
cahyo tersenyum melihat sang istri yang tertunduk ketakutan.cahyo menghentikan mobil dan meraih tangan sang istri.
" ibu butuh uang berapa?jika ada apa apa jangan di simpan sendiri,bilang sama mas,jangan pernah takut.aku suami kamu.jadi berhak tau kesulitan apapun itu." ujar cahyo
"iya mas..maaf,tapi itu uang yang banyak,ibu sudah sering meminta uang dariku,kiriman dari abang dan kakak pun dengan sangat kilat habisnya,entah lah buat apa saja uang itu."kata shinta sedih
" aku malu,aku ingin ibu berubah mas."
"iya nanti kita bicara pada ibu ya.sekarang kita pulang saja dulu." ajak cahyo
mereka tiba di rumah masih pukul 23:50 dan langsung masuk kamar untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran
ke esokan hari baru keluar dari kamar shinta sudah cintanya oleh sang ibu..apakah cahyo akan memberikan uang itu atau tidak,tapi shinta hanya berlalu,tidak mengubris omongan bu sisi.
" shin...ta...kok malah ga jawab si kamu,ibu butuh uang itu..jangan bertingkah kamu shinta,Baru juga menikah sudah merasa jadi nyonya kamu,ga inget kamu selama ini numpang disini." bentak ibu sisi
"kenapa si ibu kaya gini bu,kapan ibu berubah." kata shinta
"memang ibu kenapa,kenapa harus berubah..kalian sebagai anak memang sudah tugas kalian kan mencari kan uang untuk ku,kalian semua sudah saya sekolah kan tinggi tinggi,tapi..ini yang kalian beri ha.pokok nya ibu ga mau tau,uang itu harus ada besok pagi karena ibu sudah janji akan datang." panjang x lebar bu sisi berbicara tapi tidak di gubris oleh shinta,yang membuat bu sisi geram dan masuk kamar dengan membanting pintu
__ADS_1
"bukan kah sudah seharusnya mereka membalas jasa ku yang telah merawat serta menyekolahkan mereka." monolog bu sisi sedih
shinta melanjutkan jalan ke kamar sang putra untuk melihat apakah rangga sudah bangun atau belum,setelah itu ia kekamar si kecil naomi
setelah selesai melihat kedua buah hati nya shinta bergegas ke dapur untuk menyiapkan segala sesuatu dari sarapan bahkan teh dan kopi
"ibu...maaf jika aku membuat mu marah,tapi .."shinta tergugu dan hanya bisa menangis
cahyo mencari sang istri dan ternyata sedang di dapur,tapi cahyo melihat tubuh shinta bergetar seperti sedang menangis.ia mendekati shinta dan langsung memeluk istri nya dari belakang
" sayang..aku cariin ternyata kamu disini,hei.kenapa? ada apa? apakah aku menyakiti mu." ujar cahyo
"mas..kirain kamu masih tidur,aku baru mau buat sarapan." ujar shinta
" iya mas..maaf mas." kata shinta.
"hei sudah jangan meminta maaf ok..nanti aku transfer uang nya ke rekening ibu,sudah kamu jangan sedih lagi,ayo aku bantuin masak." canda cahyo
"terima kasih karena ada disamping ku mas..
__ADS_1
"sama sama sayang..aku ke kamar sebentar ya mau telpon adit.sudah ya jangan menangis lagi,smile.." cahyo meyentuh bibir shinta
" kenapa baru diangkat..kamu darimana."
" ah ya bos maaf,tadi dari toilet." kata adit enteng
"tolong kamu kirim uang ke rekening mertua saya nanti saya kirim no nya." cahyo langsung menutup telpon nya
"hai..langsung di tutup.."kata adit
" sayang sini deh."cahyo menarik bangku dan menarik shinta untuk duduk di pangkuan sang suami
" mas jangan begini nanti takut ada rangga kan malu mas..rengek shinta
" kan masih pagi juga..oya ibu minta uang berapa? kemarin kamu belum sebutkan nominal nya dan sekalian mas minta nomer rekening ibu biar cepat di proses." ujar cahyo
" harus kah mas,menurut aku si biarin aja lah mas,mau ibu marah atau ngamuk kek,aku cape menghadapi ibu." kata shinta
" tidak apa apa..suami kamu ini ga akan pernah kekurangan uang cantik.so bilang berapa yang ibu butuhkan." goda cahyo
__ADS_1
" terima kasih ya mas,maaf sudah merepotkan,ibu...butuh dua puluh lima juta." cicit shinta
akhirnya shinta dengan berat hati memberitahu cahyo nominal uang tersebut,cahyo langsung menghubungi adit untuk memprosesnya jika sudah di kantor.