Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan
makan bakso


__ADS_3

Aqlan perlahan membuka mata nya, dan yang pertama di lihat adalah wajah istri nya yang masih menutup mata.


Istri nya terlihat cantik walaupun dalam keadaan tidur, di usap nya pipi sang istri mengguna ibu jari nya.


Aqlan terkekeh mengingat tadi malam yang seharus nya ia dan Zimah jalan-jalan tapi tidak jadi.


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘫𝘪𝘥 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘩𝘦𝘯𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘫𝘶 𝘬𝘰𝘬𝘰 𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘭𝘶𝘵𝘶𝘵,


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘯𝘺𝘢, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳, 𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪.


"𝘗𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘣𝘢𝘫𝘶 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢?" 𝘮𝘰𝘯𝘰𝘭𝘰𝘨 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩, 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘶𝘬𝘢.


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯.


"𝘚𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨" 𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵-𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘦𝘩, 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘰𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘯𝘺𝘢.


𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘭𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘯𝘺𝘢.


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘶.


"𝘔𝘢𝘴 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢?" 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘩𝘢𝘸𝘢𝘵𝘪𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘱𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘯𝘺𝘢, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘢𝘴.


"𝘔𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵?"


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢𝘮


"𝘉𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘨𝘢𝘬, 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘪𝘯𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘭 𝘥𝘶𝘭𝘶?"


𝘞𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬.


"𝘎𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘢𝘫𝘢, 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨." 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘯.


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘭𝘦𝘯𝘨, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘩𝘦𝘳𝘢𝘯


"𝘔𝘢𝘴 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵."


"𝘛𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢?"𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯.


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣, 𝘥𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘶, 𝘴𝘦𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘪𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘵.


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘧𝘢𝘩𝘢𝘮 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘨𝘶𝘬 𝘢𝘪𝘳 𝘭𝘪𝘢𝘶𝘳 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘢𝘳.


"𝘉𝘰𝘭𝘦𝘩?"


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬.


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘴𝘶𝘳, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘥𝘰'𝘢.


"Mas kenapa ngeliatin aku kek gitu?"


Aqlan tersadar dari lamunan nya, dan melihat istri nya yang sudah bangun, lalu ia menggeleng.


"Maaf ya tadi malam, kita gak jadi jalan-jalan nya." Aqlan menatap istri nya merasa bersalah.


Zimah yang mendengar pun langsung menarik selimut nya hingga menutup kepala.


Wajah nya memerah mengingat tadi malam, dengan santai nya ia keluar dari kamar mandi hanya mengguna kan handuk, dan tidak menyadari suami nya yang sudah ada di dalam kamar.


Zimah merutuki diri nya di balik selimut.


"Kamu kenapa?, kamu marah sama mas?" tanya Aqlan khawatir


Zimah menggeleng, tanpa menurun kan selimut nya.

__ADS_1


"Terus kenapa?"


"Malu" cicit Zimah


Aqlan tertawa lepas mendengar jawabn istri nya.


Zimah yang kesal langsung membuka selimut nya, memandang suami nya marah dengan wajah yang masih merona.


"Maa, maaf, habis nya kamu lucu sih" ucap Aqlan di sisa tawa nya melihat Zimah yang cemberut.


"Aku mau mandi dulu" Zimah bangun dari tidur nya dengan selimut yang membungkus tubuh nya


Aqlan tarsenyum melihat tubuh kecil istri nya, yang di balut selimut tebal.


"Mandi sama-sama aja ya, menghemat waktu." Aqlan tersenyum menggoda


Zimah menggeleng cepat, dengan wajah memerah


"Waktu tahajjud nya udah gak banyak lagi sayang" alasan nya


Zimah tetap menggeleng dan segera turun dari kasur, berjalan pelan menuju kamar mandi walaupun kesusahan karna selimut yang membungkus tubuh polos nya.


Aqlan tertawa dan menggeleng melihat tingkah istri nya yang berusaha menghindari nya.


Zimah yang masih berdiri di depan kamar mandi mendelik menatap suami nya yang tertawa, dia bergegas masuk dan segera menutup pintu.


Zimah menghembus kan nafas nya kasar.


"Padahal ini bukan kegiatan kita pertama kali nya, tapi kenapa juga aku masih gerogi kek gini." monolog nya sendiri


"Malu-maluin diri aja".


Zimah segera membersih kan badan nya.


"Alhamdulillah hafalan kamu semakin lancar" puji Aqlan menatap istri nya


"Alhamdulillah, ini semua karna mas juga, yang bantuiin Zimah melanjut kan hafalan." Tersenyum manis memandang suami nya yang tampan, apalagi jika memakai pakaian sepertinini, benar-benar ciri khas santri.


"Mudah-mudahan di dalam sini ada janin yang kelak tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah." Aqlan memegang perut istri nya.


"Aamiin"


"Gimana malam ini kita jalan-jalan dulu sebelum besok pulang ke kalimantan, sekalian belanjain oleh-oleh untuk keluarga mu di sana."


"Iya mas" Zimah mengangguk


"Udah mau adzan shubuh nih, kamu mau sholat di masjid apa disini aja?"


"Sholat di kamar aja mas."


Aqlan mengangguk lalu berdiri


"Mas pergi ke masjid dulu ya."


"Iya. Sepulang mas dari masjid, kita temui umi dulu ya mas."


Aqlan mengangguk dan segera keluar dari kamar.


Zimah berdiri mengerjakan sholat setelah mendengar iqomah yang telah selesai.


"Emang nya jam berapa pesawat kalian besok?" umi memandang anak dan mantu nya yang duduk di sebrang sofa ia dan suami nya.


"Jam tiga umi, jadi kemungkinan kita sampai di rumah bibi Dinda dekat maghrib" jawab Zimah


"Jadi malam ini kita mau belanja oleh-oleh dulu" timpal Aqlan

__ADS_1


Umi mengangguk.


"Nanti kalau ada waktu, silaturahmi di pondok sahabat abi le, ajak istri umi juga" perintah abi


"Njih abi, in sya Allah."


"Yowes, kalian sudah berkemas? barang-barang yang mau di bawa?"


"Sudah umi"


"Jangan sampai ada yang ketinggalan."


"Njih umi"


...---------------------------------------...


Suara riuh kendaraan menghiasi malam yang tampak cerah.


Aqlan menggandeng tangan istri nya, berjalan di tepi jalan sambil bercerita, dan sesekali tertawa, terpancar kebahagian dari kedua nya, menikmati jalan-jalan mereka yang sederhana namun bahagia.


"Oleh-oleh nya sudah di beli, sekarang kita makan ya, kamu mau makan dimana?"


Aqlan melihat Zimah di samping nya.


"Pengen makan bakso aja mas." tunjuk Zimah pada penjul bakso kaki lima, yang tampak ramai pembeli.


"Oke"


Mereka melangkah mendekati penjual bakso


"Kamu tunggu disini ya, biar mas yang antri"


Aqlan membawa istri nya duduk di kursi panjang yang kosong, dan dia langsung memutar badan untuk mengantri bakso.


Sembari menunggu suami nya, Zimah memperhatikan sekitar, kendaraan yang berlalau lalang, dan para pejalan kaki.


Zimah tersenyum, tampak bahagia menikmati suasa dan pemandangan ini


"Serius banget merhatiin nya" celetuk Aqlan, sambil meletakkan dua mangkok bakso, untuk Zimah, dan untuk diri nya.


Aqlan duduk tepat di depan Zimah dan membelakangi jalan.


"Makan nya sambil mandang mas aja ya, biar tambah semangat"


Zimah terkekeh dan memakan bakso yang sudah di racik cabe, saus dan kecap.


Aqlan juga ikut menyuap bakso kedalam mulut nya, sesekali memandang istri nya yang tampak lahap menikmati makanan nya.


"Pelan-pelan makan nya"


"Gak tau kenapa aku laper banget, padahal tadi sebeluk pergi udah makan"


"Gapapa, kalau mau mas pesanin lagi ya?"


Zimah menggeleng,


"Mau makan punya mas aja" kata nya berharap suami nya akan memberi.


Aqlan melihat bakso nya yang masih banyak, karna baru satu kali suapan.


"Ambil aja nih, mas juga masih kenyang." Aqlan menggeser bakso di depan istri nya


Zimah langsung menerima nya.


Aqlan menggeleng melihat cara istri nya makan, tidak seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2