan di padu kan dengan baju berlengan panjang jilbab yang selalu di guna kan saat di luar menutup dada dan tidak pendek ke belakang juga terlihat feminim dan berwibawa saat di depan orang-orang


Zimah mengurut pelan pangkal hidung nya dan memandang kearah kedua sahabat nya yang saling menyalah kan padahal mereka tau mana yang benar dan salah


Zimah menghela nafas nya pelan masih memperhatikan pakaian kedua sahabat nya, jika di nilai dari sebelum nya sampai saat ini memang masih sopan pakai Dira celana panjang longgar ala korea dan sweeter antara mereka bertiga memang Dira yang lumayan tomboy Dira selalu memakai pakai panjang dan tidak ketat walaupun belum memakai jilbab


Sedang kan Chessy selalu memakai pakaian terbuka celana pendek di atas lutut, walaupun begitu jika berjalan bersama Zimah Chessy selalu menghargai dengan memakai pakai lebih sopan dari biasa nya walau tidak seperti pakaian Dira yang lebih ketomboy


"Surga dan neraka seseorang itu bukan kita yang menentu kan, dan kita sebagai sahabat wajib saling mengingat kan, kalau mau masuk surga bersama yaitu itu kita harus mentaati perintah Allah" kata Zimah bijak tidak menyudut kan siapa pun "Sekarang kalian bersiap, pakai-pakaian sopan karna kita akan datang ke pesantren tempat orang-orang menimba ilmu agama, jadi kita harus menghargai" lanjut Zimah diangguki kedua sahabat nya dengan senyuman dan langsung keluar dari kamar Zimah dan masuk ke kamar masing-masing untuk bersiap


...----------------------------------------...

__ADS_1


"Mau bertemu siapa mbak?" tanya sopan laki-laki yang berdiri di depan pos santri pada ketiga gadis berhijab


"Mau bertemu Muhammad Zain dari kalimantan ***** kang" jawab Zimah bersuara


"Mbak siapa nya Zain?" tanya nya lagi


"Saya kakak nya dan ini kedua sahabat saya" jawab Zimah menujuk diri nya dan kedua sahabat nya


"Maaf mbak kakak kandung Zain apa bukan, karna peraturan disini yang boleh menemui santri hanya yang mahrom nya saja, jika mbak saudara kandung Zain silahkan untuk memberi kan bukti " jelas nya tegas tanpa memandang kearah Chessy dan Dira


"Baik, sebentar ya kang saya ambil KK dulu" balsa zimah sambil membuka tas selepang nya "Ini kang" lanjut Zimah menyerah kan kertas kartu keluarga yang langsung di terima oleh santri yang bertugas menyambut tamu


Chessy dan Dira hanya memperhatikan dua orang santri putra yang bertugas mengintrogasi Zimah dan membuat Chessy kesal adalah kedua santri itu bertanya dengan sopan tapi dengan wajah tanpa expresi dan tidak melihat kearah nya


"Baik, tunggu sebentar" Zimah hanya mengangguk dan memperhatikan salah satu dari mereka yang mengambil pemanggil suara dan zimah tau itu terhubung langsung tempat santri putra dan sekitar nya dan tidak akan memekak kan telinga mereka yang ada di sini


𝘈𝘛𝘈𝘚 𝘕𝘈𝘔𝘈 𝘔𝘜𝘏𝘈𝘔𝘔𝘈𝘋 𝘡𝘈𝘐𝘕 𝘋𝘈𝘙𝘐 𝘒𝘈𝘓𝘐𝘔𝘈𝘕𝘛𝘈𝘕 ***** 𝘔𝘌𝘕𝘋𝘈𝘗𝘈𝘛 𝘒𝘜𝘕𝘑𝘜𝘕𝘎𝘈𝘕 𝘋𝘈𝘙𝘐 𝘒𝘈𝘒𝘈𝘒 𝘗𝘌𝘙𝘌𝘔𝘗𝘜𝘈𝘕 𝘕𝘠𝘈


𝘚𝘐𝘓𝘈𝘏𝘒𝘈𝘕 𝘚𝘌𝘎𝘌𝘙𝘈 𝘒𝘌𝘙𝘜𝘈𝘕𝘎𝘈𝘕 𝘐𝘚𝘛𝘐𝘘𝘉𝘈𝘓


Panggilan jelas dari santri putra itu membuat Chessy takjub


"Silahkan mbak tunggu di ruang istiqbal putara di sebelah kanan" tunjuk nya pada Zimah sopan mengguna kan ibu jari kanan "Dan mbak berdua ini di ruang istiqbal putri sebelah kiri" lanjut nya menunjuk Dira dan Chessy yang membuat mereka berdua cengok


"Loh kok gitu sih" ujar Chessy tak terima


"Maaf, memang sudah peraturan nya mbak" jawab lelaki satu lagi sopan


"Yaudah iya kang makasih ya" timpal Dira cepat karna kalau di biar kan Chessy bakal mempermalu kan ia dan Zimah


Saat mereka hendak pergi ketempat yang di tunjuk tiba-tiba datang seorang lelaki lain


"Assalamu'alaikum kang" ucap lelaki yang berhadapan dengan dua santri lelaki yang bertugas

__ADS_1


__ADS_2