Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan
Mengagumi


__ADS_3

"Tapi saya bingung dimana kamu dan gus Aqlan kenalan, secara gak pernah ada desas desus gus Aqlan dengan wanita manapun termasuk kamu. Terus kamu juga baru pertama kali nya kan muncul di publik.?


Zimah mengangguk pelan, sudah ia tebak pasti ini akan menjadi pertanyaan siapa saja yang mengetahui pernikahan mereka.


Zimah terkekeh anggun.


"Ternyata ning Ais update juga ya tentang saya dan mas Aqlan." ujar Zimah membuat ning Ais terkekeh pelan


"Kalau sama kamu saya memang penasaran, masih muda tapi sudah mempunyai usaha sendiri, terus gak pernah muncul di depan publik."


Kedua nya terkekeh


"Kalau gus Aqlan kami sudah kenal sedari kecil, dulu beliau selalu datang ke pondok kakek ku, tapi setelah dewasa kami tidak pernah bertemu lagi, dan saya biasa liat beliau di media sosial, saya heran kenapa beliau gak pernah menunjukan identitas nya sebagai anak kiyai."


"Tapi kalau di ingat-ingat dari dulu gus Aqlan selalu tawadhu' tidak pernah menyombong kan asal usul nya, gus Aqlan itu ganteng juga pintar, selalu berbaur dengan santri-santri."


Aisyah terus mencerita kan tentang Aqlan tanpa melihat Zimah yang terdiam.


"Wajar banyak perempuan yang mengagumi nya."


"Termasuk ning Ais juga?" tebak Zimah tepat sasaran


Aisyah tanpa sadar mengangguk, dan terdiam setelah menyadari tingkah nya, menoleh kesamping melihat Zimah yang menatap nya lekat.


"Sayang, mas cariin kemana ternyata disini."


Aisyah terkejut mendengar suara yang dikenal nya.


Zimah menoleh kebelakang melihat Aqlan yang entah sejak kapan berdiri di belakang nya.


Aqlan menatap istri nya tanpa menghirau kan perempuan yang duduk di sebelah istri nya yang sedari tadi menatap nya lekat.


"Maaf mas, aku ngobrol sama ning Ais dulu"


Aqlan mengangguk tanpa berniat menoleh pada Aisyah.


"Nanti malam mas mau ngajak kamu jalan"


"Kemana mas?"


"Rahasia dong" Aqlan mengacak rambut istri nya yang di lapis pasmina sambil terkekeh membuat Zimah cemberut.


Merasa di abaikan Aisyah mengalih kan tatapan nya dari lelaki yang hampir menjadi suami nya. 𝑀𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛?.


"Ning, saya masuk dulu ya."


Aisyah mengangguk.


Zimah melihat Aisyah yang sesekali mencuri pandang pada suami nya lalu kembali menatap nya. Zimah menatap lekat mata Aisyah, mata yang menyirat kan seperti.? entah lah susah untuk di jelas kan. Zimah menghela nafas menghilang kan semua fikiran negatif nya.


"Yuk masuk." Aqlan menggenggam tangan tanga istri nya.


Zimah mengangguk dan mengikuti langkah suami nya, sesekali ia menoleh kebelakang dan melihat Aisyah yang menatap ia dan Aqlan, tapi buru-buru mengalih kan pandangan nya, karna ketahuan Zimah.


Zimah terus memikir kan tatapan Aisyah yang memandang ia dan suami nya dengan pandangan berbeda.


𝐾𝑙𝑖𝑘


Mereka berdua masuk ke kamar dan segera menutup pintu.


"Kamu gak apa-apa?" Aqlan tiba-tiba bertanya menghadap Zimah dan memegang kedua bahu istri nya.


"Aku kenapa?" tanya Zimah heran


"Tadi mas dengar pembicaraan kamu dan ning Ais"


Zimah diam menatap suami nya


"Pasti mas senang di kagumi ning Ais." kata Zimah cuek


"Ning Ais kan cantik sholehah lagi."

__ADS_1


Aqlan terkekeh melihat wajah jutek istri nya


"Kok ketawa sih, mas pasti senang kan di puji sama cewek cantik dan sholehah.?"


Aqlan mengangguk


"Tuh kan,,, senang di puji-puji ning Ais."


"Ning Ais kan tau tentang mas."


Zimah terus mengeluar kan unek-unek nya, apalagi melihat Aqlan yang terus menertawa kan nya.


"Tapi mas jangan pernah nyesal ya nikah sama Zimah, walaupun ning Ais yang kenal mas lebih dulu dari pada Zimah, tapi Zimah gak akan lepasin mas." kata nya posesif sambil memandang marah Aqlan, tapi terlihat imut di mata Aqlan.


Aqlan terkekeh sambil mecubit ujung hidung istri nya.


"Kamu kok kalau marah jadi imut sih"


Zimah cengok melihat tanggapan suami nya.


"Aku serius mas."


"Kan udah mas seriusin sayang."


𝘉𝘭𝘶𝘴𝘩


Seketika wajah Zimah merah merona


Lagi-lagi Aqlan terkekeh melihat tingkah istri nya yang menyembunyi kan wajah di balik telapak tangan.


Aqlan menurun kan perlahan tangan istri nya, dan melihat wajah istri nya yang masih merona, Aqlan tersenyum sambil mengelus kedua pipi Zimah dengan kedua tangan nya yang terlihat besar di pipi Zimah.


"Mas senang banget kalau di kagumi dan di puji sama cewek cantik juga sholehah. Jika itu kamu."


Aqlan membelai pipi istri nya dan membuka jilbab yang di pakai istri nya.


Zimah hanya diam menerima perlakuan Aqlan yang manis, walaupun jantung nya berdegub kencang.


"Jika kamu bilang gak mau lepasin mas, mas sangat-sangat gak mau ngelepasin kamu."


Zimah terkekeh mendengar kalimat terakhir suami nya yang terdengar lebay.


Aqlan tersenyum memandang istri nya yang selalu terlihat cantik, apalagi sedang terkekeh seperti ini.


"Dia memang lehih dulu mengenal mas, tapi kamu lebih dulu yang menempati hati mas.


Aqlan membawa tangan Zimah ke dada nya yang terasa deguban kencang di tangan Zimah, Zimah melihat tepat di mata suami nya.


"Pertama kali kita bertemu saat kamu membantu seorang ibu dan anak nya, dan umur kamu pada saat itu masih sangat muda."


𝑭𝒍𝒂𝒔𝒃𝒂𝒄𝒌 𝒐𝒏:


"𝘈𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘣𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵


"𝘋𝘪𝘢 𝘭𝘢𝘱𝘢𝘳 𝘥𝘦𝘬, 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯." 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘣𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘶


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘤𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘮𝘶𝘳 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘪𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘪𝘮𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘨𝘦𝘯𝘥𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶 𝘯𝘺𝘢


"𝘐𝘣𝘶 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘺𝘢, 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘭𝘪𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘭𝘶."


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘯𝘺𝘢.


𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩, 𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳𝘪 𝘪𝘣𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶.


"𝘈𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮"


"𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘶𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘢𝘬?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘣𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘱𝘦𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘦𝘳.


"𝘉𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘣𝘶?"


"𝘚𝘪𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯."

__ADS_1


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘣𝘶 𝘪𝘵𝘶, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘳𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪.


"𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘣𝘶"


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪


"𝘐𝘯𝘪 𝘣𝘶 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘳𝘰𝘵𝘪, 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘫𝘢𝘭 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘵 𝘪𝘣𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘣𝘶, 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯."


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘬𝘶𝘴 𝘳𝘰𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘪𝘣𝘶 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘴𝘺𝘶𝘬𝘶𝘳


"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘪𝘫𝘢𝘣 𝘵𝘢𝘥𝘪?"


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘭𝘦𝘯𝘨


"𝘈𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘶𝘳 𝘯𝘢𝘧𝘢𝘴 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵𝘶𝘳𝘢𝘯.


"𝘐𝘯𝘪 𝘣𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢" 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘢𝘧𝘢𝘴 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘵𝘶𝘳 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯.


"𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘬"


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯


"𝘌𝘩?, 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨" 𝘶𝘫𝘢𝘳 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘨𝘢𝘵𝘢𝘭 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘯𝘨𝘰𝘴-𝘯𝘨𝘰𝘴𝘢𝘯.


𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘪𝘭𝘣𝘢𝘣 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵𝘶𝘳𝘢𝘯.


𝘈𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘬𝘦𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘦𝘳 𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩.


𝑭𝒍𝒂𝒔𝒃𝒂𝒄𝒌 𝒐𝒇𝒇:


"Hehehhehe, jadi itu mas?"


Aqlan mengangguk


"Itu hari terakhir mas di indonesia, karna setelah nya mas menempuh pendidikan di kairo."


Zimah mengangguk


"Tapi mas gak nyangka setelah pulang dari kairo mas bisa lihat kamu lagi, walaupun dari jauh dan kamu tidak menyadari."


"Sampai mas memberani kan diri menghampiri kamu, di masjid besar di jakarta. Mas yakin pertemuan kita adalah jawaban dari Allah atas do'a-do'a mas selama ini."


"Emang nya mas berdo'a apa?"


"Sebelum bertemu kamu, mas selalu berdo'a meminta pasangan pada Allah, tapi tidak menyebut nama. Tapi setelah pertemuan kita pertama kali di kursi tunggu, entah kenapa mas ingin menyebut nama mu."


Zimah tersenyum haru, tak menyangka do'a nya bersambut.


"Ohya, tadi kamu bilang ning Ais tau tentang mas kan"


Zimah mengangguk


"Tapi ada tentang mas yang gak di ketahui siapapun"


Aqlan tersenyum manis membuat Zimah heran


"Apa?"


Aqlan memaju kan wajah nya semakin dekat dengan nyaris hidung mereka bersentuhan.


"Ini."


Aqlan mencium seluruh wajah istri secara bergantian Sambil memeluk erat, membuat Zimah terkejut mendapat serangan mendadak


"Ini nama nya nyosor" kata Zimah cemberut setelah Aqlan menjauh kan wajah nya namun masih tetap memeluk pinggang Zimah.


"Iya, tapi cuma sama kamu"


Zimah langsung menenggelam kan wajah di dada bidang suami nya karna malu.


Aqlan terkekeh dengan memeluk Zimah, dan meletakkan dagu di atas kepala sang istri.

__ADS_1


__ADS_2