
bu sisi menarik herman untuk keluar dari rumah cahyo.bu sisi merasa malu pada herman,karena belum bisa memberikan yang herman mau.
" jadi bagaimana ini sayang,aku mau pinjam siapa lagi? keluh herman
" maaf ya mas,aku akan membantu mu mas,ujar bu sisi.
"kalo menantu mu tidak mau memberi,bagaimana jika menggadaikan rumah saja sayang.." ujar herman
" tapi jika rumah aku gadai,nanti aku bagaimana mas,bagaimana jika belum bisa membayar,"ujar bu sisi
" kan hanya gadai,kamu masih bisa tinggal di rumah,dan kita bisa bayar setelah 3 bulan,kita minta waktu pelunasan selama 1 tahun,biar agak lama,bagaimana." kata herman lagi
"aku pikir dulu ya mas,mas kita pergi ke mana gitu? aku lagi pusing ini,"kata bu sisi.
" ulu ulu...kasian,sayang nya aku pusing ya,sini mas peluk." bu sisi menyandarkan kepala ke pundak herman.
shinta dan cahyo pergi untuk melakukan sesuatu untuk bu sisi,mereka tau jika bu sisi hanya di manfaatkan oleh herman
" sebaiknya mas bilang sama ibu,supaya mata ibu terbuka dan tau siapa lelaki itu,jangan sampai terlambat mas,kasian ibu." ujar shinta
"kamu yang tenang dong.percaya sama mas."ujar cahyo
__ADS_1
" iya mas,maaf bukan aku ga percaya sama mas,aku hanya khawatir akan ibu.aku ingin ibu sadar dan berubah" ujar shinta
sementara shinta dan cahyo yang sedang pusing akan tingkah sang ibu,akan tetapi sang ibu dan kekasihnya malah bersenang senang di hotel,mereka sudah melakukan hubungan tersebut berulang ulang kali.herman sedang mencari cara,bagaimana ia segera mendapatkan uang tersebut.
"sayang aku mungkin besok tidak bisa menemani mu,karena aku ada pekerjaan dari teman,mungkin 3 hari aku pergi,kamu jangan rindu ya,biar aku aja,rindu itu berat,." kata herman mengutip kata kata dilan di sebuah film
" mas marah ya,karena aku belum bisa memberi mas uang itu,jangan pergi mas,aku ga mau jika kamu ninggalin aku." kata bu sisi
" bener sayang,ini masalah pekerjaan,secepatnya aku akan menemui mu kembali,kamu tenang,mana mungkin kita berpisah."
setelah mereka puas berdua dua,mereka memutuskan untuk pulang,herman mengantar bu sisi kembali ke rumah nya
" hati hati mas,kabari aku jika sudah sampai." ujar bu sisi
bu sisi melangkah masuk dan herman langsung pergi tanpa menoleh,herman kesal dan marah,karena rencana yang ia susun gagal semua
"buat apa aku bermanis kata jika akhirnya ga dapat apa apa,cahyo itu ga bisa di bohongin,rupanya dia tau ku sedang membohongi mertuanya,sial." herman memukul stir mobil karena marah
" dan bagaimana cara nya aku mendapatkan uang tersebut.sementara aku menjauh dulu,liat saja kamu pasti sudah jatuh hati padaku sisi,akan ku buat kamu tidak bisa melupakan ku." monolog herman
herman menyalakan aplikasi taksi online nya,dan tak lama berselang,ada pelanggan yang memesan taksi tersebut.
__ADS_1
herman gunakan mobil tersebut untuk mencari uang dan menjerat para korban nya
" sesuai aplikasi ya mbak."kata herman
" ya pak."ujar penumpang tersebut
herman sangat pandai berbicara hingga semua pelanggan yang menaiki mobil nya tersebut banyak yang suka,karena keramah tamahan herman dan kali ini herman beruntung kembali
" udah di bayar pakai aplikasinya pak." ujar penumpang tersebut
"maaf mbak,kalau saya telpon ke no mbak,boleh tidak." ujar herman,setelah mereka tadi ngobrol kesana kemari
" oh.boleh ko pak."
" jangan panggil pak,panggil herman saja,sepertinya kita ga terlalu jauh umurnya." kata herman
" baiklah,boleh mas herman.terima kasih." ujar penumpang
baru akan menjalankan mobil kembali,telpon herman ber bunyi dan bu sisi lah yang menelpon
" malas ku biarkan saja,biar rasa." ujar herman ber monolog
__ADS_1
bu sisi yang merasa di abaikan,kesal dan membanting telpon nya ke atas kasur
t