HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
kontrakan


__ADS_3

pengusiran bu sisi dan sang suami,tidak ada drama karena bu sisi sudah mengantongi banyak kiriman uang dari anak anak nya.dan berharap shinta serta cahyo kelak mau menampung,agar ia tidak harus bersusah payah mengeluarkan uang untuk semua kebutuhan ia dan suami


" ayo sayang,sudah jangan sedih,nanti jika kita punya uang banyak,kita beli rumah yang jauh lebih besar dari ini."kata herman


bu sisi tidak peduli dengan suami nya,sekarang yang ia pikirkan adalah dirinya sendiri,bu sisi sudah tidak peduli dengan yang nama nya suami.menurut bu sisi herman hanya memanfaatkannya saja.


"ga usah sedih,mas sudah sewa rumah yang besar juga untuk mu."ujar herman


" mas,sebenarnya kamu beneran ga investasi uang itu,kok aku merasa kamu bohong ya." kata bu sisi


" kok ngomong nya gitu,kamu ga percaya sama aku? marah herman kepada bu sisi


" ya gimana coba,aku pikir ni ya mas,masa nikah baru hitungan hari kamu sudah berani menggadaikan rumah,bilang investasi tapi malah bodong,trus kamu sering pergi ga jelas,jadi wajar lah kalo aku ga percaya." bu sisi berbicara sambil marah marah


" ya itu si terserah kamu,percaya sana ga juga sana."


" kamu enteng banget ya mas kalo ngomong."


mereka berdua sampai juga di rumah kontrakan yang herman sewa

__ADS_1


" rumah apa ini,kamu ga salah,kasih aku tinggal di tempat kecil ini."


" ini juga lumayan besar,udah gitu ini murah,udah ga usah banyak omong,ayo masuk." ajak herman kesal


bu sisi mau tak mau masuk dengan sejuta kesal di hatinya


rumah jelek gini kok ya di sewa,masa dari rumah besar dan bagus aku jadi harus tinggal di tempat jalan kayak gini nasib nasib,punya suami ga jelas." gerutu bu sisi


" mas aku laper,bisa beli makan dulu,nanti aja beres beres nya,aku cape." kata bu sisi pada herman dan langsung masuk ke dalam kamar yang tadi menurut herman sudah bersih


" masssss..." teriak bu sisi memanggil suami nya


" itu..ih aku geli,cepat buang,buang buruan dong mas,jangan lelet kaya gitu ih,aaaaa."


bu sisi reflek keluar dari kamar ketika herman sedang menghampiri sang kecoa tersebut


" masa kaya gini aja takut." ujar herman


" udah belum mas,coba itu kamar di bersihin,biar gada binatang nya lagi."perintah bu sisi

__ADS_1


" kamu itu wanita,jadi tugas kamu itu yang bersih bersih,aku mau keluar beli makan,kamu lapar to."


" jangan lama lama,awas kalau lama."


" iya bawel banget.kalau ga karena kamu banyak uang sudah tak tinggal kamu." kata herman sangat pelan biar sang istri tak mendengar omongan nya


sedang dalam perjalanan membeli makanan ponsel herman berbunyi


" halo sayang,bagaimana kabar mu,sebentar lagi mas akan pulang,mas masih nyari tambahan untuk biaya kamu,kamu yang sabar ya,mas janji akan lakukan apapun untuk mu,agar kamu sehat kembali." ujar herman pada sang penelpon


yang menghubungi herman adalah istri tercinta nya di kampung.


" iya mas,aku kesepian di sini,pulang lah mas,aku sudah pasrah mas,biar saja penyakit ini mengerogoti ku,aku hanya ingin kan kamu ada si sini sebelum ajal menjemput ku mas." isak tangis istri herman


" maafin mas ya,mas belum bisa kasih kamu kebahagian.baik lah besok mas usahakan untuk pulang."


" benar ya mas,aku tunggu."


" iya mas janji,kamu jaga kesehatan ya.mas pasti pulang."

__ADS_1


putuslah sudah pembicaraan mereka berdua,herman akan meninggal kan bu sisi dan ia harus mencari cara bagaimana ia bicara kepada Bu sisi istri kedua nya itu


__ADS_2