
mereka berdua tertidur karena kelelehan,hingga sang fajar sudah agak merangkak ke atas,baru lah kedua nya terbangun karena sinar matahari sudah mengintip dari balik tirai.
bu sisi bangun untuk membersihkan diri,akan tetapi sebelum selesai herman melangsak masuk untuk mandi berdua,dan terjadi kembali pergumulan tersebut.
karena sudah sangat siang herman memesan makanan barulah setelah itu mereka pulang.
" kok diam saja hmm,ada apa." kata herman
"apa mas,oh..ga ada apa apa." sebenarnya bu sisi sedang bingung,bagaimana hubungan yang selanjutnya,bu sisi malu akan kejadian semalam
" nanti aku telpon ya jika sudah sampai." kata herman
bu sisi hanya mengangguk
mereka berpisah di depan rumah bu sisi,shinta yang tau sang ibu telah kembali dan di antar sebuah mobil,mengernyit heran,tidak biasa nya sang ibu pulang di antar pakai mobil
"ibu sudah pulang,itu mobil siapa bu?"kata shinta
" mobil teman."bu sisi menjawab sambil berlalu masuk ke dalam kamar
"ibu sudah makan?shinta sudah masak,ibu makan dulu." kata shinta lagi
" sudah sebelum pulang ibu sudah makan,sudah kamu jangan ganggu ibu,ibu mau istirahat." kata bu sisi berharap sang anak tidak mengganggu nya
" baiklah,tapi nanti sebentar lagi shinta mau ke showroom ya bu.." kata shinta lagi
" iya ..iya.sudah sana,mau pergi tinggal pergi,berisik sekali kamu." marah bu sisi
__ADS_1
shinta pergi bersama naomi,sedangkan rangga belum pulang dari sekolah.
ibu dan anak itu pergi dengan shinta yang membawa mobil,cahyo tidak ingin shinta membawa mobil sendiri,ia ingin shinta di sopiri oleh sopir pribadi,akan tetapi shinta menolak dengan dalih ia ingin mandiri.
sesampai nya di ruang kerja,cahyo tidak ada,ibu anak itu menonton televisi guna menghilangkan jenuh
"lo..kalian sudah sampai,kenapa tidak telpon." kata cahyo menghampiri naomi dan mendudukan sang putri tiri ke pangkuan nya
" mas,kapan kit mau pindah,trus kapan mas mau bilang sama ibu." kata shinta
" menurut kamu kapan,aku terserah kamu aja,gimana baiknya." kata cahyo
" aku mau pindah aja mas,aku lelah menghadapi ibu,yang tidak ada perubahan,lebih baik ibu tinggal sendiri saja,biar tau bagaimana jika tidak ada yang mengurusi." kata shinta lagi
"ya sudah,nanti sore kita bicarakan sama ibu,dan coba kamu hubungi abang serta kakak dan ratu,bagaimana pendapat mereka." ujar cahyo
shinta menghubungi ketiga saudara dan saudari nya
" halo.."kata mereka serempak dan kompak..
" bagaimana kabar kalian disana." kata shinta memulai pembicaraan
" baik,gimana kabar kalian,trus ibu gimana mbak," kata ratu
" ibu baik,dan masih seperti sebelum nya,sering keluar ga jelas." kata shinta
" kak, gimana kabar lala disana,apa lala betah."
__ADS_1
"lala di sini betah,malah suka ngoceh karena banyak nganggur kata nya." ujar rudy
mereka tertawa mendengar cerita rudy
"ya ga apa apa nanti juga dia terbiasa." kata shinta menimpali
"oya..ada yang ingin aku rundingkan,begini..aku sama mas cahyo berencana mau pindah ke rumah nya mas cahyo,menurut kalian bagaimana."
" aku ingin ibu berubah,tapi lama kelamaan ibu semakin berulah,aku lelah bang,kak,jadi aku mau minta izin,."
" jika itu sudah jadi keputusan mu,abang hanya bisa menyetujui itu,tapi..sering sering lah kau jenguk ibu,"kata Abimanyu
" itu sudah pasti bang,tapi aku bingung,mau ngomong sama ibu." kata shinta
" bilang aja kamu mau pindah rumah,gitu aja kok repot si shin," kata rudy
" memang ibu setuju gitu mbak,pasti nya ibu akan marah nanti
" kata ratu menimpali
" ya apapun nanti,yang penting ibu tau dari awal kan,jangan mendadak." kata aby lagi
" ber arti itu artinya kalian setuju aku pindah,ga apa apa? kata shinta bahagia
" ya.." kata mereka lagi
"ya sudah kalau begitu,nanti sore aku berencana mau ngomong sama ibu."kata shinta
__ADS_1
shinta menyudahi bertelepon dengan keluarga nya tersebut.dan shinta memutuskan untuk membicarakan ke pindahan mereka ke rumah sang suami