Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan
Perjalanan Jauh Bersama Kekasih Halal


__ADS_3

"Saya ingin mengajak kamu menemui orang tua serta keluarga saya"


Zimah yang sedang membalas pesan dari dian menoleh kan kepala nya kesamping ketika mendengar ajakan dari Aqlan


"Kapan?" Zimah menatap Aqlan


"Rencana nya besok"


Zimah terdiam, mimik wajah nya berubah menjadi gelisah, Aqlan yang mengerti kegelisahan Zimah pun langsung memberitahu


"Kemarin umi ingin langsung menemui kamu setelah kami dari kalimantan, tapi qodarullah ada hal lain yang harus segera di selesai kan"


Zimah tersenyum menatap Aqlan "Saya akan menghubungi sekertaris saya dulu, untuk menghendel semua nya" ucap Zimah


"Kalau kamu masih sibuk, kita tunda saja dulu, in syaa Allah umi dan abi akan mengerti" senyum Aqlan


"Gak kok, sudah seharus nya aku menemui orang tua mu yang sekarang menjadi orang tua ku juga" ucap Zimah lembut mengganti kosa kata nya walaupun terdengar sedikit kaku


Aqlan tersenyum hangat mendengar perkataan Zimah


"Dari dulu saya ingin kalau pulang ke jawa mengendarai mobil bersama kekasih halal saya. Apa kamu mau?" Aqlan menatap Zimah tersenyum mengutara kan keinginan nya.


Zimah mengangguk dan membalas senyuman Aqlan.


...-----------------------------------------...


"Kamu disini baik-baik ya, jangan suka keluar rumah kalau gak ada kepentingan," naseh Zimah memeluk Risha yang tampak sedih akan di tinggal kan Zimah "Nurut apa yang di kata kan bik jum" kata Zimah lagi


"Zimah titip Risha ya bik, kalau ada apa-apa hubungi Zimah" lanjut Zimah pada wanita paruh baya yang berdiri di samping Risha


"Iya non bibi akan jagain non Risha" ucap bik Jum semangat


"Kalau kamu merasa kesepian di rumah, ajak Airin sama loli aja" Zimah masih terus menasehati adik nya


"Iya" kata Risha mengangguk


"Aku titip adik aku ya" ujar nya pada Chessy dan Dira yang berdiri di samping kanan Risha


"Tenang aja, kalau ada yang nyakitin Risha, biar aku pites kepala nya" kata Chessy sok pahlawan


"Heleh, ngeliat tikus lewat aja udah kek ibu kos teriak nagih utang" ejek Dira melihat Chessy yang sok


Membuat semua nya tertawa, termasuk Aqlan yang tersenyum tipis berdiri di dekat mobil tak jauh dari mereka yang sedari tadi melihat istri nya.


"Apaan sih kak, aku bukan anak kecil lagi mau di titip-titipin" ujar Risha cemberut


"Heh bocah, lo itu emang masih kecil" sahut Chessy menjitak jidat Risha pelan


"Apaan sih, gak ya" kata Risha mendelik Chessy sambil mengusap jidat nya yang di jitak.

__ADS_1


"Yaudah Zi pergi aja, jangan hirau kan para kurcaci yang lagi adu mulut, kasian tuh suami loh nungguin" timpal Dira yang jengah melihat kedua orang di samping nya yang masih adu mulut dan menunjuk kearah Aqlan yang setia menunggu Zimah.


"Yaudah aku pamit ya" kata Zimah memeluk satu persatu sahabat dan adik nya dan terakhir menyalami bik Jum.


"Assalamu'alaikum" ucap Zimah lalu melangkah kan kaki nya kearah suami yang tersenyum menyambut nya.


"Maaf udah nunggu lama" kata Zimah tak enak yang sudah berdiri di hadapan suami nya


Aqlan hanya tersenyum membalas ucapan istri nya sambil mengusap kepala istri nya yang tertutup pasmina polos.


"Yaallah jadi pengen nikah" celetuk Cheesy memandang pemandangan di depan yang membuat iri para jomblo


"Maka nya nikah" kata Risha langsung berlari masuk kedalam rumah menghindari adu mulut lagi dengan Chessy


...-------------------------------------------...


Aqlan melihat istri nya yang duduk di samping kursi kemudi hanya diam menatap luar jendela


"Kamu kenapa?"


"Bingung nanti kalau ketemu keluarga kamu aku harus gimana." jawab Zimah menatap Aqlan yang sesekali memandang nya dan memandang jalanan di depan


"Jadi diri kamu sendiri aja" senyuman Aqlan membuat Zimah juga ikut tersenyum tenang


"Nanti kita mampir ke tempat penjualan oleh-oleh dulu ya untuk di bawa ke kampung kamu" ajak Zimah


Aqlan hanya ternyum


Setelah nya tidak ada percakapan lagi, di antara kedua nya, Zimah yang kembali memandang di luar jendela di samping nya, dan Aqlan yang fokus menyetir dan sesekali memandang istri nya.


"Mau beli apa aja?" tanya Aqlan


Saat ini mereka sedang berada di tempat penjualan oleh-oleh khas jakarta


"Makanan dan yang lain nya juga"


Aqlan hanya mengangguk


Mereka kembali mengambil barang-barang yang sekira nya ingin mereka beli, dan setelah di rasa cukup mereka membawa nya ke kasir untuk di bayar.


Sedari tadi turun dari mobil dan belanja hingga sekarang mau menuju ke mobil, mereka selalu di perhatikan orang-orang, namun tidak mereka hirau kan.


Mereka membuka masker yang tadi di pakai dari sebelum turun dari mobil dan menghela nafas pelan setelah sudah duduk di kursi mobil mereka.


Bukan karna apa mereka memakai masker, mereka yakin ada yang mengenali mereka, dan mereka tak bisa meladeni orang-orang yang mendatangi mereka saat ini.


"Zimah"


Panggilan Aqlan mengalih kan tatapan Zimah dari luar jendela mobil yang sudah berjalan

__ADS_1


"Iya?" Zimah menatap Aqlan


"Kemarin kata Risha, kamu ada panggilan untuk saya.?" tanya Aqlan tersenyum


Zimah yang di tanya seperti itu wajah nya langsung merah malu


"Gak tau apa, hanya saja aku ingin manggil mas" kata Zimah langsung memaling kan wajah nya yang bertambah merah


"Itu lebih baik, saya suka" ujar Aqlan enteng mengulum senyum nya melihat pipi Zimah yang merah


Aqlan memutar stir ketepi dan membawa mobil masuk melewati gerbang masjid besar dan langsung menuju parkiran.


Hazimah yang bersandar di kepala kursi menghadap jendela dan menutup mata, belum menyadari berhenti nya mobil yang di bawa Aqlan.


Aqlan yang tau kalau Zimah tidak tidur mencondong kan badan nya kearah Zimah, diusap nya pelan kepala sang istri dan berbisik "π»π‘’π‘šπ‘Žπ‘–π‘Ÿπ‘œβ„Ž"


Suara bas Aqlan yang berada sangat dekat dengan nya membuat Zimah menegang


𝐢𝑒𝑝


Kedua nya saling menatap terkejut dari jarak dekat karna tanpa sengaja Aqlan mencium pipi Zimah.


"Maaf" kata Aqlan langsung menarik kepala nya


Niat hati ingin menggoda sang istri, tapi malah dia yang jadi salah tingkah.


"Gak apa-apa"


Zimah berusah tersenyum walaupun masih sedikit menegang karna mendengar panggilan Aqlan dan mendapat ciuman dadakan dari Aqlan.


"Saya mau sholat dulu, kamu mau ikut turun atau tetap di mobil aja?"


"Di mobil aja"


Aqlan mengangguk dan membuka pintu mobil tapi tidak segera turun,


"Kenapa?" tanya Zimah karna Aqlan menatap nya


Aqlan tidak menjawab tapi malah memaju kan kepala nya perlahan di depan Zimah


𝐢𝑒𝑝


"Tadi ciuman pertama, sekarang yang kedua" ucap Aqlan tersenyum manis


Aqlan keluar dari mobil dan menutup pintu nya berjalan masih dengan tersenyum manis sehingga membuat orang-orang yang melihat nya baper karna berfikir Aqlan tersenyum pada mereka, Aqlan yang menyadari pun langsung mengubah wajah nya menjadi datar.


Sementara Zimah menegang sambil memegang pipi yang di cium Aqlan


"Itu ustadz Harith?" tanya nya pada diri sendiri dengan melihat harith yang sudah berjalan memasuki masjid.

__ADS_1


__ADS_2