
Lantunan sholawat di iringi gendangan hadroh memeriah kan acara walimahan anak sulung dari pemilik pesantren terbesar di tanah jawa. Dihadiri para tamu undangan dari berbagai kalangan. Yang sangat antusias menanti acara ini.
Para santri putra dan santri putri berlalu lalang menyambut tamu sesuai peraturan tata tertib pondok pesantren Roudhotul Jannah.
Sepasang penganting yang tampak bahagia di hari yang mereka tunggu-tunggu. Terutama pengantin pria yang sangat menunggu momen ini, dimana, semua orang akan mengetahui jika wanita yang selama ini mereka kagumi telah menjadi istri nya dari beberapa bulan yang lalu.
Aqlan memandang istri nya dengan senyuman yang tak lepas dari wajah cantik wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anak nya.
"Kamu cantik." puji Aqlan mengelus pipi istri nya.
Zimah menahan malu, karna sekarang mereka menjadi pusat perhatian orang-orang.
"Malu mas" cicit Zimah, mengisyarat kan pada suami nya mengguna kan mata, bahwa di sini ramai tamu.
"Gak apa-apa. Kita kan pengantin nya." jawab Aqlan santai.
Sedangkan masih di ruangan yang sama, sepasang mata melihat kearah, pengantin, dengan pandangan yang tak bisa di jelas kan.
Dira yang berada di samping Chessy tak sengaja melihat wanita berhijab yang sedari tadi memandang Zimah dan Aqlan, Dira mengernyit kan dahi nya, Chessy yang bingung kenapa Dira diam, segera mengikuti arah pandang sahabat nya.
"Kenapa tuh orang, mandang Zimah gitu banget" celetuk Chessy tak suka.
"Yang aku liat dari tatapan nya, kalau dia ada rasa sama suami nya Zimah." sahut Dira dengan tatapan nya masih tertuju dengan wanita berhijab itu.
"Gila." geram Chessy tertahan.
Tes, Tes, Tes.
Suara mix dari mc mengalih kan atensi semua orang, termasuk Dira dan Chessy. Yang kini sudah memusat kan pandangan pada mc yang seperti nya akan menyampainkan sesuatu.
"MOHON PERHATIAN SEMUA NYA. GUS AQLAN SEBAGAI PENGANTIN PRIA, INGIN MENYAMPAI KAN SESUATU, PADA KITA SEMUA, HARAP SEMUA NYA UNTUK MENDENGAR KAN."
Perkataan lantang dan sopan dari pria pembawa acara membuat ruangan yang tadi nya riuh kini hening, menunggu apa yang akan di sampai kan oleh penerus pesantren Roudhotul Jannah ini.
"ASSALAMU'ALAIKUM. WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH."
"WA'ALAIKUMUSSALAM. WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH." ucap semua orang-orang yang berada di ruangan itu serempak. Menjawab salam dari Aqlan.
"SEBELUM NYA TERIMAKASIH SUDAH MENYEMPAT KAN WAKTU UNTUK HADIR DI ACARA WALIMAHAN SAYA DAN ISTRI SAYA, ZIMAH. MALAIKA HAZIMAH RAEESH. MUNGKIN SUDAH BANYAK YANG MENGENAL NAMA NYA. DIA WANITA YANG SAYA PILIH. KAMI TELAH MENIKAH BEBERAPA BULAN YANG LALU, DAN ALHAMDULILLAH SEKARANG ALLAH MENITIP KAN AMANAH KEPADA KAMI, DI RAHIM ISTRI SAYA." Aqlan menggenggam tangan istri nya erat, menyalur kan kebahagian yang membuncah dalam diri nya. Segaris senyuman Aqlan berikan untuk istri nya.
__ADS_1
Bisik-bisik para tamu undangan tak di hirau kan sepasang penganting yang sedang menatap bahagia.
Tidak menutup kemungkinan juga, kebahagiaan dari Aqlan dan Zimah di rasa kan oleh keluarga besar Aqlan maupun Zimah, termasuk sahabat-sahabat mereka, yang tersenyum haru.
Tidak sanggup melihat pancaran bahagia dari orang yang dulu pernah menjadi alasan nya selalu tersenyum. Aisyah memutar tubuh nya dan melangkah keluar dari aula.
Dira Chessy dan juga Risha menghampiri Zimah yang sudah menanti nya.
"Selamat sayang ku" Chessy langsung memeluk Zimah. Di ikuti Dira dan Risha.
"Terimakasih" ucap Zimah tulus.
Zimah mengaliha kan pandangan nya menatap Risha. "Kata nya gak mau datang" cibir Zimah
Risha terkekeh. "Mau kasi surprise aja kak."
Zimah menggeleng pelan. "Jadi kamu kesini sama siapa?, kenapa kemarin gak bareng sama kak Dira dan kak Chessy?."
"Gak mau dia Zi. Kemarin udah aku ajak" sahut Chessy ikut menimpali.
"Kalau aku bareng kakak berdua, nanti gak jadi surprise nya dong" ujar Risha
"Gaya mu." cibir Chessy
"Udah mau masuk satu bulan." senyuman manis Zimah sambil mengelus parut nya.
"Sehat selalu ya bumil dan debay." do'a Dira. "Yaudah kita turun dulu ya, gak enak tamu-tamu mau bersalaman juga" sambung Dira melihat mereka menjadi pusat perhatian semua orang.
"Iya. Makasih ya, nanti kita ngobrol lagi sebelum kalian pulang." ucap Zimah
Dira mengangguk, segera menarik tangan Chessy dan Risha sebelum mereka protes.
Zimah tersenyum melihat Sahabat dan adik nya tampak cantik menutup aurat, mereka bisa menyesuai kan dimana mereka berada. Termasuk semua tamu-tamu wanita yang hadir menggunakan hijab. Sesuai dengan tempat nya di pesantren.
"Capek gak?." tanya Aqlan dari arah belakang Zimah.
Zimah membalikan badan nya menghadap suami nya lalu tersenyum.
"Istirahat aja ya." ajak Aqlan. Namun Zimah menggeleng.
__ADS_1
"Capek mas. Tapi tamu nya masih banyak, gak enak kalau istirahat dulu."
"Istirahat aja, kan ada umi, abi, bik, Dinda, juga paman Bagus. Mas tadi sudah bilang kemereka. Mau ajak kamu istirahat karna kamu sedang hamil." tutur Aqlan lembut meyakini istri nya.
Zimah mengangguk pasrah, karna dia juga merasa capek. Aqlan menggandeng tangan istri nya, dan pamit pada semua keluarga mereka.
Dira, Chessy, juga Risha, berjalan beriring di sekitar pesantren, melewati para santri putri dan menyapa mereka yang berpapasan.
"Berangkat dari jakarta sama siapa Ris?." tanya Dira dibsela langkah mereka.
"Dari rumah ke bandara di antar sahabat aku, terus pas sampai di bandara jawa aku pesan taxi, sesuai alamat yang di kasi kak Chessy." jawab Risha menunjuk Chessy yang tadi nya melihat santri-santri yang berlalu lalang, kini memandang ke arah orang yang menjadi kan nya topik pembicaraan.
"Kenapa lo gak bilang, kalau Risha mau kesini, kalau ada apa-apa siapa yang bakalan di salahin Zimah." Dira mendelik menatap Chessy yang menggaruk kepala nya.
"Ya mana gue tau nih anak mau kesini. Dia cuma tanya alamat pondok ini doang" bela Chessy mendelik Risha.
Dira memukul pelan bahu Chessy, membuat gadis lajang itu meringis.
"Tanya dong kalau Risha nya minta alamat Ches." kata Dira dengan suara tertahan karna gemes dengan tingkah sahabat nya.
Risha yang jadi topik pembicaraan kedua sahabat kakak nya dan mendapat tatapan permusuhan dari Chessy pun menjadi gelisah.
"Seru juga ya kak di lingkungan pesantren, adem rasa nya, aku baru kali ini merasakan suasana kek gini." ujar Risha mengalih kan Pembicaraan. Walaupun apan yang di ucapan kan nya jujur merasa nyaman.
"Iya kakak udah dua kali kesini, dan suasana nya adem banget." sahut Dira tersenyum menatap sekitar nya.
"Suasana nya alami. Rasa nya adem, karna bacaan qur'an kali ya." Chessy ikut menimpali.
"Istirahat aja yuk, acara nya kek nya udah selesai." ajak Risha yang sudah menguap.
"Duluan aja, kakak masih mau bantu-bantu yang lain nya dulu." ujar Dira.
"Yaudah kalau gitu aku sama Risha istirahat duluan ya." kata Chessy yang ikut menguap.
Dira mengangguk dan membiar kan mereka berdua pergi ketempat istirahat mereka selama berada di pesantren ini.
Dira kemudian melangkah kan kaki nya ke taman yang ada di pesantren Roudhotul Jannah. Dahi nya mengernyit melihat wanita berhijab yang sedang duduk sendiri. Mengikuti langkah kaki nya yang membawa Dira tepat berdiri di samping wanita berhijab yang tidak menyadari kehadiran nya.
Dira dapat melihat wajah wanita yang duduk sambil melamun. "Gak baik mbak melamun, apalagi ini sudah malam." tegur Dira, membuat wanita itu mengalih kan tatapan nya, dan terkejut saat menyadari sahabat dari Zimah.
__ADS_1
Dira memandang intens wanita yang tadi menatap Zimah yang bersanding dengan Aqlan.
"Saya tau anda menyukai gus Aqlan."