Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan
Rencana allah


__ADS_3

قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِك …أَحْمَدُ رَبِّي اللهَ خَيْرَ مَالِكِ


Qola Muhammadun huwabnu maliki, ahmadu Robbillaaha khoiro maliki


مُصَلِّياً عَلَى النَّبيِّ الْمُصْطفَى… وآلِهِ المُسْتكْمِلِينَ الشَّرَفَا


Musholliyan ‘alannabiyyil musthofa, wa aalihil mustakmiliinas syarofa


وَأَسْتعِينُ اللهَ فِي ألْفِيَّهْ……مَقَاصِدُ النَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ


Wa asta’iinullooha fii alfiyah, maqoshidunnahwi biha mahwiyyah


تُقَرِّبُ الأقْصى بِلَفْظٍ مُوجَزِ……وَتَبْسُطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ


Tuqorribul aqsho bilafzhin mujazi, wa tabsuthul badzla biwa’din munjazi


Lantunan nadzoman alfiyah terdengar di berbagai penjuru pondok pesantren yang di baca oleh seluruh santri putra pesantren Roudhotul jannah


Pesantren terbesar di tanah jawa memiliki beribu santri putra dan putri


"Itu santri-santri baca apaan nama nya lan? tanya rafaeel


" Nadzoman kitab alfiyah" jawab aqlan


"Nah iya, udah lama gue gak kesini, dah berapa lama zan?" tanya rafaeel menoleh pada farzan yang berdiri di samping kiri aqlan


"Kalau gak salah terakhir kita kesini waktu aqlan baru mau berangkat ke kairo" jawab nya mengingat-ingat


"Gila udah lama banget, rindu banget gue suasana kek gini" ujar rafaeel berdecak geleng


"Makin ramai aja ya lan" ujar farzan


"Alhamdulillah iya, kata abi ada yang dari beberapa negara nyantri di sini" Jelas aqlan bersyukur


"Maa syaa allah" jawab mereka berdua


Mereka terus berjalan menyusuri kawasan santri putra sesekali membalas sapaan dari santri putra yang berpapasan lewat karna telah menyelasai kan tugas mereka


"Assalamu'alaikum gus, kang" sapa lelaki remaja pada mereka bertiga membungkuk kan sedikit tubuh nya


"Wa'alaikumussalam" balas mereka ramah dan aqlan memutar tubuh nya melihat santri yang tadi menyapa sudah melewati nya


"Kenapa lan?" tanya farzan melihat aqlan yang terus melihat ke arah santri putra yang tadi menyapa mereka


"Gue kek kenal sama santri yang tadi" jawab aqlan mengingat


"Mungkin dulu lo pernah ada urusan sama dia" ujar farzan melihat aqlan yang berusaha mengingat


"Dia zain adik nya zimah" tutur aqlan yang sudah mengingat siapa remaja tadi dan tersenyum memandang sahabat nya


"Adik kandung?" tanya farzan menatap aqlan yang mengangguk tanpa meluntur kan senyum nya


"Tau dari mana lo?" tanya rafaeel


"Dulu zimah ikut mengantar adik nya kepondok" jelas aqlan


"Jadi cerita nya lo berdua dulu tuh saling kenal waktu zimah daftarin adik nya ke pesantren ini, tapi sekarang zimah lupa sama lo?" tanya rafaeel menebak


Aqlan hanya menggeleng membuat mereka mengerut kan alis nya bertanya


" Di pesantren dia gak liat gue, gue kenal dia udah lama" jawaban aqlan membuat rafaeel cengok


"Assalamu'alaikum gus aqlan" Panggil santri lain

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam, iya ada apa kang?" jawab aqlan menanyakan santri putra yang terlihat dewasa dari yang lain di depan nya yang membungkuk kan sedikit tubuh nya


"Gus aqlan di panggil kiyai ke ndalem" tutur nya sopan menyampaikan pada anak dari kiyai nya


"Iya, trimakasi ya" ucap aqlan "Ini bukan nya kang abdul ya?" lanjut aqlan bertanya pada santri senior yang mungkin sudah menjadi ustadz


"Njih gus" jawab nya tersenyum pada aqlan


"Maa syaa allah, gimana kabar nya kang?" tanya aqlan ramah bersalam dan berpelukan ala cowok


"Alhamdulillah baik gus, gus sendiri gimana kabar nya?" jawab abdul bertanya balik


"Alhamdulillah baik kang, masih ingat gak kang sama rafaeel dan farzan" ujar aqlan menunjuk kedua sahabat nya yang sedari tadi memperhatikan ia dan abdul


"Njih ingat gus, yang dulu sering datang kesini sama mama dan papa nya kan dan main sama gus aqlan?" tanyak abdul menjelas kan diangguki aqlan dan tersenyum


"Iya kang" sapa mereka berdua tersenyum


"Kalian mau ikut aku ke ndalem tidak?" tanya aqlan masih dengan logat jawa nya saat bukan hanya mereka bertiga


"Ikut" jawab mereka serempak


"Yowes, kalau gitu kita bertiga ke ndalem dulu yo kang mau menemui abi"


"Njih gus


"Assalamu'alaikum" ucap aqlan pamit


"Wa'alaikumussalam" balas abdul masih di dengar ketiga sahabat itu yang langsung melangkah pergi


...----------------------------------------...


"𝘌𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘩𝘪𝘵𝘣𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘯𝘺𝘢?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘭𝘢𝘺𝘢𝘳 𝘩𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘷𝘪𝘥𝘪𝘰 𝘤𝘢𝘭𝘭


"𝘖𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯𝘢?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩


"Orang mana ya? zimah juga gak tau bik," ujar zimah berfikir menggaruk kepala nya yang tak gatal


"𝘓𝘰𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘭𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘨𝘦𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢


Zimah hanya nyengir "Tapi kek nya bibi pernah lihat orang nya deh di tv atau youtube, aqlan itu seorang ustadz terkenal bik," jawab zimah antusias


"𝘜𝘴𝘵𝘢𝘥𝘻 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭? 𝘬𝘰𝘬 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘪𝘴 𝘯𝘺𝘢


"Beliau biasa di kenal orang dengan nama ustadz harith" jawab zimah


"𝘔𝘢𝘢 𝘴𝘺𝘢𝘢 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘶𝘴𝘵𝘢𝘥𝘻 𝘩𝘢𝘳𝘪𝘵𝘩???" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 "𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘰𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘲𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨?" 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯


"Beliau memperkenal kan diri nya ke zimah dengan nama aqlan bik, zimah juga gak tau kenapa" jawab zimah mengangkat bahu nya


"𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘶𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘬𝘩𝘦𝘮" 𝘶𝘫𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘯𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘪𝘴 𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘬𝘦𝘩 𝘴𝘢𝘭𝘵𝘪𝘯𝘨


𝘉𝘭𝘶𝘴𝘩


"Apa sih bik," jawab zimah dengan pipi merona namun tak lama wajah nya berubah murung


"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘰𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢


"Zimah insecure bik, beliau orang sholeh, alim, in syaa allah dari keluarga baik-baik, sedangkan zimah?, mau menemui wali aja harus berperang dengan hati zimah yang selalu teringat dengan masalalu, zimah ini belum sholeha bik," ujar zimah mengeluar kan unek-unek nya dengan tampang murung dan bibir bawah sedikit di maju kan


"𝘡𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨" 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 "𝘉𝘪𝘣𝘪 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘩𝘰𝘭𝘦𝘩𝘢𝘩, 𝘶𝘴𝘵𝘢𝘥𝘻 𝘩𝘢𝘳𝘪𝘵𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘮𝘦𝘸𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘭𝘶, 𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘫𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢, 𝘣𝘶𝘮𝘣𝘶 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘯𝘺𝘢, 𝘧𝘢𝘩𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨" 𝘯𝘢𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩


"Iya bik, zimah faham terimakasih ya bik selalu ada untuk menasehati zimah" ucap zimah tulus

__ADS_1


"𝘚𝘢𝘮𝘢-𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘣𝘪" 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘪𝘣𝘶𝘢𝘯 "𝘠𝘢𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘺𝘢, 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘯" 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘣𝘪𝘣𝘪


"Iya bik, kalau gitu bibi yang tutup sambungan nya" pinta zimah tersenyum


"𝘠𝘢𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘵𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘺𝘢, 𝘈𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘷𝘪𝘥𝘪𝘰 𝘤𝘢𝘭𝘭


"Wa'alaikumussalam" jawab zimah menatap hp yang tidak ada lagi wajah bibi nya


Tok, Tok, Tok, Tok


"Siapa?" tanya zimah berteriak pada orang yang mengetuk pintu kamar nya


"𝘙𝘪𝘴𝘩𝘢 𝘬𝘢𝘬" 𝘴𝘢𝘩𝘶𝘵 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶


"Masuk aja rish gak di kunci kok pintu nya" tariak zimah lagi


𝘊𝘦𝘬𝘭𝘦𝘬


"Assalamu'alaikum" ucap risha menyembul kan kepala nya dalam kamar zimah


"Wa'alaikumussalam" jawab zimah heran dengan tingkah risha yang mencuriga kan


"Kakak lagi apa?" tanya nya melangkah kan kaki menuju kearah zimah di kasur setelah menutup kembali pintu kamar


"Habis vidio call an sama bibi" balas zimah menggoyang kan hp yang masih berada di tangan nya sambil menyandar kan badan pada kepala kasur "Kenapa?" lanjut zimah bertanya karna melihat risha mangut-mangut kan kepala


terkekeh pelan "Kaka besok wekend sibuk gak," tanya risha basa basi


"Gak sih, besok mau dirumah aja" jawab zimah "Kalau udah kek gini mesti ada mau nya, iya kan?" lanjut zimah bertanya dengan menyipit kan mata nya


"Hehehe tau aja" cengir risha tampak imut "Besok jalan-jalan yuk kak udah lama kita gak shoping nih, kakak ajak kak dira dan kak chessy aku bakalan ajak airin dan loli


" Boleh, kamu atur aja kakak bakalan ikut" ujar zimah tersenyum membuat risha melompat kesenangan


Zimah hanya geleng kepala melihat tingkah risha seperti anak kecil yang di beri balon


𝘋𝘳𝘳𝘳𝘵𝘵𝘵


𝘋𝘳𝘳𝘳𝘵𝘵𝘵


𝘋𝘳𝘳𝘳𝘵𝘵𝘵


Dering hp menghenti kan risha yang masih melompat menatap kearah zimah yang juga menatap nya


"Siapan kak?" tanya risha


"Ustadz abdul ustadz penanggung jawab zain" jawab zimah setelah tadi melihat nama yang tertera di layar hp nya


"Angkat kak" suruh risha yang di angguki zimah


"𝘈𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘶𝘴𝘵𝘢𝘥𝘻 𝘢𝘣𝘥𝘶𝘭 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘱𝘰𝘯


"Wa'alaikumussalam" jawab zimah dengan hati tidak karuan merasakan perasaan tidak enak


"𝘚𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘭𝘱𝘰𝘯 𝘮𝘣𝘢𝘬 𝘻𝘪𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮-𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪" 𝘫𝘦𝘥𝘢 𝘶𝘴𝘵𝘢𝘥𝘻 𝘢𝘣𝘥𝘶𝘭 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳


"Tidak apa-apa ustadz" timpal zimah mencoba tenang tapi perasaan nya semakin tidak karuan


*𝐴𝑠𝑡𝑎𝑔ℎ𝑓𝑖𝑟𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ" 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑧𝑖𝑚𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑡𝑖


"𝘡𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘣𝘳𝘢𝘬 𝘱𝘪𝘤𝘬 𝘶𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘫𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘻𝘢𝘪𝘯 𝘬𝘳𝘪𝘵𝘪𝘴 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩"


𝘋𝘌𝘎

__ADS_1


__ADS_2