
shinta yang marah meninggal kan cahyo sendiri di rumah tersebut,shinta duduk di bawah pohon yang ada tempat duduknya
" sayang,kok mas di tinggal si? cahyo pura pura ngambek
" eh..maaf mas,aku sangat marah tadi,dan ga bermaksud ninggalin kamu." kata shinta
" tinggal rumah itu satu satu nya peninggalan ayah,kami semua berharap ibu tidak menjual nya,tapi,suami nya malah sangat berani menggadaikan surat tersebut." kata shinta lagi
" ga apa apa sayang,nanti jika ibu dan suami nya tidak bisa membayar dan rumah tersebut di sita,mas janji akan kembali membeli rumah ibu untuk mu. sudah ya jangan sedih." ujar cahyo
" kita pulang aja ya mas,udah males aku nya." kata shinta
" ya sudah,tapi jangan sedih lagi,senyum ya "ujar cahyo yang mengandeng shinta menuju mobil
__ADS_1
herman yang sudah mendapatkan uang hasil dari sertifikat yang ia gadaikan,langsung mentransfer uang tersebut ke pada sang istri di kampung.
bu sisi hanya kesal,karena herman tidak memberitahu perihal gadai menggadai tersebut.
" mas kamu ini bikin aku pusing,kenapa sangat tidak sabar,kalo sudah begini aku mau ngomong apa coba.semoga usaha kamu itu beneran menghasilkan ya mas." kata bu sisi
"aku minta dikit aja bisa ga mas,aku mau kumpul sama temen arisan." kata bu sisi lagi
" ya sudah ga apa apa,nanti juga kalau sudah berkembang pasti dapat uang nya kan mas." kata bu sisi
herman hanya diam tanpa menanggapi ocehan istri nya
" dasar wanita bodoh,bukan hnay sertifikat yang akan aku gadaikan,ku pastikan kamu akan jadi ladang uang untuk ku." herman ber monolog dalam hati
__ADS_1
"mas besok temani aku ya..kita kerumah shinta,aku mau coba minta uang,siapa tau shinta masih kasihan sama aku." ujar bu sisi
" ya harus dong,kamu kan ibunya,masa tega si liat ibubnyabga pegang uang,sedang dia dan suami berlimpah harta dan uang." ujar herman mengompori bu sisi
sementara di jakarta,Abimanyu dan rudy,yang sudah mengetahui jika rumah peninggalan sang ayah sudah di gadaikan oleh suami baru sang ibu,sangat marah dan kesal.abi langsung menghubungi sang ibu untuk mengetahui kejelasan berita tersebut.
" kata siapa bi,itu ga benar,shinta hanya sedang marah sama ibu,kamu jangan percaya,shinta itu sudah di doktrin sama si cahyo,sudah kamu ga usah pulang,percaya ya sama ibu." ujar bu sisi
" tapi bu,masa shinta bohong,abi ga mau ibu kehilangan rumah itu,ibu kan sudah tua,cobalah untuk berubah,sampai kan di pikiran ibu itu ga memikirkan uang,selma ini bukankah ibu selalu tercukupi bu,." ujar abimanayu pada sang ibu
" sudah ngomong nya..masih ada lagi ga yang mau kamu omongin sama ibu,kalian semua itu sekarang sudah merasa hebat ya.sudah merasa pintar begitu.dengar ya abi,kalian berempat itu sudah ga berarti lagi buat ibu,jadi jangan pernah ikut campur masalah ibu,kalian hanya perlu memberi ibu uang yang banyak,itu untuk jerih payah yang selama ini ibu berikan untuk kalian.ibu yang sudah membesarkan dan merawat kalian hingga kalian besar dan seperti sekarang" panjang x lebar ibu sisi memarahi abi.
bu sisi hanya butuh uang,ia sudah letih,sudah seharusnya ia menikmati jerih payah nya merawat anak anak.kini saat nya semua anak anak itu membalas jasa nya,menurut ibu sisi lho ya.
__ADS_1